Kompas Suka Tidak Teliti
(Update: 5 Februari 2009)

Foto oleh: Matt Callow, Some rights reserved.
Kompas merupakan satu-satunya koran yang saya langganan tiap hari, dan hampir enggak pernah terlewat membacanya. Tapi jujur, saya sering terganggu dengan ketidaktelitian Kompas. Memang hal-hal kecil, sih, tapi sebagai koran besar, mestinya bisa diminimalisir dengan cek dan selalu ricek.
Sebagai contoh, saya ingin memperlihatkan artikel hari ini mengenai Matt Mullenweg di halaman 16 berjudul “Matt Mullenweg, Antara Jazz dan WordPress”.
Pertama, antara pernyataan dan penjelasan kadang enggak nyambung. Sebagai contoh, saya kutip paragraf sembilan:
Baca selengkapnya …
Nalar.co.id
Situs lain yang saya bantu desain: nalar.co.id. Problem paling berat, dengan alasan kepraktisan dan kemudahan, situs ini sejak awal udah dibikin dengan Wordpress. Demikianlah saya harus mendayagunakan Wordpress agar menjadi katalog online, lengkap dengan keranjang belanja yang bisa ngitung potongan dan total harga. Ini nambah trik-trik baru yang enggak mungkin kalo cuma memakai Wordpress sekadar untuk ngeblog, hehe.
Baca selengkapnya …
Halaman dari Kategori Tertentu di WordPress
WordPress memiliki dua jenis section: post dan page. Post untuk menulis blog biasa (dinamis), sementara page untuk menulis halaman yang cenderung statis. Halaman-halaman “page” biasanya berderet di atas menyerupai navigasi. Problemnya adalah ketika kita ingin membuat halaman “page” yang isinya dinamis seperti halaman “post”.
Misalnya: domain.com/blog dimana kita ingin menempatkan “blog” tidak di halaman utama. Atau: domain.com/esai dimana kita ingin membuat halaman esai yang isinya blog denga kategori esai.
WordPress mengatasinya dengan “page template”. Kita harus membuat dulu halaman php sebagai template (dan disimpan di folder themes yang dipergunakan). Misalnya: esai.php. Halaman ini harus berisi: Baca selengkapnya …
Web Majalah Film
Lagi nyoba bikin website yang enggak sekadar blog, tapi tetap pakai platform Wordpress. Sila tengok di majalahfilm.com. Desainnya sih nyontek dari satu tempat, tapi intinyanya, ini asli dibikin dengan Wordpress. Wordpress emang keren, bisa didorong jadi CMS, melebihi kemampuan blogging-nya.
Sebab Kode Adalah Puisi

Foto oleh: silvia di natale’S, Some rights reserved.
Sekiranya Borges masih hidup, barangkali ia akan menjadi penulis paling getol on-line. Bagaimana tidak, banyak orang yang percaya, sebelum internet ditemukan, Borges telah “memimpikan” dunia internet dalam cerita-cerita pendeknya. Ingat perihal ensiklopedia yang disusun secara diam-diam oleh sekelompok orang sehingga menghasilkan dunia yang baru? Bukankah hal ini sekarang menjadi mungkin dengan perangkat lunak wiki sebagaimana dipergunakan di wikipedia.org? Atau perihal teks yang bisa merujuk ke teks lain tanpa batas? Sejak ditemukan internet, kita sudah mengenal “link”.
Terlepas dari impian Borges tersebut, tak terelakkan internet telah menjadi rujukan penting bagi kebanyakan orang, termasuk para penulis. Saya mempergunakan Google Book untuk membaca beberapa catatan perjalanan orang-orang Eropa yang datang ke Indonesia di masa kolonial, untuk satu riset tulisan fiksi saya, misalnya. Demikian pula Google Map, dengan teknologi citra satelit yang konon paling telat umurnya dua tahun ke belakang, kita bisa memastikan detail geografis satu tempat. Dalam hal ini, Anda bisa jauh lebih akurat daripada Karl May sekiranya mengisahkan kehidupan suku Indian tanpa pergi ke Amerika.
Baca selengkapnya …
Tips Menulis Puisi di Wordpress

Foto oleh: xfce, Some rights reserved.
Karena berbagai kemudahannya, saya selalu menyarankan kepada beberapa teman yang ingin nge-blog dengan domain dan hosting sendiri, untuk mempergunakan Wordpress. Sejujur nya, dibandingkan Textpattern atau Drupal, banyak hal yang tidak dimiliki Wordpress memang; tapi menyangkut kemudahan, Wordpress memberikan lebih banyak kenyamanan. Setelah membantu beberapa teman menginstalasi Wordpress, ada baiknya mungkin saya membagi tips kecil menulis puisi di Wordpress ini, yang saya peroleh dari masalah teman-teman. Dalam hal ini saya mempergunakan Wordpress versi 2.5.1 (mestinya juga berlaku di Wordpress.com dan Blogspot.com):
Baca selengkapnya …
Dari Sampul Buku Binhad Hingga Blog Djenar

Sampul Buku Demonstran Sexy
Di sela urusan tulis-menulis, jika memperoleh waktu luang ada dua hal yang saya suka lakukan: membuat grafis dan mengutak-atik internet (dari sekadar browsing sampai membongkar kode PHP). Soal grafis, saya memang pernah sekolah desain grafis (selain kuliah filsafat) waktu di Yogyakarta. Soal internet, saya tanya-tanya ke teman dan rajin membaca artikel-artikel manual yang bertebaran — tapi jangan sekali-kali menganggap saya pinter soal ini karena kenyataannya memang jauh dari pinter.
Buku-buku awal saya, (Cantik itu Luka versi penerbit Jendela, Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis semua versi tiga penerbit, Corat-coret di Toilet) saya bikin sendiri sampulnya. Buku orang lain yang pernah saya bikin, sejauh yang saya ingat: Air Kaldera (Joni Ariadinata), Beatniks dan Puisi-puisi Lainnya (Nuruddin Asyhadie), Orang-orang Proyek (Ahmad Tohari — versi Penerbit Jendela), Sebuah Kitab yang Tak Suci (Puthut EA) dan belum lama ini buku puisi baru Binhad Nurrohmat, Demonstran Sexy. Saya juga membuat ilustrasi untuk sampul dan isi buku kumpulan cerpen Ratih Kumala, Larutan Senja.
Baca selengkapnya …