Peluncuran Bilangan Fu

Semalam dari peluncuran novel Ayu Utami, Bilangan Fu. Saya sudah beli bukunya sejak dua mingguan lalu, tapi baru baca satu halaman. Kalimat keduanya membuat saya sejenak bertanya-tanya: “Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai [...].” (cetak tebal dari saya), selebihnya saya harus kembali ke pekerjaan (*grin*).

Bilangan Fu

Baru tahu, Ayu Utami sudah mengeluarkan novel baru: Bilangan Fu. Akan di-launch tanggal 20 Juli. Kapan saya? Kapan kamu?

Buku Mo Yan

Akhirnya bisa memperoleh buku Mo Yan terbaru, Life and Death are Wearing Me Out. Trims buat Richard yang memesankannya ke amazon.com. Ada satu buku lagi yang kutunggu, Salman Rushdie, The Enchantress of Florence. Saya lagi pesan ke teman saya, Maggie, yang kebetulan lagi jalan ke S’pore. Di Indonesia novel itu belum nongol. Semoga dapat, Maggie!

Sastra dan Asal-usul Moral

Dalam salah satu karya pentingnya, Zur Genealogie der Moral, atau Asal-usul Moral, Nietzsche mengajukan satu perenungan: “Hanya sesuatu yang tak memiliki sejarahnya yang tak bisa dijelaskan.” Ia mengajukan satu pemahaman bahwa, moralitas sesungguhnya selalu memiliki konteks sejarahnya yang spesifik. Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip dan aturan-aturan, yang kadangkala tak berhubungan dan malah inkonsisten.

Yoko dan Siau Liong Lie

16 tahun kemudian ternyata Yoko tidak menemukan Siau Liong Lie. Ia memutuskan untuk melompat dari jurang sebagaimana kekasihnya (jujur: ada satu adegan sepasang kekasih melompat ke jurang di Cantik itu Luka, yang saya ambil dari episode Yoko dan Siau Liong Lie ini, hehehe). Oh ya, endingnya mereka tidak mati, kok. Mereka bertemu di lembah (yang ada danaunya). Saya ingat adegan pertemuan ini: Yoko menyadari Siau Liong Lie masih hidup karena menemukan pesan yang ditulis di sayap lebah … busyet, ini cerita silat banget, kan!

Tirai Koyak Novel

Hal pertama yang diperbincangkannya adalah “sejarah novel”. Menurut Kundera, sejarah kesenian (di mana di dalamnya juga turut serta “sejarah novel”), berbeda dengan pengertian “sejarah” dalam bidang lain. Katakanlah, jika kita membicarakan mengenai “sejarah Jerman” atau “sejarah ilmu pengetahuan”, di sana sejarah memiliki kandungan makna yang berarti “kemajuan”. Ada proses yang mengarah ke sesuatu yang lebih baru dalam tahapan waktu. Nah, ini tidak berlaku dalam kesenian!

Cantik itu Luka