Yoko dan Siau Liong Lie

Setelah membuat tulisan “Valentine: 10 Novel Cinta Paling Menyebalkan”, saya memperoleh beberapa tanggapan dari beberapa teman yang mengajak kami kembali bertualang ke bacaan-bacaan lama. Dua teman saya, salah satunya Ugoran Prasad, mengingatkan untuk memasukkan Madame Bovary, dan tentu saja Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Editor saya, Mirna Yulistianti, memasukkan dua buku ke dalam daftar: Little Prince (Exupery) dan The Sand Man karya Neil Gaiman. Intan Paramaditha menambahkan The God of Small Thing Arundathi Roy. Ugoran ngomel-ngomel karena itu membuatnya harus memikirkan bacaan-bacaan tersebut, dan saya sendiri tiba-tiba teringat kepada Yoko dan Bibi, pasangan romantis dalam Return of the Condor Heroes, karya Jin Yong (ini lafal internasional, saya sendiri lebih mengenalnya dengan nama Chin Yung). Novel itu merupakan bagian kedua dari trilogi: The Legend of Condor Heroes, Return of Condor Heores, dan The Heavenly Sword and the Dragon Saber. Menurut Ugo (ini panggilan teman-temannya untuk Ugoran), bagian kedua memang yang paling erotis. Saya menambahkan, percintaan antara murid dan gurunya, memang yang paling menyentuh. Mengingatkan masa-masa sekolah dan jatuh cinta sama guru Biologi, hehe. Karena novel ini berasal dari bahasa Cina, nama-nama tokohnya dilafalkan dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan konon untuk orang Cina sendiri, bisa tergantung dialek. Saya sendiri lebih mengenalnya sebagai Yoko dan Siau Liong Lie. Versi komiknya (manga), juga ada beberapa; begitu pula versi televisi (ada anime maupun drama seri). Di Indonesia, lebih banyak dikenal dengan judul Legenda Pendekar Pemanah Rajawali, Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali, dan Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga. Penerjemahannya juga ada beberapa versi: karya Gan KL, Bu Beng Tjoe, serta OKT (Oey Kim Tiang). Judulnya agak berbeda dari satu penerjemah ke lainnya. Baiklah, kisah cinta Yoko dan Siau Liong Lie memang yang paling utama membuat saya kesemsem dengan karya ini. Ada metafor yang rada-rada klise tapi tetap saja bikin haru-biru perihal “bunga cinta” di novel ini. Bunga ini konon sangat cantik, tapi mengandung duri yang mematikan. Kalau sudah terkena bunga ini, sebaiknya jangan jatuh cinta. Sebab begitu terkenang kepada kekasih, racun bunga ini akan beraksi dan akibatnya bisa fatal. Nah, Yoko ternyata suatu hari terkena bunga ini, dan ia sangat menderita sebab terus memikirkan Siau Liong Lie. Siau Liong Lie akhirnya menghilang, hanya memberi pesan mereka akan bertemu 16 tahun kemudian. Motivasinya jelas: agar Yoko lupa kepadanya dan tidak terkena racun. Romantis sekali, ya? 16 tahun kemudian ternyata Yoko tidak menemukan Siau Liong Lie. Ia memutuskan untuk melompat dari jurang sebagaimana kekasihnya. Oh ya, akhirnya mereka tidak mati, kok. Mereka bertemu di lembah di mana di sana terdapat sebuah danau. Saya ingat adegan pertemuan ini: Yoko menyadari Siau Liong Lie masih hidup karena menemukan pesan yang ditulis di sayap lebah … busyet, ini cerita silat banget, kan? Ah, jadi pengin bikin cersil … yang romantis.





22 thoughts on “Yoko dan Siau Liong Lie

  1. :-O Eka mo bikin Cersil……!!! sebelum jalan proyeknya aku pinjam ko ping ho mu dunk?? itu lama gak di buka2 … dari pada nganggur ku baca dulu ya :)

  2. boleh, tapi entar balikinnya dibungkus plastik lagi, ya. hehe. soalnya bukunya kecil2, suka acak-acakan. pernah berniat menjilidnya sendiri pake benang kasur dan jarum sol sepatu, tapi tangannya pegel-pegel. hehe …

  3. Terjemahan yang ini: The Legend of Condor Heroes, Return of Condor Heores, dan The Heavenly Sword and the Dragon Saber.

    saya baru tahu kalau serial Yoko itu adaptasi dari novel.

  4. terjemahan yoko dalam novel kayaknya masih ada di toko khusus cersil. coba nyari di pasar festival – setiabudi. dan kalo nggak salah, ada juga yg cetak ulang karya2 terjemahan gan kl akhir2 ini, siapa tahu ada di gramedia juga.

  5. Wahhh, kalo aku baca cersilnya ngga kuaaattttt. Nonton fulmnya aja. Yang sempet kubaca en ngga selese2 To Liong To. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia jelek banget, makanya ngga tamat2 hahaha…

    Eh, aku baru saja nyelesein Musashi kok. Baru bagian pertama sih. Kereeennnn..

  6. wah, kayaknya repot juga kalo aku ceritain lengkap Yoko dan Siau Liong Lie. Lagipula detailnya banyak yang udah lupa. mending baca komik versi elex media aja, juga oke tuh. yang ilustratornya dari singapura itu, saya lupa namanya.

  7. Mas eka, aku bener2 lg nyari novelnya to liong to (golok pembunuh naga).. Tp di gramed, kino, atau periplus ga ada.. Toko cersil yg mas eka blg itu dmana y? Atau mas eka prnah liat di kino/periplus mana yg jual? Thx a lot before :-)

  8. Mas Eka, saya cari Legend of condor heroesnya gak ketemu, saya pingin download ketiga serial ini, bagamana ya ???
    Thanks be4

    Suhenda

  9. iya ya mas, kalau dipikir pikir karakter Jin Yong di trilogi rajawali yg paling menderita soal percintaan itu yoko kalau yg paling ‘mujur’ itu tio buki soalnya dikelilingi 4 cewek terus akhirnya dapet putri mongol hehe..

    dulu pernah baca novelnya Yoko tapi cuma sampai bab awal, gak ngerti sama bahasa terjemahannya soalnya..

Comments are closed.