Pembatas Buku

Pembatasbuku

Seorang teman mengirimkan foto pembatas buku yang kubikin bertahun-tahun lalu. Itu ketika saya mahasiswa dan di waktu luang mencoba membuat dan menjual kaos oblong dengan nama “Teteruga”. Saya mendesain sendiri gambarnya. Setiap yang membeli kaos, memperoleh bonus pembatas buku yang desainnya sama dengan kaos tersebut. Kalau kapan hari ada waktu luang, saya akan bikin kaos oblong lagi, lho! Soalnya itu mengasyikan. Semoga!

  • 1-03-2011 »
    Sila baca cerita pendek terbaru saya, “Tak Ada Yang Gila di Kota Ini” di Majalah Esquire Indonesia, edisi ulang tahun, Maret 2011.
    »

Buku “Bi wa Kizu”

@jafrane Nemu terjemahan bhs Jepun “Cantik itu Luka” nya Eka Kurniawan. Sayang gak bisa baca. :D http://yfrog.com/gypzauj

Seorang teman di Twitter, @jafrane menemukan “Cantik itu Luka” edisi terjemahan Jepang. Ayo siapa lagi yang menemukan buku langka saya (mungkin di toko buku bekas), semisal Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis edisi pertama (sampul jelek warna merah)? Atau Cantik itu Luka edisi pertama dengan sampul putih? Atau Corat-coret di Toilet, buku kumpulan cerpen pertama saya yang cuma dicetak 1200 eksemplar itu? Sila berbagi di twitter saya @ekakurniawan atau di facebook saya facebook.com/ekakurniawan.project.

Sudut Pandang Allah dan Manusia

My Name is Red
Orhan Pamuk

Setelah Snow dan The Museum of Innocence, akhirnya saya memutuskan untuk membaca My Name is Red. Meskipun saya masih lebih menikmati The Museum of Innocence, saya pikir ada hal menarik dari novel ini untuk diperbincangkan. Terutama satu hal yang jelas tampak sejak bab-bab pertama: novel ini pada dasarnya merupakan esai panjang mengenai seni. Yang diperbincangkan memang khususnya seni miniatur (menghias buku) dan ilustrasi, tapi saya pikir bisa diterapkan ke semua genre kesenian.

Dengan cerdik, Orham Pamuk membungkus perbincangan panjang mengenai seni ini dalam balutan kisah misterius pembunuhan seorang miniaturis, serta kisah cinta yang ruwet antara Black dan Shekure. Sementara kita diajak untuk mencari tahu siapa pembunuh sang miniaturis, kita dipaparkan oleh bukti-bukti, motif-motif, yang semuanya justru mengacu ke perdebatan mengenai seni. Utamanya, perdebatan mengenai seni barat dan seni timur. Pemisahan seni barat dan seni timur ini tentunya sulit ditarik garis tegas, meskipun bolehlah dalam versi novel ini disederhanakan dengan cara: seni timur mengacu kepada “apa yang dilihat Allah”, sementara seni barat mengacu kepada “apa yang dilihat manusia’. Baca selengkapnya …

Drop Cap Shortcode

Yang memiliki blog mempergunakan WordPress.org (yang diinstal sendiri, bukan yang hosting di WordPress.com), dan ingin membuat Drop Cap sebagaimana banyak saya pakai di blog saya (termasuk di artikel ini), sila download di http://wordpress.org/extend/plugins/drop-cap-shortcode. Itu plugin sederhana, tapi asyik buat bikin tampilan blog lebih mengingatkan ke masa-masa tipografi cetak. Cara pakainya juga gampang.

Kalau ada yang belum tau Drop Cap itu apa, bisa dijelaskan sedikit. Drop Cap merupakan huruf pertama di sebuah paragraf yang biasanya dibuat lebih besar (sekali), dan posisinya turun (lihat gambar, deh). Biasa dipergunakan di majalah, buku, atau koran. Di web, jarang sekali dipakai. Masalahnya lebih karena, bahkan untuk yang mengerti HTML dan CSS pun, berarti harus nambah-nambahin kode ke artikel, yang jelas ribet. Tapi dengan plugin ini, tugas tersebut jadi gampang. Gampang banget, malah (promosi). Baiklah, semoga plugin yang awalnya saya buat untuk keperluan blog sendiri ini, bisa bermanfaat. Sila memodifikasinya jika diperlukan.

Cantik itu Luka