Eka Kurniawan

Journal

Kafka, Bernofsky, Keenan

metamorphosis front final 4.indd

Meskipun tahun ini telah memutuskan untuk lebih banyak membaca karya-karya klasik dari abad sembilan belas ke belakang, saya tak menutup kemungkinan membaca karya-karya yang lebih baru, atau bahkan kontemporer, jika memang menarik perhatian saya. Beberapa hari terakhir, saya membaca beberapa buku semacam itu. Salah satunya, The Metamorphosis, karya Franz Kafka. Tentu saja saya pernah membaca novela ini (sekitar 23.000 kata). Bahkan saya pernah menerjemahkannya juga (dari versi Bahasa Inggris yang saya lupa, versi terjemahan siapa, kemungkinan versi Edwin dan Willa Muir). Itu pekerjaan iseng saya bertahun-tahun lalu, ketika saya masih kuliah, dan seorang teman nekat menerbitkannya menjadi buku. Saya membeli dan membaca versi ini, terutama karena penasaran dengan terjemahan baru Susan Bernofsky. Jika Anda mengikuti perkembangan, berita atau sekadar gosip di lingkungan kesusastraan dunia dalam bahasa Inggris (yang artinya: lingkungan para penerjemah dan terjemahan karya sastra ke Bahasa Inggris) yang sebenarnya merupakan dunia kecil, Susan Bernofsky merupakan salah satu bintang cemerlang untuk penerjemahan Jerman-Inggris. Ia salah satunya menerjemahkan ulang karya klasik Herman Hesse, Siddhartha. Alasan kedua, atau bahkan alasan terpenting kenapa saya ingin memiliki buku ini, adalah: sampulnya. Entah yang keberapa kali saya membeli buku karena sampulnya. Jika ada pepatah don’t judge a book by its cover, saya salah satu yang mengabaikan pepatah tersebut. Sebagai perancang grafis amatir, saya penikmat sampul buku, dan sampul buku bisa memengaruhi keputusan saya membeli dan membaca buku. Sampul The Metamorphosis yang ini karya perancang Inggris bernama Keenan, dan saya rasa merupakan salah satu sampul buku terbaik yang pernah saya lihat (lihat foto). Permainan tipografi judul yang membentuk ungeheures Ungeziefer (atau dalam terjemahan Bernofsky: ‘some sort of monstrous insect’), saya rasa berhasil menggambarkan ketidakpastian binatang yang dirujuk karya ini. Keadaan mengambang, tak terdefinisikan dengan pasti, saya rasa merupakan kekuatan utama kisah ini, memberi dampak teror dan horor yang lebih ketimbang seandainya Kafka menyebut binatang tersebut secara jelas spesies apa (karena dalam kadar tertentu, binatang yang dianggap menakutkan dan menjijikkan di satu tempat, mungkin dianggap lucu-imut di tempat lain). Dan sampul karya Keenan, dengan caranya yang unik, berhasil menangkap hal tersebut. Buku ini tak hanya layak untuk dibaca kembali, tapi bahkan disimpan sebagai koleksi. Saya tak akan meminjamkannya kepada siapa pun. Terlalu bagus untuk risiko kehilangan.



1 Comment

  1. keren sampulnya hehe. oiya, ngomong-ngomong soal Kafka, temennya mas Eka, mas Sigit Susanto kan baru menerjemahkan karyanya Kafka. Dan katanya hak penrjemahannya udah dibeli sama Gramed. tinggal nunggu terbit :D

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑