Oleh-oleh Buku (Bekas)

Seperti pergi ke manapun, saya selalu menyempatkan diri pergi ke toko buku, terutama keluar-masuk toko buku bekas. Selama di Tokyo, setiap kali saya jalan dan menemukan toko buku bekas, pasti saya masuk. Tapi kali ini saya tak begitu banyak membeli buku. Pertama, karena sangat jarang buku berbahasa Inggris. Kedua, harga bukunya hampir satu setengah hingga dua kali lipat di tempat lain. Meskipun begitu, saya sempat gembira ketika mengunjungi Tokyo University, saya menemukan sebuah toko buku bekas, dan saya menemukan dua buku. Pertama, adalah buku karya Clifford Geerz berjudul Negara. Ya, itu buku kajian mengenai Bali. Buku lainnya adalah kumpulan puisi Wislawa Szymborska berjudul View with a Grain of Sand. Total harga kedua buku hanya 900 Yen, lumayan murah. Ketika mengunjungi Ghibli Museum, saya baru tahu Animal Farm pernah menjadi film animasi. Maka ketika di satu toko buku bekas saya menemukan buku tersebut, saya juga membelinya. Cuma 70 Yen. Bersama buku itu, saya membeli satu buku drama karya Kurt Vonegut, Happy Birthday, Wanda June, 100 Yen. Saya mengenal Kurt Vonegut lebih sebagai novelis dengan gaya yang lucu serta sering mengangkat tema fiksi sains. Melihat buku dramanya, tentu saja saya jadi ingin membaca seperti apa jadinya. Oh ya, saya juga menemukan buku The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain. Mungkin buku ini jenis yang saya beli tapi tak akan saya baca (lagi), kecuali kebutuhan untuk mengkaji (siapa tahu?). 105 Yen. Buku bekas terakhir yang saya beli, juga cuma 105 Yen dan kondisinya bisa dibilang baru, adalah novel DBC Pierre berjudul Vernon God Little. Novel ini memperoleh The Man Booker Prize pada tahun 2003 lalu. Menjadi seorang pembaca buku, mengunjungi toko buku bekas dan menemukan buku asik berharga murah merupakan kebahagiaan luar biasa. Saya ingat, kegemaran berburu buku bekas ini dimulai ketika saya mahasiswa. Buku bekas pertama yang saya beli adalah novel Knut Hamsun berjudul The Wanderer. Novel itu sampai sekarang masih ada, meski keadaan bukunya tidak terlalu baik. Saya menemukan buku itu di gang kecil di belakang Malioboro, di Pasar Kembang. Selain buku-buku itu, sebenarnya ada dua buku lain yang saya bawa dari Tokyo. Keduanya buku baru dan saya beli karena tidak (belum) ada di Jakarta. Pertama, buku titipan: novel baru Philiph Roth berjudul Indignation. Kedua, Snakes and Earrings karya perempuan penulis Jepang kelahiran 1983 bernama Kanehara Hitomi. Novel itu meraih Akutagawa Prize. Saya membaca buku itu di pesawat dalam perjalanan dari Denpasar ke Jakarta, dan menyelesaikannya di dalam bus bandara. Menurut dua teman Jepang, kemenangan Kanehara Hitomi dianggap sebagai “skandal”. Mereka menduga kemenangannya juga diwarnai oleh kecenderungan selebritisasi sastra. Mereka bahkan menyamakannya dengan gejala “sastrawangi” di Indonesia. Selain masih muda, penulisnya juga cantik (fotonya bahkan dicetak besar di balik sampul belakang). Apalagi tema novel itu juga penuh adegan seks yang blak-blakan. Meskipun begitu Snakes and Earrings, bagi saya juga cukup asyik. Saya menikmati alur ceritanya yang tanpa tendensi arah. Ada novel-novel dimana kita diberi semacam foreshadow sehingga kita bisa membayangkan akan dibawa kemana. Novel ini tidak seperti itu, ia mengalir dari satu adegan ke adegan lain. Di luar itu, saya juga menikmati dialog-dialognya yang cerdas, humor yang lumayan mencengangkan bagi seorang penulis muda.





12 thoughts on “Oleh-oleh Buku (Bekas)

  1. binatangisme kalau gak salah terjemahan mahbub djunaidi. no body’s boy-nya hector malot diterjemahkan menjadi sebatang kara (oleh idrus kalau saya gak salah ingat). iya, menurutku lucu juga judul2 terjemahan. kalau bukan sebatang kara, kira-kira apa lagi padanan yg pantas untuk no body’s boy? :)

  2. bisa saya tahu siapa penerbit terjemahan petualangan tom sawyer? saya punya yang versi penerjemah abdoel moeis 1928, jokolelono 1973, kalo ada yang lain saya boleh beli atau difotokopi untuk bahan penelitian saya.trims. -Arie-

  3. kalo ada yang punya buku terjemahan The Adventures of Tom Sawyer, selain versi Abdoel Moeis (1928) dan Djokolelono (1973), say mohon diberitahu lewat 081315453820 atau e-mail: andrasyah@yahoo.com

  4. arie:
    aku sendiri baca buku itu udah lama sekali. kalo enggak salah terbitan Balai Pustaka (bukankah itu yang terjemahan Abdoel Moeis?, yang ada embel-embel “Anak Amerika”-nya?). buat teman-teman yang lain, kalau ada yang tahu versi terjemahan dan penerbit yang berbeda, sila memberitahu Arie.

  5. Petualangan HUckleberry Finn edisi Indoensia itu diterjemahkan oleh Djokolelono. Penerbitnya sama Pustaka Jaya. Itu di tahun 1973 yang cetakan terakhirnya sekitar tahun 2003. Sekarang sudah ada penerbit baru yang menerbitkankannya yaitu Penerbit Narasi dari Yogyakarta. demikian.

  6. Di Indonesia buku2bekas juga banyak diperjual belikan….
    Salah satunya adalah secara online seperti yang tersedia di blog kami. Selamat berkunjung

  7. Di toko buku bekas memang kadang tak terduga bisa menemukan buku2 yang lama yg sulit dicari. Bagi yang pingin mencari buku2 bekas silahkan berkunjung di web kami

    http://www.tokobukuantikdanbekas.com

    Disini banyak tersedia buku2 kuno terbitan tahun 1950-an bahkan ada yang jauh sebelum tahun 50-an…… coba dech

Comments are closed.