Cool Stuff

Salah satu cara menjawab revisi UU MD3 yang baru disahkan DPR, yang berpotensi mengkriminalkan para pengkritik anggota dewan, adalah dengan terus melakukan kritik terhadap perilaku dan kebijakan mereka. Kutipan di kaos ini diambil dari cerpen Corat-coret di Toilet, yang terbit tahun 1999. Tapi kok rasanya tetap bisa dipakai, ya? Yang berminat memakai, sila mengambilnya dengan potongan harga di sini. Hanya Rp.75.000 (Rp.110.000) + ongkos kirim.

Aku Lebih Percaya Kepada Dinding Toilet

Aside
Cool Stuff

Indonesia (dan dunia) macam apa sih, yang kita inginkan? Bisakah kita (kembali) membentuknya melalui kesusastraan? Atau sudah kalah telak oleh citra yang dibangun sosial media dan berita palsu? Atau jangan-jangan kesusastraan kita sudah tercerabut dari problem-problem sosial zaman dan masyarakatnya, sehingga bahkan memimpikan dunia macam apa pun yang diinginkannya sudah tidak dilakukan lagi?

Kuliah Umum

Aside
Cool Stuff

From the front page of Le Monde des Livres, November 17th: “Avec «Les Belles de Halimunda», son premier roman, Eka Kurniawan tresse, entre onirisme et vraisemblance, une extraordinaire épopée indonésienne.”

While Les Belles de Halimunda (Beauty Is a Wound) just released in French, almost at the same time Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash was published in English. Jackson Arn has a review of the book in Asymptote; as Free Press Journal said about it … “Kurniawan also skilfully manages to save his pulp fiction type novel from getting into that genre.”

From Otago Daily Times, NZ, we found they compared the book with Tarantino-type violence, “… they may find this a light-hearted romp in an ‘‘exotic’’ and unusual location.” In other place, Tiffany Tsao in Mekong Review argued that, “The influence of so-called lowbrow fiction on Eka’s work has never been a secret … But to see this as a failing would be to make a grievous error.”

And don’t forget about my second novel, Man Tiger, that Manila Book Review called it as a “story of a great rage.”

November Notes

Aside