Nonton Sandiwara Sunda Miss Tjitjih

Sudah lama mendengar reputasi Sandiwara Miss Tjitjih, saya belum kesampaian menonton pertunjukan mereka. Alasan terbesar barangkali rasa malas yang keterlaluan. Maka ketika saya dengar kelompok ini akan membuka Festival Teater Jakarta di TIM, saya memutuskan untuk menonton. Tak peduli di malam yang sama tim sepakbola Indonesia bermain di Senayan. Saya akan menonton Miss Tjitjih, meskipun [...]

Keluarga Tot

Pernahkah kamu kedatangan seorang tamu dan tiba-tiba tamu itu membuatmu merasa tidak nyaman di rumahmu sendiri? Tamu itu mulai menguasai rumahmu, dan karena kamu menghormatinya, kamu tak bisa mengingatkannya, apalagi mengusirnya?

Seperti itulah kira-kira ini pertunjukan “Keluarga Tot” yang dipentaskan Teater Gandrik selama empat hari (mulai malam ini, 17 April). Diterjemahkan dan diadaptasi dari naskah karya István Örkény, berjudul asli Totek.

“Surau” Disadur Menjadi “Meunasah”

Cerpen saya, “Surau” (dari buku Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya) disadur ke dalam pementasan Teater Nol oleh sutradara Jefry TS dan dipentaskan di Universitas Syiah Kuala, Aceh. Saduran ini diberi judul “Meunasah”, yang berarti “surau” dalam Bahasa Aceh. Baca ulasannya di aamovi.wordpress.com.

Monolog Cantik itu Luka

Ini video monolog Cantik itu Luka dari acara ulang tahun milis Apresiasi-Sastra (16 Februari 2008). Video diambil oleh Indah Survyana. Dewi Ayu diperankan oleh Maya Sekartaji; skenario dan sutradara oleh Bung Kelinci. Monolog ini mengambil fragmen bagian depan dari novel Cantik itu Luka, terutama bagian Dewi Ayu ditahan tentara Jepang dan dipaksa menjadi pelacur. Sila [...]

Monolog Cantik itu Luka

Acara ulang tahun milis Apresiasi-Sastra di Japan Foundation 16/2/2008, salah satunya menampilkan monolog Cantik itu Luka. Sebagai sutradara, Bung Kelinci mengambil fragmen bagian depan ketika Dewi Ayu masuk ke Bloedenkamp dan kemudian dipaksa menjadi pelacur tentara Jepang. Naskah dipentaskan oleh Maya Sekartaji (sebagai Dewi Ayu), yang mainnya sangat bagus dan berhasil mengeluarkan karakter ironi Dewi [...]

Cantik itu Luka