Eka Kurniawan

Journal

Peluncuran “O”

odeelix

sastragpu2

sastragpu

odeelix2

gramedia

Novel keempat saya, O akhirnya resmi beredar dan diluncurkan, di Toko Buku Gramedia, Mal Central Park, 13 Maret 2016. Terima kasih untuk Djenar Maesa Ayu dan Febi Indirani. Foto diambil oleh @odeelix, @gramedia dan @sastragpu.

7 Comments

  1. alhamdulillah seneng pisan boga babaturan nu sukses… pokoke bangga bangettt !!!

  2. Keren banget mas hari ini, biarpun saya bukan termasuk 42 orang yang mendapatkan buku O gratis-karena saya berdiri di antrean sebagai orang ke-45- tapi saya sangat menikmati acara tersebut. Terima kasih banyak juga mau membubuhkan tanda tangan mas di buku-buku yang saya bawa, sukses terus ya mas Eka :)

  3. JIMBOZTHESANDOZ

    14 March 2016 at 8:41 am

    Aduh… pahanya Djenar bikin ngaceng aja… XD

  4. Kapan ada jadwal book signing? di tunggu di Bandung

  5. Hanjakal teu diluncurkeun di tasik…teu kabagean tanda tangan kang eka. betewe baca bagian depannya langsung rieut siga biasana….alamat selnjutnya akan hasyik masyuk. wilujeng kang.

  6. Johan Widjaja

    21 March 2016 at 9:24 am

    SPOILER!!!
    Pak, saya dapat buku dan kaosnya yg kegedean sizenya itu.
    Kenapa warna kaosnya putih sih?
    Berikut pendapat saya:
    SPOILER!!!

    Nggak susah dibaca seperti CANTIK ITU LUKA.
    Mengalir aja, kayak makan puding silky yg lagi laku di mall itu. Warna sampulnya juga adem. Jadi, monyet itu berekor ya (trims Mas Wirotomo).
    Udah baca wawancaranya di Tempo majalah? jadinya malah mikir ini mirip dgn Man Tiger (belum baca sih) karena idenya dari Manusia Harimau SB Chandra dan Motinggo Busye.
    Apakah perlu dibaca? Perlu, karena:
    1. menyenangkan mengikuti alur ceritanya, imajinasi dan kalimatnya lancar ke mana-mana.
    2. nggak susah dibaca, nggak menggurui, mestinya bisa dibaca anak SD kalo nggak ada adegan sex, kematian, dan adegan makan daging di keluarga yang bapaknya sakit jiwa. Anak SD perlu bacaan juga kan, nggak cuma baca manga aja.
    3. meskipun ada campuran dangdut, topeng monyet, Tanah Ini MiliK TNI, babi ngepet, mengawasi calon teroris, ini jadi mestinya bisa dibaca lagi beberapa tahun lagi (walaupun nggak ada referensi waktunya, kayaknya ini pasca reformasi sih karena ngelemparin batu ke polisi).
    4. kayak stand-up comedy. awalnya dia kasih clue, endingnya nonjok. Apa namanya, punch – line? lihat chapter 1 untuk ending nonjok.
    5. chapter 14 itu bagus loh, jadi yang bagus itu chapter 1 & 14. yang gak perlu kayaknya si tikus itu, kepanjangan.
    6.macam-macam gaya nulisnya, tapi saya suka yang gaya paragraf awalnya (kayak Gabriel Garcia Marquez ya?), dan saya suka yg adegannya ganti-ganti. kayak nonton film BABEL, 21 GRAMS, dan yang genre seperti itu. Jadinya pengen tahu, ini ditulis per adegan,jadi kayak cerpen gitu, lalu disambung, atau ditulis kronologis?

    Trims Pak Eka. Ditunggu karya lainnya.

  7. Ferdi Hikmawan

    22 March 2016 at 5:27 pm

    Selamat di tunggu buku selanjutnya qiqiqi

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑