Valentine: 10 Novel Cinta Paling Menyebalkan

Mumpung Valentine, saya mencoba membuat daftar 10 novel cinta paling menyebalkan. Alih-alih mempergunakan kata “terbaik”, saya mempergunakan kata “menyebalkan” justru untuk menghormati karya-karya berikut ini.

1. Dracula, Bram Stoker

Saya selalu percaya, lebih dari sekadar novel gothic, Dracula sesungguhnya novel cinta. Tokoh utama novel ini kalau bisa disebut adalah Jonathan Harker, seorang pengacara yang membantu Count Dracula membeli properti di London; serta tunangan Harker, seorang perempuan cantik (dan modern untuk ukuran zamannya) bernama Mina. Bayangkan sajalah, jika hubungan cinta sepasang kekasih, diganggu oleh makhluk bernama vampir! Jika cinta hanya dihalangi oleh bapak yang galak, atau pesaing yang tangguh, atau status sosial yang menganga … itu basi. Tapi berurusan dengan vampir? Inilah yang bagi saya selalu membuat cinta dalam novel Dracula terkesan rawan. Dan cinta yang rawan sangat menyebalkan.

2. Pan, Knut Hamsun

Judul novel ini diambil dari nama Dewa Pan, dewa gembala yang suka meniup seruling. Pan merupakan dewa yang mampu membangkitkan perasaan takut yang menggebu dalam diri makhluk hidup (Pan-ic). Seperti itulah Knut Hamsun menggambarkan cinta. Di daerah Utara yang permai, di tengah perburuan, Thomas Glahn jatuh cinta kepada Edvarda, anak seorang tuan tanah. Edvarda digambarkan sebagai gadis “liar”, dan tampaknya senang mempermainkan perasaan lelaki. Di sisi lain, Glahn berhubungan dengan gadis desa sederhana bernama Eva. Eva mencintainya dengan setulus hati, penuh kemesraan, bahkan memberikan segalanya kepada Glahn; tapi Glahn terus memburu Edvarda yang tak menghiraukannya. Benar Knut, kadang-kadang cinta lebih menggebu kepada sesuatu yang tak bisa dimiliki; dan lupa kepada kemesraan yang sebenarnya begitu dekat.

3. Love in the Time of Cholera, Gabriel García Márquez

Siapa lagi yang mesti disebut sebagai pecinta paling menyebalkan selain Florentina Ariza. Di novel ini, si petugas telegraf, jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Fermina Daza. Ternyata ayah Fermina memiliki rencana lain: demi masa depan anaknya tersebut, ia lebih merestui Dokter Juvenal Urbino yang berkedudukan cerah. Fermina Daza gadis yang realistis, akhirnya kawin dengan si dokter. Florentina Ariza jatuh sakit. Ia berjanji akan menunggu cintanya tersebut dan menjaga keperjakaannya sampai mereka dipersatukan kembali. Ariza menepati janjinya yang pertama, tapi tidak yang kedua (lebih dari 622 perempuan ditidurinya untuk mengobati rasa sakit tersebut). Akhirnya, setelah lima puluh tiga tahun, tujuh bulan dan sebelas hari penantian, Florentino Ariza memeroleh cinta Fermina Daza. Saat itu mereka sudah kakek-nenek bangkotan. Benar-benar menyebalkan.

4. Frankenstein, Mary Shelley

Saya suka kombinasi novel horor dan kisah cinta. Selain Dracula, Frankenstein merupakan bagian dari kombinasi kesukaan saya itu. Bagi saya, novel horor tanpa kisah cinta kehilangan daya cekamnya; dan novel cinta tanpa horor … hanya jadi melankoli! Tentu semua orang sudah tahu ceritanya: Victor Frankenstein menciptakan manusia, dan manusia itu berubah menjadi monster penuh dendam. Saya tak suka pesan moral yang sering disangkut-pautkan dengan novel ini: berhati-hatilah dengan dampak negatif ilmu pengetahuan. Tapi ada yang lumayan oke dalam pesan moral seperti itu: ambisi ilmu pengetahuan, kemajuan, juga kadang mengorbankan orang-orang yang tercinta. Begitulah Victor Frankenstein harus kehilangan istrinya, Elizabeth Lavenza, dibunuh oleh monster yang diciptakannya sendiri.

5. The Idiot, Fyodor Dostoyevsky

Ini kisah orang baik yang hidup di tempat salah (ah, semua orang baik tampaknya akan salah hidup di muka bumi ini). Lyov Nikolayevich Myshkin, seorang pangeran yang biasa-biasa saja, jatuh cinta kepada Nastasya Filippovna. Saya gambarkan, Nastasya ini mestilah seorang “sosialita”. Gaul sana-sini dan dipuja seluruh lelaki. Karena sikapnya inilah, meskipun banyak orang mengaguminya, Nastasya selalu dilihat secara negatif … penuh iri dengki dan kecemburuan, dari lelaki maupun perempuan. Hanya Myshkin yang bisa mencintainya dengan tulus. Dan cinta yang tulus ini hanya bisa dilihat oleh seorang perempuan lain: Aglaya, saudara sepupu jauhnya. Dengan cara itulah, Aglaya juga sebenarnya jatuh cinta kepada Myshkin. Cinta mereka begitu sederhana dan polos … nyaris platonik. Ujung-ujungnya, ya, tak seorang pun memperoleh cinta. Pelajaran berharga: jangan terlalu tulus mencintai.

6. Anna Karenina, Leo Tolstoy

Kisah cinta Anna Karenina dan Alexei Kirillovich Vronsky, bagi saya serasa cinta anak muda yang menggebu-gebu … tak pakai otak dan asal sikat. Anna Karenina sudah punya suami dan anak, tiba-tiba jatuh cinta pada seorang tentara bernama Vronsky. Diam-diam mereka berhubungan dalam cinta yang menggelora, hingga punya anak. Petualangan mereka tak berhenti di sana … mereka kabur dan menjadi bahan gunjingan. Anna mencoba memperoleh surat cerai dari suaminya, tapi tak pernah memperolehnya. Dan apakah Vronsky memang seberharga itu untuk Anna? Entahlah … sama seperti cinta monyet yang ujung-ujungnya agak dikenang agak disesali … Anna Karenina akhirnya memutuskan melemparkan dirinya ke hadapan lokomotif yang melaju. Hal menyebalkannya, barangkali kita semua pernah mengalami, atau berhasrat, memiliki cinta yang konyol dan tragis macam begini.

7. A Farewell to the Arms, Ernest Hemingway

Saya selalu teringat bagian akhir novel ini: I was like saying good-bye to a statue. After a while I went out and left the hospital dan walked back to the hotel in the rain. Yang ia sebut mirip “patung” itu tak lain mayat kekasihnya yang baru saja hamil, Catherine. Si aku, Henry, meninggalkannya dengan kalimat di atas, begitu enteng, lega, penuh kebebasan. Ya, setelah terbebas dari peperangan dan nasib yang tak menentu, lalu tiba-tiba mengetahui kekasih hamil, apalagi jika tidak mengembuskan napas penuh kebebasan begitu menyadari kekasih mati? Dan tentu saja bayi itu! Huh … memang lelaki tak bertanggung jawab. Mau enaknya. Tapi itulah gaya cinta Hemingway. Ia mengangkat hasrat terdalam setiap manusia … mau enaknya.

8. Snow Country, Kawabata Yasunari

Sebuah novel yang tampak sederhana, tapi tidak sederhana. Banyak orang membandingkannya dengan haiku. Ini bukan cinta sebagaimana umumnya: Shimamura seorang lelaki kota, datang ke kota peristirahatan di tepi gunung dan berhubungan dengan dua geisha: Komako dan Yoko. Hubungan yang pada dasarnya antara pelanggan-langganan, yang semestinya sederhana, menjadi tidak sederhana. Baiklah, lebih tepatnya, ini novel tentang “bukan cinta”. Atau ungkapan yang lebih tepat: ketiadaan cinta. Kosong, sunyi, hampa. Tiga orang ini sama-sama mencari “kehangatan”, mencari cinta … tapi yang mereka temukan hanyalah kesadaran bahwa mereka tak memiliki kemampuan untuk merasakan hal itu. Sedih, ya?

9. Lolita, Vladimir Nabokov

Adakah cinta yang lebih menghebohkan daripada cinta yang “tak patut”? Semacam ayah kepada anak? Humbert Humbert jatuh cinta kepada gadis dua belas tahun bernama Dolores Haze. Lolita sebenarnya nama rekaan Humbert, seorang novelis. Dolores mengingatkanna kepada Lolita dan mulai memanggilnya dengan nama itu. Humbert tinggal di rumah Lolita, dan menikahi ibunya Lolita yang janda (dan cinta mati kepadanya) hanya “agar bisa tetap dekat dengan Lolita”. Si ibu akhirnya mengetahui rahasia ini melalui catatan harian Humbert, dan mati secara memilukan. Humbert membawa Lolita keluar kota, menginap di hotel dan memberinya pil tidur … ternyata tak mempan. Di luar dugaan, Lolita mau bercumbu dengannya. Baru kemudian ia sadar, dirinya bukan kekasih pertama Lolita kecil. Ah ….

10. Scarlet Letter, Nathaniel Hawthorne

Hester Pyrnne digiring ke penjara dengan bayi perempuan dan tanda “A” menempel di tubuhnya. Tanda “A” itu merujuk kepada Adultry, dosa karena berzinah. Semuanya berawal dari rencana kepindahan Hester dan suaminya, ke Amerika. Hester dikirim terlebih dahulu, tapi suaminya ternyata tak kunjung tiba. Sementara menunggu suaminya datang, Hester terlibat hubungan asmara dengan seorang lelaki hingga memiliki anak. Ia tak pernah mau mengakui siapa lelaki itu, dan menanggung sendiri “hukuman” tersebut. Cinta kadang membuat seseorang begitu keras kepala. Entah dorongan apa, seperti Hester, kadang-kadang orang mau menderita karena cinta. Dan kalau boleh disimpulkan: cinta itu sumber semua penderitaan. Waduh!





31 thoughts on “Valentine: 10 Novel Cinta Paling Menyebalkan

  1. Sepuluh novel cinta yang paling menyebelkan versi saya, karena memang menyebalkan:

    1. Mad Love (Andre Breton)
    2. Red and Black (Stendhal)
    3. Madam Bovary (Flaubert)
    4. Doctor Zhivago (Boris Pasternak)
    5. Lady Chatterly’s Lover (Lawrence)
    6. Kitchen (Banana Yoshimoto)
    7. Romeo and Juliet (Shakespeare)
    8. The Piano Teacher (Jelinek)
    9. Beware of Pity (Stefan Zweig)
    10. Exit Ghost (atau The Dying Animal, Philip Roth)

    Dalam urutan dari paling toleran ampe yang paling menyebalkan. Beware of Pity mungkin bisa di urutan paling bawah, tapi novelnya masih lebih sopan daripada punya Roth!!!

  2. the most annoying:

    Little Prince (Exupery)

    the most disturbing:

    a dialog from The Sand Man Comic (Neil Gaiman) no 65

    Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you so vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means someone can get inside you and mess you up. You build up all these defenses. You build up a whole armor, for years, so nothing can hurt you, then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life… You give them a piece of you. They didn’t ask for it. They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore. Love takes hostages. It gets inside you. It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like ‘maybe we should be just friends’ or ‘how very perceptive’ turns into a glass splinter working its way into your heart. It hurts. Not just in the imagination. Not just in the mind. It’s a soul-hurt, a body-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain. Nothing should be able to do that. Especially not love. I hate love.

    said by the character “Rose Walker”

    peace!

  3. Pingback: 10 Novel “Menyebalkan” — Dunia Buku

  4. Pingback: Yoko dan Siau Liong Lie

  5. kalau ini sangat-sangat menyebalkan akyu “The Unbearable Lightness of Being” nya Milan Kundera…dan parahnya akyu gak tahu kenapa akyu sangat sebal dengan buku ini.. seperti akyu tak tahu kenapa akyu mencintai :p

  6. Pingback: Catatan-Catatan Dari Hati » Blog Archive » YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (9)

  7. Halo mas Eka, apa kabar? lama tak bertemu…cuma sesekali mendengar nama sampeyan di sebut di kedai mas Fais.

    what? Fais sekarang punya kedai?
    (ekakurniawan)

  8. Iya, Kedai Serba Ceker, di selokan Mataram itu Mas. Mampir2lah Mas………

    herlinatiens:
    wah, asyik tuh. aku penggemar ceker ayam, hehe. Kalo ke Yogya, ya!
    (ekakurniawan)

  9. Well, Othello (bkn novel sech..tp dramax Shakesp.) termasuk love story yg menyebalkan ..ceritanya ttg ketidak pedean seorang moor berkulit hitam who’s in love with desdemona, honorable lady.. saking tdk pdx, dia pcaya sj kl pasangannya selingkuh sampe tega mbunuh nyi desdemona..sadis! yup! ceritanya rada2 apartheid bwt jamannya.. tp pljaran plg bgsX : Not trusting the one you love is the worst betrayal of all..

    nice quote, hikmah!
    (ekakurniawan)

  10. yup setuju memang ada beberapa novel cinta menyebalkan yg agak2 mirip sih dgn pilihanku. Klo menurut pilihanku novel cinta paling menyebalkan itu:

    1. Anna Karenina (Tolstoy)
    2. Beauty and Sadness (Kawabata)
    3. Poor Folk (Dostoyevsky)
    4. Resurrection (Tolstoy)
    5. The Sorrows of Young Werther (Goethe)
    6. By the River Piedra I Sat Down and Wept (Coelho)
    7. On Love (Alain de Botton)

    duwh kayanya cuma segini doang deh…gapapa kan klo ga nyampe 10 hehehe

  11. well, sbnernya smua’a trmasuk novel2 bgus sih, tapi semua novel’a belum trknal. psti’a msih bnyak yg ngrasa asing ngeliat novel2 tsb.

  12. @linda, @maya
    itu hanya sekadar pilihan saya, sila membuat daftar sendiri. soal novel asing atau indonesia, saya sudah komentar di atas (setahun lalu!). saya penggemar penulis Indonesia, di antaranya Pramoedya (saya sampai membuat buku tentangnya) dan Kho Ping Hoo (saya bikin esai panjang di Kompas mengenai dia). Tapi jika menyangkut novel cinta-cintaan, saya terpaksa mengeluarkan mereka dari daftar (meskipun romansa Minke dan Annelis mungkin masih bisa dipertimbangkan). ini benar-benar pilihan atas dasar selera, yang saya enggak terlalu peduli dimana penulisnya dilahirkan dan menulis dalam bahasa apa.

  13. mNurut, w. . .
    cinta itu emNg sgL’Y. . .
    jd_ ok’ aj Tuh Tntg Novel cinTa dgn^
    bnyk kt’ brt’y yG pnTg Qt meNgerti..

  14. Mas, komentar lagi nih, ah!

    Novel cinta campur horor emang banyak, ya. Kalo novel cinta campur kekerasan ada nggak?

    O ya Mas, novel onlineku tinggal 4 bab lagi yg blum kposting. Koment lagi dong, aku suka komentarmu yg tegas n’ blak-blakan.

    Novelku memg sederhana, tapi ide-nya muahaaal banget loh. Klw dibaca slewatan keknya biasa, garing, melankolis. Tapi aku janji, kalo dah masuk ke dalam, bersiap-siaplah nrima banyak kjutan.(Wuuiiih!):-)

  15. aduuuuch……….sebenernya……………gitchu dech…………..yg paling aku suka ntu novelnya Vladimir Nobokov ttg Lolita. itu novel yang bikin aku penasaran abiz waktu liat and banyak diungkap ma banyak novel besutan luar negri. And say “hello”.

  16. Menurutku cerita novelnya menyenangkan dibaca,,,ndak menyeblkan lo…Keren bangetz,,,i’am like….

Comments are closed.