Eka Kurniawan

Journal

Prangko

20140215-124657.jpg

Paket kiriman dari Malaysia. Wow, kalian masih mempergunakan prangko? Kagum. Saya hampir belasan tahun tak menerima paket/surat dengan prangko. Isi paket adalah dua buku karya dua penulis muda Malaysia. Saya rasa mereka akan menjadi salah dua yang menonjol dalam kesusastraan mereka di tahun-tahun mendatang. d.u.b.l.i.n., novel karya Wan Nor Azriq dan Serangga di dalam Kepala, kumpulan cerita karya Roslan Jomel. Keduanya belum lama memperoleh penghargaan untuk novel dan cerpen terbaik.

2 Comments

  1. Bravo Wan Nor Azriq & Roslan Jomel!

  2. Pranko, surat dan pak pos ! betapa saya kangen semuanya. maka saat saya di Red City, Malaka, Nop. yl, saya memborong postcard gambar Malaka dan seperti gendheng saya menulis banyak2 ke temen2 yg pasti sudah menertawai kegendhengan ini karena ” kok nganggur” nulis2 dan mengeposkan seperti itu dijaman email dll hanya sedetik terkirim! ndakpapa dibilang gendheng, sebab sebuah kerinduan itu memlintir hingga terperas semua rasa, yakni saat saat menunggui pak pos tercinta membawa kabar buat kita. lho kan, yang dicintai akhirnya pak pos nya, bukan surat/ paketnya ini karena saking kagennya menunggu berita sampai terjadi yg namanya ” transfer of feeling ” ( ini istilah saya sendiri lo jangan di cari2 di kamus manapun ngga akan ada ) . lha ternyata postcard2 tadi mengundang reaksi temen yg menerima karena datangnya pada akhir Januari lha kirimnya dari Malaka itu nopember 2013 haha, betapa ajaibnya!inilah eksperimen saya tentang ” pranko, surat, paket, pak pos ” dijaman klak klik ini, ternyata memang sempat di tunggu2 lha wong saya setiba kembali di Malang saya tanya ” sudah terima postcardku?” dan hahaha semuanya menjawab belum dan penasaran akan tibanya sang postcard, lho, masih banyak yg merindukan to ya? selamat mas eka !

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑