Perlu Mengakrabi Sastra Mancanegara
(Wawancara di Jurnal Nasional, 9 Desember 2007)
Foto oleh: A nosa disco necesÃtanos, Some rights reserved.
Sebagai penulis muda yang karyanya telah dikenal luas sampai ke Jepang, bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan sastrawan Indonesia meraih Nobel?
Kalau saya sih optimistis saja. Untuk mendapatkan Nobel itu kan juga disebabkan banyak faktor. Bagi saya pribadi Nobel tidak selalu identik dengan kualitas. Kalau saya bilang optimistis itu lebih berarti kepada pemikiran kalau sastra Indonesia itu adalah bagian dari sastra dunia. Maksud saya nanti suatu saat, penulis kita bisa sejajar dengan penulis-penulis dari negara lain, bisa menjadi penulis yang enggak cuma jago kandang. Artinya kita punya potensi tapi harus diakui juga kalau pergaulan kita dengan sastra mancanegara juga belum terlalu intim. Kalau istilah petinju, kita itu kurang sparing partner. Kalau kita tidak terlalu banyak bergaul dengan sastra berkualitas dari mancanegara kita juga sulit menentukan standar estetikanya.
Baca selengkapnya …
Adonis
Hujan lebat pada Senin sore kemarin, tak menghalangi niat saya untuk menempuh setengah jam perjalanan ke Komunitas Salihara. Saya sudah meniatkan kunjungan ini sejak dua minggu sebelumnya. Acara malam itu adalah ceramah umum yang akan dibawakan oleh Adonis, dengan tema “Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama“.
Siapakah Adonis, sehingga saya rela meninggalkan meja kerja saya yang selama berminggu-minggu ini menjadi sarang bagi berlembar-lembar draft akhir novel saya? Adonis bisa dibilang penyair Arab paling penting sekarang ini. Bahkan boleh dibilang, ia penyair paling kuat sebagai kandidat peraih Nobel Kesusastraan di tahun-tahun terakhir sekaligus tahun-tahun ke depan.
Baca selengkapnya …
Jose Saramago (Juga) Ngeblog
Jose Saramago, penulis Baltazar & Blimunda dan Blindness, juga peraih Nobel Kesusastraan 1998, ternyata juga nge-blog. Asli, ia sendiri yang menulisnya. Sayang blognya dalam bahasa Portugis dan Spanyol. Tapi konon edisi Inggrisnya juga akan diluncurkan. Kedua versi (bahasa) blognya mempergunakan Wordpress.
Meski sudah berumur 85 tahun, Saramago gaul juga. Kita tunggu saja, apa dia juga mau gabung di Facebook dan Friendster atau tidak, ya? Hehehe … Lihat, enggak seperti penulis tua lainnya, di foto Saramago juga tampaknya nyaman mengetik di depan komputer. Enggak tanggung-tanggung, ia pakai desktop dan juga laptop. Oke, deh kakek … Yahoo Messenger-an, yuk!
“Chinese Democracy” Guns N’ Roses Akhirnya Rilis!
Saya sempat menulis tentang kemungkinan terbitnya “Chinese Democracy” tahun ini, terutama setelah bocornya 11 Lagu Baru Guns N’ Roses di internet. Kabar itu akhirnya menjadi nyata. Geffen mengumumkan, album terbaru Guns N’ Roses tersebut akan beredar di seluruh dunia mulai 23 November. Album ini akan memuat 14 lagu, 3 di antaranya belum pernah bocor di internet:
1. Chinese Democracy; 2. Shackler’s Revenge; 3. Better; 4. Street Of Dreams; 5. If The World; 6. There Was A Time; 7. Catcher In The Rye; 8. Scraped; 9. Riad N’ The Bedouins; 10. Sorry; 11. I.R.S.; 12. Madagascar; 13. This I Love; 14. Prostitute. Ooops, gak sabar nunggu!
- 22-10-2008 · Teman saya Richard Oh baru saja mengirim sms mengenai 5 (lima) besar Khatulistiwa Literary Award. Ini hasilnya. Prosa: Bilangan Fu (Ayu Utami), Rahasia Meede (ES Ito), Kaca Piring (Danarto), Hubbu (Mashuri), dan Glonggong (Junaedi Setiono). Puisi: Teman-teman dari Atap Bahasa (Afrizal Malna), Pandora (Oka Rusmini), Sajak-sajak Menjelang Tidur (Wendoko), Jantung Lebah Ratu (Nirwan Dewanto), dan Orgasmaya (Hasan Aspahani). (5 Pesan)
L.A. Underlover
Akhirnya buku ini terbit: L.A. Underlover, akan dilaunching di Ubud Writers and Readers Festival, Bali, 17 Oktober 2008. Saya sendiri, karena satu kesibukan, tidak akan ada di Ubud. Tapi 3 dari lima penulis akan berada di sana: Budi Darma, Triyanto Triwikromo, dan Nugroho Suksmanto. Ini kumpulan cerpen dari lima penulis tentang orang-orang Indonesia di Los Angeles. Kami melakukan riset on-the-spot sekitar Maret tahun lalu di kota itu. Selamat membeli dan membaca bukunya!
Catatan Lebaran
Lebaran ini sepertinya saya tidak pulang, dan sebagai gantinya berkali-kali harus menelepon ibu saya, menanyakan kabar mereka di rumah. Pertama, tentu karena saya malas menghadapi kemacetan di jalan. Meskipun jalur mudik ke selatan tidak semacet jalur ke timur, tetap saja pulang menjelang Lebaran bukan satu perjalanan yang mengasyikan. Lebaran-lebaran tahun sebelumnya, saya lebih suka pulang dua atau tiga hari selepas Lebaran, ketika orang-orang justru kembali ke Jakarta.
Kedua, jika tidak ada halangan, saya akan ke Jepang akhir November untuk bicara tentang novel saya yang bakal terbit, “Malam Seribu Bulan”, atas undangan Tokyo University of Foreign Studies. Masih dua bulan, tapi saya harus mengurus visa di tengah kantor-kantor (termasuk kedutaan) yang terkena dampak tanggal-tanggal merah. Juga kesibukan mengurus tahap akhir novel saya, sebab novel itulah yang akan saya bicarakan di Jepang. Saya memutuskan untuk mendesain dan menata-letak sendiri buku ini, seperti yang saya lakukan di buku-buku pertama saya. Kalaupun saya mudik, tampaknya itu setelah urusan-urusan ini selesai saja.
Baca selengkapnya …
Sampul Buku “Bulu Mata Susu”
Hampir sebulan terakhir saya mengerjakan desain buku puisi Ramon Damora berjudul Bulu Mata Susu. Setelah mencoba beberapa kemungkinan, ini merupakan desain yang akhirnya di-approve oleh sang penyair. Di blog Ramon Damora, bisa dilihat dua versi sebelumnya, sebelum berakhir dengan desain ini. Sila menunggu bukunya di toko!
Surat Terbuka untuk FIFA: Bekukan Saja PSSI
Foto oleh: fabbio, Some rights reserved.
Untuk Presiden FIFA yang terhormat, sebagai penggemar sepak bola Indonesia, dengan sangat memohon agar FIFA bersedia membekukan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Memang belum lama ini PSSI meraih Juara 1 Piala Kemerdekaan setelah mengalahkan tim Libya 3-1. Tapi, Tuan Presiden FIFA yang terhormat, kemenangan itu kami peroleh dengan cara yang sangat memalukan. Setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, salah seorang ofisial tim kami memukul pelatih Libya, sehingga tim Libya tak mau meneruskan pertandingan karena merasa terancam.
Saya benar-benar malu, Tuan Presiden FIFA. Lebih baik PSSI dibubarkan saja dan saya tak menonton sepakbola Indonesia, sampai waktu yang tak ditentukan, daripada saya (kami) terus-menerus dipermalukan PSSI dengan cara seperti ini. Belum lagi kalau ingat bahwa Ketua Umum PSSI (Tuan Nurdin Halid) masih mendekam di penjara. Artinya? Kriminal, Tuan Presiden FIFA! Sekali lagi saya mohon, bekukan saja PSSI. Saya sudah benar-benar malu!
Baca selengkapnya …
- 24-08-2008 · Istri saya sedang membaca buku tentang Che, tiba-tiba ia bertanya, “Amerika ini tukang invasi negara lain, ya?” Saya jawab, memang begitu. Itu negara yang enggak bisa hidup tanpa menginvasi negara lain. Lalu saya berkata berandai-andai, “Kalau Amerika menginvasi Indonesia, gimana? Aku sih kayaknya mau gerilya.” Istri saya menatap dengan cemas dan bilang, jangan mengatakan hal buruk. Tapi siapa tahu, kan? “Trus aku gimana?” tanyanya. “Kamu tinggal saja di kampung nenek di Tasik. Aku yakin tentara Amerika enggak tahu tempat itu,” kata saya. “Trus kamu?” Saya menjawab, “Gerilya di Bekasi.” Hehehe … perbincangan aneh antar suami-isteri, ya? Tapi soal Amerika suka menginvasi negara lain … kayaknya ini bukan suatu yang aneh. Seluruh dunia tahu itu: Kuba, Vietnam, Afghanistan, Irak, dan entah mana lagi. (5 Pesan)




