Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.

“Percuma kau punya ladang atau sawah, cepat atau lambat negara akan merampasnya darimu. Juga rumah. Juga tanah. Bahkan negara bisa mengambil paksa suamimu kapan pun mereka mau.”

 

“Dalam pusaran berbagai suara itu, kita seperti dibawa ke alam dongeng fabel untuk anak-anak yang agak ngelantur, sepele, tapi penuh petualangan berkelok-kelok. Seru dan mengasyikkan.”
Aris Kurniawan, Jawa Pos

“Pesta sudut pandang lewat novel.”
Hera Khaerani, Media Indonesia

“Kisah cinta yang menghanyutkan sekaligus tragis.”
Tenni Purwanti, Kompas

“Novel ini menyuguhkan kisah dengan nada sindiran, akan potret sebuah kehidupan pinggiran Jakarta di tengah derasnya laju kehidupan urban yang tak terperikan.”
Khoimatun Nikmah, Koran Jakarta

“With remarkable skill, Eka tells a story about animals and human beings arguing about the existence of God, religion and our fate.”
Elysa Ng, The Jakarta Post

“Dengan lelucon-lelucon satir khas Eka Kurniawan, [novel ini] akan menohok kemanusiaan kita.”
Rio Fitra SY, Haluan
 

Judul Lainnya: