Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya

“Cerita-cerita ini ditulis dengan suatu bakat dan semangat pencanggihan yang tinggi, yang pada masa lalu merupakan ruang kosong dalam satra Indonesia. Dengan kata lain, kita pantas meletakkan harapan atas masa depan sastra Indonesia kepada para penulis muda seperti Eka Kurniawan. Itulah kesan saya setelah membaca cerita-cerita di dalam buku ini.” (Seno Gumira Ajidarma)

“Menelan cerpen-cerpen Eka Kurniawan, pembaca dibelai oleh teror yang mengepung pikiran tokoh-tokohnya. Teror yang menyakitkan, penuh luka, borok, tetapi indah. Sebuah realisme-magis khas Indonesia. Bukankah selama menjadi manusia Indonesia kita selalu dihidangkan mitos, legenda, dongeng, dan kebohongan yang tidak pernah selesai. Itulah carut-marut di dalam pertumbuhan phsikis manusia kita. Potret itu kita temukan di dalam tokoh-tokoh fiktif Eka. Membaca cerpen-cerpen ini orgasme pembaca tidak akan terpenuhi tanpa menyantap Cantik itu Luka dan Lelaki Harimau.” (Oka Rusmini)

Artikel Terkait "Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya":

Cinta Tak Ada Mati dan Gelak Sedih - 17  May  2005