Eka Kurniawan

Journal

Strategi Literer untuk Sang Liyan

Saya menulis esai untuk Jawa Pos edisi 13 Maret 2016 ini, “Hantu dan Strategi Literer untuk Sang Liyan”. Belajar dari kisah vampir di novel horor klasik macam Dracula hingga romansa Twilight untuk melihat bagaimana kita menghadapi sesuatu yang “bukan kita”. Apakah kesusastraan bisa menjadi strategi menghadapi intoleransi?

Selain itu ada wawancara saya di majalah Tempo edisi 14-20 Maret 2016, “Belum Ada yang Bisa Menggantikan Pram dan Chairil”. Itu sejenis kegelisahan saya, selama 70 tahun kesusastraan nasional Indonesia, novelis dan penyair terbesar kita bagi saya tetaplah mereka.

2 Comments

  1. Di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak dapat membaca Jawa Pos, Mas Eka. Sudi kiranya, Mas Eka mengunggah esai “Hantu dan Strategi Literer untuk Sang Liyan” di blog kesayangan ini. Suwun, Mas.

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑