31  July  2008

Identitas Film Asia

(Sebuah Kasus: Akira Kurosawa)

Majalah Time Asia, salah satunya memilih Akira Kurosawa sebagai bagian dari daftar “60 Years of Asian Hero”. Pertama-tama, tentu saja yang dimaksud adalah tokoh-tokoh Asia, berdarah Asia. Dalam daftar ini, juga terdapat animator ulung Jepang Hayao Miyajaki (sutradara Spirit Away), serta aktor Cina, Gong Li. Artikel mengenai Kurosawa di majalah itu dibuka dengan kalimat pembuka bahwa selama ini dunia tak mengenal kebudayaan Jepang selain beberapa patah kata serupa “harakiri” atau “sayonara”, hingga sebuah film Jepang memenangkan hadiah tertinggi di Festival Film Vanice: Rashomon karya Akira Kurosawa.

Dari ungkapan itu seperti jelas bahwa Rashomon dan Akira Kurosawa merupakan representasi kulutural Jepang, bahkan mungkin Asia.
read more »

26 July 2008 » Situs lain yang saya bantu desain: nalar.co.id. Problem paling berat, dengan alasan kepraktisan dan kemudahan, situs ini sejak awal udah dibikin dengan Wordpress. Demikianlah saya harus mendayagunakan Wordpress agar menjadi katalog online, lengkap dengan keranjang belanja yang bisa ngitung potongan dan total harga. Ini nambah trik-trik baru yang enggak mungkin kalo cuma memakai Wordpress sekadar untuk ngeblog, hehe. (Baca Komentar: 1)
23 July 2008 » Ini website terbaru yang saya bantu desain: viviyipartroom.com, sebuah galeri milik Vivi Yip. Layout dasarnya berasal dari template WordBluex yang saya bikin, yang juga dipergunakan sebagai dasar blog saya ini. (Baca Komentar: 0)
22 July 2008 » Fadjroel Rachman dan Rizal Mallarangeng menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden. Saya catat di sini karena mereka berdua masih di bawah lima puluh tahun. Tepatnya, keduanya berumur 44 tahun. Saya pribadi belum menentukan pilihan. Tapi satu hal jelas, jika memilih, saya akan memilih yang muda. Under 50 for President! (Baca Komentar: 4)
21 July 2008 » Semalam dari peluncuran novel Ayu Utami, Bilangan Fu. Saya sudah beli bukunya sejak dua mingguan lalu, tapi baru baca satu halaman. Kalimat keduanya membuat saya sejenak bertanya-tanya: "Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai [...]." (cetak tebal dari saya), selebihnya saya harus kembali ke pekerjaan (*grin*). (Baca Komentar: 7)
vicki-zhao-red-cliffs

© China Film Group

Hmm, saya bukan penggemar berat John Woo, tapi saya gandrung dengan “Sam Kok”. Sebelumnya saya sudah nonton versi lain, Three Kingdom karya sutradara Daniel Lee. Sekarang John Woo datang dengan judul Red Cliff. Saya baru saja pulang menonton yang terakhir itu di Plaza Semanggi.

Baiklah, saya tidak bermaksud memperbincangkan (apalagi membuat kritik mendalam) mengenai film itu. Kalau sudah menyangkut film wuxia (cerita silat), saya cenderung enggak obyektif. Pokoknya suka, hehe. Apalagi Red Cliff belum selesai. Yang saya tonton hanyalah bagian pertama. Bagian keduanya mungkin baru nongol Januari tahun depan. Ya, film ini berdurasi 4 jam, karena itu dipecah dua. Tapi versi dua film ini konon hanya diputar di Asia. Di luar Asia, mereka hanya dapat versi satu film berdurasi 2,5 jam. Lantas apa yang mau saya omongin? Entahlah, tiba-tiba setelah lihat film itu, kepikir kenapa kita enggak bikin film silat yang asyik, ya?
read more »

16 July 2008 » Percobaan puisi "Chairil Anwar: Re-Order" saya pindah ke ekakurniawan.net. Itu blog saya yang agak nerd. Selain tampaknya lebih cocok di sana, juga kalau diposting di sini, ada gangguan antara frame javascript Scriptaculous dan Jquery yang sama-sama saya pergunakan. Sila baca di sini. (Baca Komentar: 0)
15 July 2008 » Lagi nyoba bikin website yang enggak sekadar blog, tapi tetap pakai platform Wordpress. Sila tengok di majalahfilm.com. Desainnya sih nyontek dari satu tempat, tapi intinyanya, ini asli dibikin dengan Wordpress. Wordpress emang keren, bisa didorong jadi CMS, melebihi kemampuan blogging-nya. (Baca Komentar: 0)


Foto oleh: Hryckowian, Some rights reserved.

Seperti jutaan penggemar Guns N’ Roses, sudah empat belas tahun (14 tahun!) saya menunggu album baru mereka, yang konon akan diberi judul Chinese Democracy. Saya tak peduli album itu akan diberi nama apa, saya hanya berharap album itu segera berada di rak toko.

Dan seperti kebanyakan penggemar Guns N’ Roses, saya selalu antusias menyambut lagu-lagu mereka yang bocor di internet. Beberapa merupakan rekaman yang diambil dari pertunjukan. Beberapa lagi merupakan versi demo, terpenggal-penggal. Tapi belum lama ini beredar sembilan lagu baru mereka di internet, yang konon merupakan versi master studio. Dengan sedikit gerilya di internet, saya memperoleh lagu-lagu itu dan harus saya akui, beberapa versi lagu-lagu itu sudah pernah saya dengar sebelumnya. Tapi emang ada beberapa lagu yang sudah jauh lebih bersih dan lengkap dari versi demo, serta satu lagu yang tidak diketahui judulnya.
read more »

5 July 2008 » Abu Nawas, merupakan penyair gay pertama di dunia muslim? Wallahu'alam. Saya malah berpikir itu tokoh fiktif. Baca di sini. (Baca Komentar: 2)