10 Tahun “Corat-coret di Toilet”
Slash dan Konser Obat Sakit Hati
Saya bertemu seorang teman di depan pintu masuk pertunjukan “Slash World Tour, Featuring Myles Kennedy”. Teman saya tampak berseri-seri, membawa serta sekitar 50 orang temannya, sambil berkomentar, “Kita menunggu ini selama 15 tahun!”
Mungkin dia ada benarnya. Kalau mau dihitung lebih tepat, saya sudah ingin melihat Slash (lebih tepatnya seluruh personil Guns N’ Roses) sejak dua puluh tahun lalu. Tapi hasrat itu sejujurnya memudar (dengan perasaan seperti ditinggal pacar) saat mereka bubar (lebih tepatnya, sejak Guns N’ Roses hanya menyisakan Axl Rose seorang diri). Harapan itu semakin memudar dari tahun ke tahun, bersama dengan selera musik saya yang berkembang dan berganti-ganti.
Mengintip Sejarah Industri Manga
Membaca novel grafis (atau dalam istilah penulisnya “gekiga”) “Hanyut” karya Yoshihiro Tatsumi, serasa membaca tiga biografi sekaligus: biografi sang mangaka, yang di buku disamarkan bernama Hiroshi Katsumi; biografi industri manga; dan tentu saja kalau mau berlebihan (sebenarnya tidak berlebihan dalam konteks buku ini) biografi Jepang pasca-perang.
Kalau kita melihat perjalanan hidup Hiroshi berjuang untuk meraih impiannya menjadi mangaka (pembuat komik), pada dasarnya kita bisa melihat perjuangan umum para seniman. Terutama sebagai penulis (dan jujur saja, sebelum ingin jadi penulis saya sempat tergila-gila ingin menjadi komikus), saya bisa merasakan tahapan-tahapan karirnya yang berat.Baca selengkapnya …
Marina and The Diamonds
Hollywood infected your brain
You wanted kissing in the rain
Living in a movie scene
Puking American dreams
I’m obsessed with the mess that’s America
- Marina and the Diamonds, Hollywood
Saya baru saja mendownload lagu “Seventeen” dari Marina and the Diamonds (free dari websitenya). Boleh dibilang, dia salah satu penyanyi favorit saya.
Pertamakali mendengar lagunya melalui saluran teve “V”, dengan videoklip “Hollywood” versi akustik. Lagu dan vokalnya terasa unik, sehingga selama beberapa waktu, saya sering hanya menyetel saluran teve musik (V atau MTV), untuk menunggu klip lagu tersebut. Tak berapa lama, klip lagu tersebut muncul yang versi original.Baca selengkapnya …
Skripsi Wiwik Hidayati Tentang “Cantik itu Luka”
Skripsi “Cantik itu Luka” karya Wiwik Hidayati (Undip)
Judul lengkap skripsi ini adalah “Pengaruh Dominasi Penjajah atas Subaltern dalam Novel ‘Cantik itu Luka’ Karya Eka Kurniawan: Analisis Berdasarkan Pendekatan Poskolonialisme”. Ditulis oleh Wiwik Hidayati, untuk S1 Ilmu Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, 2008.
Skripsi ini bisa didownload di sini.
Inception: Ide itu Virus
Baca selengkapnya …

