Keniscayaan Manusia dalam Fiksi Gaya “Posmo”

“Sungguh sebuah fiksi yang apik, melenakan. Kita bisa merasa marah, sedih, tergugah di depannya, meski tahu itu hanya sebuah fiksi. Juga karya yang cerdas, di mana peristiwa-peristiwa sederhana mampu menebar renungan filosofis menyangkut kehidupan manusia.” (Andesta Herli, Singgalang, dalam ulasan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)