Eka Kurniawan

Journal

Tag: Cantik Itu Luka (page 1 of 3)

Ljepota je njezina rana is Croatian edition of Cantik Itu Luka/Beauty Is a Wound. Just released recently by Znanje.

Just received cover image of Kauneus On Kirous. This is Finnish edition of Cantik Itu Luka/Beauty Is a Wound, expected publication in August 2017 by Gummerus.

Mustikowati: Buku pertama yg saya baca adalah Cantik itu Luka. I’m so impressed. Saya lanjutkan dengan Lelaki Harimau, S.D.R.H.D.T, dan O. Satu yg terasa beda adalah penggunaan kata “tidak” pada C.I.L anda ubah menjadi “enggak” pada novel-novel selanjutnya. Mengapa? (because I prever the first one😊). Terima kasih.

Bagi saya sesederhana itu merupakan bagian dari perubahan luas antara era Cantik Itu Luka/Lelaki Harimau (sila perhatikan kembali novel ini) ke era Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas/O yang terentang hingga 10 tahun. Mengapa? Karena itu hanya satu persoalan dari banyak hal yang menarik hati dan pikiran saya, pembicaraannya akan luas sekali. Tapi bisa kita persempit di kata “tidak” dan “enggak” saja, sesuatu yang sebenarnya pernah saya bicarakan di jurnal ini: sementara pada dasarnya saya masih mempergunakan kata “tidak” di sana-sini, pada saat yang sama saya enggak mau membunuh “enggak”. Ini sejenis diplomasi kecil, tentang kata-kata yang seringkali harus dibunuh hanya karena kebakuan, aturan, atau bahkan sopan-santun.

(dari Tanya dan Jawab)


Skjønnhet er et Sår is Norwegian edition of Cantik Itu Luka. Published by Pax Forlag, translated by Hedda Vormeland.

CnZ6fGXXEAAeTBm

Schoonheid is een vloek (Dutch version of Cantik Itu Luka) review from NRC Handelsblad.

Dua resensi Schoonheid is een vloek (Cantik Itu Luka) diterjemahkan dengan baik hati oleh Joss Wibisono dari dua koran Belanda: “Tjantik itu luka mengandung ramuan chusus” (oleh Wim Bossema, de Volkskrant), dan “Eka Kurniawan mengikuti djedjak Rushdie dan Márquez” (oleh Emilia Menkveld, Trouw).

resensi_o_kompas

Sila baca “Antitesis Cinta Monyet”, resensi Tenni Purwanti untuk novel O, di Kompas hari ini, 2 Juli 2016. Foto oleh: @sastragpu.

Juga resensi Cantik Itu Luka (Schoonheid is een vloek) untuk edisi Belanda: “Schoonheid is een vloek heeft een speciale gekruidheid” di harian pagi de Volkskrant.

Hadiah Lebaran juga meliputi hak terjemahan Cantik Itu Luka ke bahasa Ibrani, akan diterbitkan oleh Shocken Publishers.

Truk “Cantik Itu Luka” Keempat

truk-cil-2016

Pernah ada orang bertanya, apa “pencapaian” terbesar dalam karir saya sebagai seorang penulis? Jawaban saya: melihat judul novel saya di badan truk.

Ini truk keempat yang saya lihat fotonya, dengan “Cantik Itu Luka” di badannya.
Foto diperoleh dari laman milik Muhammad Anang Pambudi.

Novel ketiga saya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, juga merupakan tribut untuk penyair jalanan yang menuliskan karyanya di badan truk.

“… menurut saya Cantik Itu Luka tak mampu mengoptimalkan kekayaan bahasa tulis. Cantik Itu Luka seolah tidak menyadari bahwa bahasa tulis memberikan kemungkinan-kemungkinan terjauh dalam sebuah karya sastra.”

Cantik Itu Luka Sepuluh Tahun Kemudian” oleh Muhamad Aqib, Qureta.com.

Dua Buku, Sampul Baru

lh-sdrhdt-cet3

Cetakan baru Lelaki Harimau dan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (ketiga), dengan sampul baru, sudah bisa diperoleh di toko buku terdekat, atau toko buku daring. Cetakan baru Cantik Itu Luka (kedelapan) juga sudah bisa diperoleh, meskipun tidak dengan sampul baru.

sdrhdt-drawing

Ini gambar ilustrasi untuk sampul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang baru, ketika sedang dikerjakan.

Older posts

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑