Saya sering membaca seseorang membuat sejenis panduan dari mana harus membaca karya-karya seorang penulis yang meninggalkan begitu banyak karya, dan tampaknya semua karya itu penting untuk dibaca. Karena beberapa hari lalu saya menulis tentang Knut Hamsun, izinkan saya berbagi panduan (menurut saya) untuk memasuki dunia penulis Norwegia ini.

Sangat Penting Dibaca

Kategori pertama, tentu saja buku-buku yang menurut saya penting untuk dibaca. Untuk para pembaca yang baru mengenalnya maupun untuk para pembaca yang tak berminat membaca seluruh karyanya. Di kategori ini saya cenderung meletakkan novel-novel awalnya, terutama yang terbit di akhir abad ke-19, sebab di masa-masa itulah puncak kreativitasnya meledak. Ada banyak karya di masa ini (apa boleh buat, ia sangat produktif, dan panjang umur), Anda bisa membolak-balik urutannya. Saya hanya akan memilih tiga judul saja yang benar-benar harus dibaca: Hunger, Pan, dan Mysteries. Untuk dua novel pertama, ada terjemahan bahasa Indonesia karya Marianne Katoppo. Jika orang membayangkan karakter penulisan Knut Hamsun, bisa dipastikan sebenarnya datang dari novel-novel ini. Saya membayangkan novel-novel ini merayakan apa yang disebut oleh Milan Kundera sebagai “the lyric age”. Sebagai perayaan atas “aku”, atas keragu-raguan Cartesian, dan terutama perayaan atas usia muda. Membaca karya-karya ini kita akan merasakan pengaruh yang kuat dari Dostoyevsky, tapi perbedaannya sebagaimana kelak ditunjukkan oleh Isaac Bashevis Singer (fans paling berat), dalam karya-karya Hamsun, kita melihat tokoh-tokoh yang tak berakar (tak peduli ia menggelandang di jalanan Christiania) sementara di karya Dostoyevsky akar masyarakat Rusia sangat erat merekat ke tokoh-tokohnya.

Penting Dibaca

Jika masih punya hasrat untuk mengenalnya lebih jauh, tentu saja saya sarankan untuk membaca Growth of the Soil. Di waktu saya masih pengangguran dan hidup terasa lebih membosankan, saya pernah mencoba menerjemahkan novel ini. Hanya sanggup sampai bab 11, tapi saya masih menyimpan arsip terjemahan itu sampai sekarang. Novel inilah yang menjadi alasan Akademi Swedia menganugerahi sang penulis dengan Nobel Kesusastraan. Novel ini merupakan titik perubahan kepengarangan Hamsun. Jika di karya-karya awalnya ia menampilkan sejenis lirisisme, perayaan atas aku, melalui novel ini Hamsun mulai melirik ke arah novel epik. Kita melihat tokoh-tokoh yang memiliki relasi dalam tatanan sosial, dan semakin sedikit penjelajahan ruang dalam jiwa manusia. Saya tak menganggap novel ini sebagai karya terbaiknya (meskipun banyak yang mengatakan begitu), tapi di antara novel-novel epiknya (dan yang tebal-tebal), tentu saja ini yang terbaik.

Untuk Pencinta Sastra

Untuk sebagian besar orang, membaca empat novel Hamsun di atas saya rasa cukup. Tapi jika Anda seorang pencinta sastra, memiliki banyak waktu luang dan menghendaki karya yang baik, saya akan melanjutkan daftar rekomendasi di kategori ini. Daftar ini akan berisi beberapa novel yang sama bagusnya dengan novel-novel di atas, atau setidaknya nyaris berada di level yang sama. Tapi karena dalam banyak hal novel-novel ini memiliki kemiripan (tema, gaya), maka saya simpan di sini. Membaca novel seperti Victoria dan Dreamers, kita akan menemukan kualitas-kulitas yang kita temukan di karya-karya awalnya. Bahkan novel-novel ini, dalam banyak hal mengingatkan kita kepada Pan.

Untuk Penggemar Hamsun

Jika Anda memantapkan diri sebagai penggemar Hamsun, tentu saja Anda harus terus melaju membaca karya-karya “minor” lainnya. Sebagai salah satu penggemar Hamsun, saya sudah melewati bagian ini. Bahkan melalui novel-novel minornya, kita bisa belajar banyak hal. The Wanderer, merupakan salah satu novelnya di kategori ini yang sering saya baca ulang hanya karena satu hal: ia mengajari saya menulis deskripsi dengan indah dan tak membosankan. Salah satu harta-karun untuk menulis dengan pendekatan “to show”. Tentu ada karya-karya lain, kebanyakan dari tradisi epik yang lahir di awal abad ke-20, seperti The Women at the Pump, The Wayfarers, dan The Ring is Closed. Selain itu ada satu kumpulan cerita pendek (sesuatu yang langka, karena Hamsun tampaknya lebih senang menulis novel), Tales of Love and Loss.

Untuk yang Sinting

Seperti saya bilang di atas, Knut Hamsun berumur panjang (lewat 90 tahun) dan produktif menulis. Jadi ada banyak karyanya di luar yang sudah saya sebut di atas. Jika karya-karya tersebut telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, sudah pasti susah menemukannya. Dalam hal ini termasuk dua jilid kumpulan surat-suratnya. Apakah Anda cukup sinting untuk memburu karya-karya yang tersisa ini?