Eka Kurniawan

Journal

Dua Buku

20140306-155653.jpg

Senang melihat tulisan saya dalam bentuk buku. Bagaimanapun juga, saya masih seorang grafomania. Setelah 14 tahun, Corat-coret di Toilet akan kembali terbit. Setelah 10 tahun tidak menerbitkan novel, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan menjadi novel ketiga saya. Kamu bisa memperoleh novel itu (buku, bukan manuskrip) sebelum resmi beredar. (Maaf, kesempatan ini sudah ditutup).

10 Comments

  1. asik! yang ditunggu2 akhirnya datang juga… ngga sabar nunggu bulan April! selamat mas Eka! :D

  2. Mau nanya, Mas. Cinta dan Demit-demit Lainnya, hasil terjemahanmu, diterbitkan penerbit apa, Mas? Mas Eka masih punya stoknya?

    • @musasmito:
      Tak pernah diterbitkan. Dulu harusnya diterbitkan satu penerbit, tapi kemudian penerbit itu dijual oleh pemiliknya. Beberapa teman pernah punya copy-nya, tapi saya lupa siapa saja.

  3. Kalau Metamorphosis, Cannery Row, Catatan Harian Adam dan Hawa, Mas? Saya sedang belajar menulis sastra, Mas. Jadi saya butuh karya-karya bermutu seperti itu. Saya sedang mengumpulkan karya-karya terjemahan. Maklum, saya tidak begitu menguasai bahasa Inggris. Jika Mas Eka punya copy atau stok buku-buku itu, saya berkenan membelinya.

    • @musasmito:
      Maaf, bahkan aku pun sudah tak punya buku-buku itu untuk sekadar arsip. Buku-buku itu terbit lebih dari 10an tahun lalu.

  4. lelaki harimau, cinta tak ada mati, dan gelak sedih nyusul cetak ulang juga dong kak :-)

    • Lelaki Harimau dan Cantik Itu Luka awalnya akan dicetak ulang Maret, tapi karena kehadiran novel baru, diundur setelah ini. Kemungkinan besar Mei, 2014. Gelak Sedih dan Cinta Tak Ada Mati menyusul, tapi tidak dalam waktu dekat. Begitu juga satu-satunya buku non-fiksi saya, Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis.

  5. tabula rasa, genesis, dan larutan senja sekalian kak :)

  6. Membaca tulisan Kak Eka mengenai buku-buku yang akan dicetak ulang rasanya seperti mendapat sms dari gebetan. Hahaha…

    Omong-omong, kemarin Kak Eka kenapa langsung pulang dari ASEAN LitFest? Padahal aku sengaja datang ke acara itu hanya untuk bertemu Eka Kurniawan dan menghadiri diskusinya. Walaupun sayangnya Kak Eka tidak banyak bicara karena memoderasi. Hiks… Selama satu jam saya menunggu, lalu kelihatannya Kak Eka benar-benar sudah tidak di situ lagi, maka saya pulang.

    • @selebvi:
      Iya, maaf. Aku memang langsung pulang. Sabtu-Minggu biasanya emang lebih suka di rumah. Tapi hari lain aku sering keliaran di sana, soalnya aku ngantor di situ :-)

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑