The Shadow of the Wind

Beberapa waktu lalu, saya menghabiskan waktu luang dengan membaca novel Carlos Ruiz Zafon, The Shadow of the Wind. Jika kamu suka membaca buku petualangan, menyibak misteri, dengan tokoh anak belasan tahun terlibat dalam roman percintaan, buku ini akan saya rekomendasikan. Sejujurnya, buku semacam itulah yang saya baca untuk menghibur diri. Tak jauh berbeda dengan buku-buku yang saya baca belasan tahun lalu.

Sebagaimana kebanyakan novel yang baik: bab-bab pertama buku ini dibuka langsung oleh permasalah yang misterius. Daniel, anak seorang penjual buku antik, menemukan sebuah novel karya Julian Carax berjudul The Shadow of the Wind di Kuburan Buku. Itu semacam perpustakaan tersembunyi dimana buku-buku disimpan. Dalam sekali baca, ia segera menyukai novel tersebut, dan tentu saja berusaha untuk menemukan karya lain dari penulis yang sama.

Di sinilah kemudian misteri itu muncul: ia tak menemukan novel lain karya penulis tersebut dimana-mana, meskipun jelas penulis tersebut menulis banyak novel. Informasi selanjutnya, Daniel segera tahu bahwa ternyata ada seseorang, selama bertahun-tahun, juga memburu novel-novel karya Carax. Untuk apa? Untuk dibakar dan dihancurkan. Seluruh isi novel tebal ini kemudian adalah petualangan Daniel untuk mencari tahu, siapa orang misterius yang menghancurkan karya-karya Carax, dan apa motivasinya? Baca selengkapnya …

Apresiasi Cerpen “Pengantar Tidur Panjang”

oleh Dyah Prabaningrum, Pelangi di Mata Merpati

Di sini saya akan membagikan hasil apresiasi cerpen karya eka kurniawan yang berjudul Pengantar Tidur Panjang.

Eka Kurniawan melalui cerpennya “Pengantar Tidur Panjang” bercerita tentang aku, seorang anak sulung yang menengok Bapaknya yang sedang kritis. Ia secara tersirat mengagumi kedemokratisan, kebaikan, toleransi dan kebijaksanaan Bapaknya. Dan akhirnya Bapak “si aku “ ini meninggal dunia di malam kedua keberadaannya di rumah.

Akhirnya Bapak meninggal, di malam kedua keberadaanku di rumah.

Tetapi hal yang paling mengejutkannya adalah walaupun Bapaknya telah meninggal, Bapaknya seolah – olah masih mampu memberinya uang saku. Baca selengkapnya …

Kabar Baik untuk “Lelaki Harimau”

Di tengah kabar sedih mengenai bencana alam, pagi ini saya memperoleh kabar baik mengenai novel “Lelaki Harimau”. Novel itu akan diterjemahkan ke satu bahasa dan draft kontrak segera dikirim. Pembicaraan mengenai kontrak ini memang agak bertele-tele, jika tak salah ingat sudah hampir setahun. Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu seorang sutradara film yang sedang mengikuti acara di luar negeri. Dia bilang bertemu orang yang “sedang menerjemahkan novel Lelaki Harimau”. Tentu saja saya agak terkejut, karena pembicaraan mengenai kontrak saja belum selesai. Tapi mengingat novel “Cantik itu Luka” yang sudah diselesaikan penerjemahannya ke Bahasa Jepang sebelum saya dihubungi untuk penerbitan, saya memutuskan untuk tak ambil pusing.

Tentu saja saya senang novel-novel saya bisa diterbitkan di dalam bahasa lain. Tapi saya ingin sealamiah mungkin. Jika layak, mungkin seharusnya diterbitkan. Jika tidak, orang akan melupakannya dengan segera dan saya berharap bisa menulis sesuatu yang lebih baik. Hari-hari ini saya juga mendengar beberapa karya penulis lain juga akan diterbitkan dalam bahasa asing. Saya harap ini awal yang baik untuk kesusastraan Indonesia. Good luck, buat mereka semua.

Terakhir saya tak akan menyebutkan lebih dulu dalam bahasa apa, dan penerbit apa “Lelaki Harimau” akan terbit. Saya akan memberi kabar lanjutan jika saatnya sudah siap rilis. Doakan, ya.

Abdullah Harahap, “Misteri Perawan Kubur”

Misteri Perawan Kubur
Abdullah Harahap

Penerbit Gramedia, melalui imprint-nya Paradoks, akhirnya menerbitkan kembali novel-novel lama (dan baru) Abdullah Harahap. Seperti kita tahu, Abdullah Harahap merupakan penulis cerita misteri papan atas kita. Dikenal terutama di era tahun 70-80-an. Namanya memang menyurut di sekitar tahun 90-an hingga tahun-tahun belakangan. Penerbit-penerbit yang biasa menerbitkan karya-karyanya sebagian besar tutup, saya pikir karena tak siap dengan arus modernisasi di industri perbukuan. Pak Abdullah sendiri belakangan lebih sering menulis cerita untuk televisi.

Kita tahu, di kesusastraan luar, betapa mereka menghormati pencapaian-pencapaian anak bangsanya, tak peduli genre apa pun yang ditulis. Kesusastraan kita boleh dikatakan masih muda (kita baru merdeka tahun 1945, dan kesusastraan Indonesia mungkin bisa dilacak hanya sejauh tahun 1908 atau 1928 ketika Bahasa Indonesia diproklamasikan). Tapi dengan umur yang singkat ini, kita boleh bangga memiliki beragam genre, meskipun sering luput dari upaya-upaya kritikus atau dokumentator. Salah satunya adalah roman-roman misteri (demikian penulisnya lebih suka menyebut, tapi mungkin kamu akan mengatakannya roman horor, gothic, atau sejenisnya) yang salah satunya dipopulerkan oleh Abdullah Harahap.

Baca selengkapnya …

“Hachiko dan Luka yang Setia”

Img00577-20100924-0826

 

Baca dan download versi PDF cerpen ini di Scribd!

Hachikō pertama kali datang ke Tokyo tahun 1924, diadopsi seorang profesor dari Universitas Tokyo, Hidesaburō Ueno. Ia seekor anjing putih peranakan Akita Inu, lahir setahun sebelumnya di Odate.

Anita datang ke Tokyo tepat saat musim gugur berakhir. Dengan mantel yang tampak berat untuk tubuh mungilnya, serta sepatu boot setinggi lutut, ia keluar dari kereta dan masuk ke aliran manusia yang tumpah melalui pintu Stasiun Shibuya. Udara dingin yang berembus dari utara terasa sangat dingin. Anita mencopot earphone di telinganya, mematikan musik dan berdiri di tepi persimpangan. Tanpa maksud menyeberang.

Ia melirik ke jam tangannya, lalu mengedarkan tatapannya ke sekitar. Seperti apa wajahnya sekarang, pikirnya. Orang-orang lalu-lalang. Jika ia tak salah ingat, itu simpang jalan paling sibuk di dunia. Agak susah menemukan seseorang di tengah jubelan manusia. Tapi ia yakin, ia bisa mengenalinya. Sebagaimana terakhir kali ia meninggalkan lelaki itu. Terakhir kali menyakitinya.

“Anita.” Tiba-tiba telinganya mendengar seseorang berbisik. Baca selengkapnya …

Cantik itu Luka