Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya

Edisi Gramedia Pustaka Utama, 2005
Sampul oleh Rully Susanto

Tapi berhati-hatilah, ada rahasia-rahasia tersembunyi dalam menu makan siang yang melimpah-limpah seperti itu. Biji buah yang bisa kau jadikan kripik garing barangkali membunuhmu dalam tujuh hari jika dicampur cuka dan garam. Rahasia-rahasia ini tersembunyi di dapur, di tangan perempuan-perempuan yang menggerus bumbu dan merebus umbi-umbian. Beberapa adonan ini menjadi makanan para dewa yang begitu nikmat, beberapa merupakan penyembuh-penyembuh ajaib, dan sisanya pembunuh-pembunuh tanpa ampun. Merekalah, para juru masak, yang bisa membedakannya.
dari cerpen “Kutukan Dapur”

"Cerita-cerita ini ditulis dengan suatu bakat dan semangat pencanggihan yang tinggi, yang pada masa lalu merupakan ruang kosong dalam satra Indonesia. Dengan kata lain, kita pantas meletakkan harapan atas masa depan sastra Indonesia kepada para penulis muda seperti Eka Kurniawan. Itulah kesan saya setelah membaca cerita-cerita di dalam buku ini.”
Seno Gumira Ajidarma

"Menelan cerpen-cerpen Eka Kurniawan, pembaca dibelai oleh teror yang mengepung pikiran tokoh-tokohnya. Teror yang menyakitkan, penuh luka, borok, tetapi indah. Sebuah realisme-magis khas Indonesia. Bukankah selama menjadi manusia Indonesia kita selalu dihidangkan mitos, legenda, dongeng, dan kebohongan yang tidak pernah selesai. Itulah carut-marut di dalam pertumbuhan phsikis manusia kita. Potret itu kita temukan di dalam tokoh-tokoh fiktif Eka. Membaca cerpen-cerpen ini orgasme pembaca tidak akan terpenuhi tanpa menyantap Cantik itu Luka dan Lelaki Harimau.”
Oka Rusmini

Cantik itu Luka