Sastra Indonesia di Koran Italia

koran-italy

Ini tulisan saya di koran Italia, Corriere della Sera (suplemen “La Lettura”), sejenis pengantar ringkas kesusastraan Indonesia untuk pembaca Eropa. Terbit Minggu, 11 Oktober 2015, tulisan ini dimaksudkan untuk mengiringi Frankfurt Book Fair, di mana Indonesia hadir sebagai tamu kehormatan. Inti tulisan itu kira-kira: (1) Bahasa dan sastra Indonesia dibangun dari reruntuhan sejenis Menara Babel: ada begitu banyak bahasa yang kadang-kala satu dan lainnya tak saling mengerti. (2) “Indonesia” merupakan imajinasi yang terus dibangun, kadang dengan kekerasan: perang 12 tahun melawan Negara Islam Indonesia, pembantaian ratusan ribu simpatisan komunisme, pencaplokan Timor Leste, termasuk kekerasan di Papua hingga hari ini; kadang dengan beradab: melalui bahasa dan kesusastraan. (3) Kesusastraan modern Indonesia dibuka dengan maklumat bahwa “Kami ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia”, dan sekarang barangkali saatnya Indonesia membayar utang (warisan) tersebut kepada dunia. Sastra Indonesia sedang menjadi perhatian! (Photo: Riccardo Barbagallo).

Corat-coret di Toilet, Kompas

Kompas, 9 Juni 2014

Kompas, 9 Juni 2014

“Kelihaian Eka Kurniawan bercerita tampak ditopang oleh sudut pandang dirinya terhadap drama kemanusiaan […] Menariknya, penulis mampu menyelipkan humor segar yang tetap kuat terjalin dengan bagian-bagian lain.”
– Yohanes Krisnawan, Kompas

Kliping Ulasan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”

Jawa Pos, 1 Juni 2014

Jawa Pos, 1 Juni 2014

Dua ulasan di koran mengenai novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Pertama, “Ajo Kawir dan Kisah Cinta yang Brutal” oleh Anton Kurnia, dimuat di Jawa Pos, 1 Juni 2014. Kedua, “Pendobrakan Bahasa Tabu ala Eka”, oleh Heri CS, dimuat di Suara Merdeka, 24 Agustus 2014. Baca juga ulasan di Midjournal: “Seperti Dendam, Novel Ini Harus Dibaca Tuntas” oleh Ricky Pradita Rikardi.

Artikel dari Berita Harian

Berita Harian, 7 Juli 2014

Berita Harian, 7 Juli 2014

Ini merupakan kliping dari koran Berita Harian, Malaysia, tentang acara Borak Buku yang saya ikuti tanggal 23 Juni 2014 lalu. Versi pdf artikel tersebut bisa dibaca di Scribd. Terima kasih untuk Wan Nor Azriq dan Ainunl Muaiyanah untuk kiriman kliping ini. Sila baca pula ulasan terbaru tentang novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dan Corat-coret di Toilet: