Eka Kurniawan

Journal

Akhirnya …

20140502-153928.jpg

What doesn’t kill me, makes me stronger.
– after Nietzsche.

Rilis: 19 Mei 2014.

9 Comments

  1. Saya tadi malem berburu buku ini di TB Gramedia Citraland. Telepon ke TB Puri Indah, juga gak ada. Tetapi, stok di komputer toko kosong. Buku baru kok stoknya kosong? Atau memang belum “nangkring” sempurna di rak-rak toko buku?

  2. officially terbitnya sama dengan ulang tahun aku. yeiy.

  3. Sore ini, ketika datang ke Kampus saya di bilangan Cempaka Putih, Jaktim, ada paket kecil menunggu di Pos Satpam. Membukanya dan menemukan bahwa itu adalah SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS, bukan bukunya, tetapi judulnya mengorek-ngorek memori di batok kepala saya. Terima Kasih atas kirimannya, Mas Eka Kurniawan :)

  4. “Mbak Sel, ada paket. Sepertinya dari Gramedia,” kata petugas resepsionis.

    Di lobby kantor, saya lonjak-lonjak kegirangan. Akhirnya bisa baca novel Eka Kurniawan. Kata seorang teman, “Kayak orang gila lu. Itu kan cuma buku,” melihat saya tak henti-hentinya mesam-mesem dan mengelus-elus buku itu dengan kasih sayang.

    Terima kasih banyak, Kak Eka ^.^

  5. mas eka, saya ingin menanyakan beberapa hal tentang “seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas:”

    apakah penggunaan kata ‘kuntul’ di halaman 5 sengaja digantikan ‘kontol’ di halaman 35?
    apakah pemenggalan kata ‘menggoyang-goyangkan’ menjadi ‘menggoy-ang-goyangkannya’ di halaman 40 merupakan kesalahan penyuntingan?
    dan saya cukup penasaran dengan teknik pemenggalan ‘mengirim-inya’ di halaman 88, apakah seharusnya begitu?

    karena saya pernah membaca http://ekakurniawan.com/blog/kata-kata-yang-dibunuh-5045.php, saya duga kata ‘sanggama’ akan diberikan kesempatan untuk hidup –tanpa harus takut disebut vulgar– tetapi kenapa justru kata ‘persetubuhan’ mendapatkan kesempatan lebih unggul untuk tampil di novel ini?

    dan saya ingin menyampaikan ucapan selamat untuk penerbitan novel ini.

    terima kasih.

    • @rizal:
      Saya hanya akan menjawab hal teknis: “menggoy-ang” jelas itu kesalahan pemenggalan di layouter. Maaf. “mengirim-inya” menurut saya benar, sebab kata dasarnya “kirim”: me(ng)+kirim+i+nya.

  6. Mas eka, terima kasih telah menulis ‘seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas’. Saya tahu ini bukan buku humor, tetapi sungguh saya tertawa dibanyak bagian buku ini. Saya suka mono ompong dengan imajinasinya dan ajo kawir dengan mimpi basahnya. Mimpi basah mas eka meyaingi mimpi basah murakami.
    Ini salah satu buku terbaik terbitan 2014 versi saya. Sewaktu membeli buku ini saya mendapati stiker 21+, apakah memang untuk 21 tahun keatas?

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑