Eka Kurniawan

Journal

Novel Ketiga

Saya merasa ada batu besar diangkat dari pundak saya, terutama setelah menerima surel dari editor saya: “Dear Eka, lega sekali rasanya menerima naskah ini. Seperti membayar masa menunggu yang lama.” Resmi sudah, novel ketiga saya telah berada di tangan editor. Saya tak sabar untuk memamerkan judul dan sampulnya. Tapi kini, saya rasa saatnya paling tepat untuk tidur nyenyak.

8 Comments

  1. Saya jadi penasaran ingin baca novelnya :-) kapan novel ini terbit?

    • @Astri Kusuma:
      Menimbang proses pra-cetak dan cetak, saya rasa mustahil mengikuti rencana awal untuk terbit Maret. Kemungkinan besar April. Jika tak ada halangan, akan terbit bersamaan dengan rilis ulang kumcer pertama saya Corat-Coret di Toilet yang terbit 14 tahun lalu.

  2. Asyik, kalau dari balasannya itu, sepertinya Mbak Hetih yang balas. Asyik. :)

    • Hey Dewi,
      Sementara aku berteman baik dengan Hetih, dan menganggap dia salah satu editor yang baik dengan wawasan yang mengagumkan, editorku Mirna Yulistianti. Ia mengeditori semua bukuku, dan salah satu orang yang bisa memegang naskahku tanpa aku merasa kuatir :)

  3. Wah, bakal ada bacaan menarik tahun ini. Semoga novel ketiga ini tidak semembosankan novel-novel ayu utami. Mari kita tunggu.

  4. Sangat menunggu kesempatan membaca yang akan terbit nanti. Selamat, Mas.

  5. Bang Eka, aku punya buku Corat-Coret di Toilet edisi pertama, Agustus 2000. Nemu di toko buku Social Agency Jogja zaman kuliah dulu. Buku itu salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah kubaca. Selamat untuk novel ketiga ini ya Bang, tak sabar membacanya :)

  6. Awal tahun yang asyik: membaca novelmu yang ketiga, Kang! Dan, yaps, nggak sabar pula menunggu terbitan ulang kumcer pertamamu, yang pernah kubaca tapi hilang.

Comments are closed.

© 2017 Eka Kurniawan

Theme by Anders NorenUp ↑