Eka Kurniawan

Journal

Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara?

“DPR Ingin Bangun Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara”. Menurut berita tersebut, rencana itu muncul setelah kunjungan sejumlah intelektual yang terdiri dari Rizal Mallarangeng, Ignas Kleden, Ayu Utami, Nirwan Dewanto, dan Nirwan Arsuka ke DPR.

Secara pribadi, saya menolak gagasan ini. Apa fungsinya? Untuk pamer? Kita tak memerlukan perpustakaan (ter)besar. Pertama dan terutama, kita memerlukan perpustakaan umum yang tersebar di seluruh pelosok negeri, setidaknya setiap kecamatan, dan koleksi yang layak untuk perpustakaan-perpustakaan sekolah.

4 Comments

  1. Betul. Kita selalu merasa wah pada sesuatu yg besar-besar yg gemerlap tp lupa bahwa ada banyak hal-hal kecil tapi penting. Ngapain bangun perpustakaan raksasa apalagi di DPR yg masyarakat masih belum percaya atas kinerja dan kejujuran anggotanya sedangkan perpustakaan-perpustakaan daerah pada minim koleksi. Sekelas perpustakaan Kota Solo saja masih minim koleksi apalagi di daerah-daerah terpencil dan sekolah pinggiran dan pedalaman.

  2. Perpustakaan daerah (perpusda) di tempat saya, stok bukunya sangat kurang. Yang ada pun hanya buku-buku tua yang sudah lapuk dimakan rayap. Ruangan penuh debu. Kursi dan mejanya sangat kusam. Pegawai perpus malah tak acuh dengan para pengunjung.

    Saya dari daerah Makassar.

  3. grahatama pustaka, perpustakaan yang diklaim terbesar dijogja digadang-gadang akan menjadi perpus terbesar seasia tenggara. entahlahh..

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑