˙pǝʌɹǝsǝɹ sʇɥƃıɹ ǝɯos… ıpnɐs :ɥǝlo oʇoɟ

˙ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɥoʇuoɔ nʇɐs uɐʞɐdnɹǝɯ ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ ¿uɐʞnq ‘ɹɐuǝq ˙ɐɔɐqıp ƃuɐdɯɐƃ ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐpɐdıɹɐp ɐɔɐqıp ɥɐsns ɥıqǝl ƃuɐɯǝɯ ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ :ɹɐuǝq sɐlǝɾ lɐɥ nʇɐs ıdɐʇ ‘ƃuɐdɯɐƃ ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐpɐdıɹɐp snƃɐq ɥıqǝl ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐʍɥɐq ɐʇɐʞɹǝq uıƃuı ʞɐʇ ɐʎɐs ¿ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ ɐɹɐɔ uɐƃuǝp sılnuǝɯ ɐsıq nɐlɐʞ ƃuɐdɯɐƃ ɐɹɐɔ uɐƃuǝp sılnuǝɯ snɹɐɥ ɐdɐuǝʞ
baca selengkapnya »

 


Sampul Buku Demonstran Sexy 

Di sela urusan tulis-menulis, jika memperoleh waktu luang ada dua hal yang saya suka lakukan: membuat grafis dan mengutak-atik internet (dari sekadar browsing sampai membongkar kode PHP). Soal grafis, saya memang pernah sekolah desain grafis (selain kuliah filsafat) waktu di Yogyakarta. Soal internet, saya tanya-tanya ke teman dan rajin membaca artikel-artikel manual yang bertebaran — tapi jangan sekali-kali menganggap saya pinter soal ini karena kenyataannya memang jauh dari pinter.

Buku-buku awal saya, (Cantik itu Luka versi penerbit Jendela, Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis semua versi tiga penerbit, Corat-coret di Toilet) saya bikin sendiri sampulnya. Buku orang lain yang pernah saya bikin, sejauh yang saya ingat: Air Kaldera (Joni Ariadinata), Beatniks dan Puisi-puisi Lainnya (Nuruddin Asyhadie), Orang-orang Proyek (Ahmad Tohari — versi Penerbit Jendela), Sebuah Kitab yang Tak Suci (Puthut EA) dan belum lama ini buku puisi baru Binhad Nurrohmat, Demonstran Sexy. Saya juga membuat ilustrasi untuk sampul dan isi buku kumpulan cerpen Ratih Kumala, Larutan Senja.
baca selengkapnya »

5 April 2008 » Baru pulang nonton film Three Kingdoms: Resurrection of the Dragon (2008) di Semanggi 21. Tadinya saya pikir ini film Sam Kok (Kisah Tiga Kerajaan) yang terkenal itu, ternyata hanya sejenis sempalan yang tak mengasyikan. Ya, memang sih, Sam Kok bakalan kelewat panjang kalau mau dibikin utuh. Untunglah ada si cantik Maggie Q. Selebihnya, saya masih mau nunggu Sam Kok versi lain yang dibikin oleh John Woo berjudul Red Cliff. Oh ya, saya juga nunggu duet maut Jet Lee dan Jackie Chan dalam The Forbidden Kingdom. Seru, nih, banyak film wuxia. Hehehe ... (Baca Komentar: 1)
4 April 2008 » Gara-gara film "Fitna" karya Geert Wilders yang menghubung-hubungkan ayat Al-Quran dan serangan teroris, Pemerintah Indonesia berencana memblokir YouTube. Saya sendiri tak peduli dengan film "Fitna" yang saya anggap sebagai ketololan Wilders (tolol karena di satu sisi ngomong "free speech", di sisi lain mau banned Al-Quran). Tapi kenapa ujung-ujungnya YouTube? Mau membuang kulkas gara-gara sepiring nasi basi? Harap tahu, video "Fitna" tak hanya ada di YouTube, tapi juga di: Google Video, Clipser, Yahoo Video, MySpace, LiveLeak, dan barangkali situs-situs lain. Gimana Pak Menteri, apa enggak sekalian blokir internet saja, lah? Biar bodoh sekalian kita semua, oke?

Update (5/4/08):

Pokoknya saya enggak akan milih SBY maupun Jusuf Kalla sebagai presiden! Tidak untuk siapa pun yang enggak pro-internet!

Update (9/4/08):

Provider internet saya sudah resmi memblokir YouTube. Tapi saya masih bisa mengakses situs tersebut melalui website vtunnel.com. Hehehe: selalu ada cara melawan tirani dan kebodohan! (Baca Komentar: 2)
"Get in the Ring" - 31 March 2008 »
Untuk ukuran lagu Guns N' Roses yang barangkali hanya dikenal penggemar berat GN'R, anak-anak muda dalam video ini layak diacungi jempol untuk usaha cover version mereka yang meyakinkan dalam menyanyikan "Get in the Ring"! (Baca Komentar: 1)
30 March 2008 » Dua hari lalu, Mirna, editor saya dari Gramedia menelepon: menagih janji untuk mengirimkan naskah lengkap novel ketiga saya: Malam Seribu Bulan. Sebenarnya sudah saya kirim bab pertama, tapi masih ada sembilan belas bab lainnya bertahan di komputer saya. Meskipun begitu, saya janji novel itu sudah akan saya kirim kepadanya (di antara 30 hari) bulan April ini. Ugh, kalau dihitung-hitung, novel ini sudah berumur hampir empat tahun saya tulis! Mudah-mudahan hasilnya tidak mengecewakan dan saya tak lagi melanggar janji untuk menerbitkannya pertengahan tahun ini. Dukung, ya! (Baca Komentar: 3)
29 March 2008 » Saya menambah kategori baru di blog ini bernama Video. Kategori ini ada di bagian bawah halaman blog, berisi video-video (pendek) pilihan saya. Minggu-minggu ini saya sedang senang memasukkan video-video dari proyek bernama To Each His Cinema (2007). Ini proyek dalam rangka perayaan Festival Cannes yang keenam puluh, diproduseri oleh Gilles Jacob. Seluruhnya terdiri dari 33 film pendek dari 35 sutradara papan atas, semua berbicara mengenai sinema. Selamat menonton! (Baca Komentar: 0)
To Each His Cinema 3:
"One Fine Day" karya Takeshi Kitano
- »
Satu lagi film dari proyek To Each His Cinema. Kali ini berjudul "One Fine Day" karya Takeshi Kitano. Sejujurnya saya baru sekali menonton film Kitano, yakni sebuah remake berjudul Zatoichi. Dan ini tentu saja ada hubungannya dengan kegemaran saya menonton film silat/samurai. Sebelum menonton Zatoichi versi Kitano (selain menyutradarai, Kitano juga berperan sebagai Zatoichi), saya juga pernah menonton Zatoichi versi yang lebih tua (ada beberapa seri). Zatoichi versi lama dibuat oleh sutradara yang berbeda-beda, tapi selalu diperankan oleh Shintaro Katsu. Baru pada tahun 1989 Shintaro Katsu menyutradarai (dan tetap berperan) sendiri Zatoichi versinya. Eh, kok ngomongin Zatoichi, sih? Hehehe ... mending sila nonton langsung "One Fine Day" karya Kitano di atas. Salam! (Baca Komentar: 0)
To Each His Cinema 2:
"Anna" karya Alejandro González Iñárritu
- 28 March 2008 »
Alejandro González Iñárritu harus saya akui masuk dalam salah satu sutradara favorit saya. Tapi harus saya beri catatan: semua karyanya yang saya sukai, terutama karena datang dari penulis skenario Guillermo Arriaga. Duet mereka, lah, yang telah menghasilkan beberapa film kelas atas: persentuhan pertama saya dengan mereka adalah Amores Perros (2000). Kemudian 21 Grams (2003). Terakhir mereka muncul dengan Babel (2006). Jika sempat menonton film yang disutradarai oleh Tommy Lee Jones, The Three Burials of Melquiades Estrada (2005), maka akan segera merasa ada kesamaan karakter dengan ketiga film Iñárritu di atas. Itu karena keempat skenario film tersebut ditulis oleh Arriaga. Video di atas menampilkan film pendek Anna karya Iñárritu tanpa didampingi Arriaga, diambil dari sebuah proyek bernama To Each His Cinema. (Baca Komentar: 0)
26 March 2008 » Seperti barangkali pernah saya singgung, bersama beberapa penulis kami merencanakan sebuah proyek buku berjudul LA Underlover. Untuk itu saya menulis lima cerita pendek sepanjang tahun 2007 kemarin. Semuanya sudah kelar saya tulis, dan bahkan sudah semuanya dipublikasikan di koran maupun majalah. Yang terakhir, baru saja dimuat di Suara Merdeka berjudul "Pesan Moral". Cerpen lainnya sudah tampil di Blog Kecil ini: "La Cage aux Folles". "Pesan Moral" © 2008 oleh Eka Kurniawan. (Baca Komentar: 0)