“Bisikan Arwah” Abdullah Harahap
(Update: Tribute to Abdullah Harahap)

Tak terasa sudah hampir tujuh bulan proyek “Tribute to Abdullah Harahap” berlangsung (lihat posting katalog buku Abdullah Harahap). Saya, Intan Paramaditha dan Ugoran Prasad sudah beberapa kali bertemu untuk mendiskusikan proyek kami, dan terus berjalan. Pertemuan terakhir, kami melakukannya melalui Yahoo Messanger karena saat itu berada di tempat yang berjauhan.

Dalam diskusi terakhir kami, saya memberikan laporan mengenai pembacaan saya atas novel Bisikan Arwah. Novel itu bisa menjadi kasus untuk bagian telaah saya: tentang arwah, dendam, dan konteks sosialnya.
Baca selengkapnya …

Sastra dan Cyber

Ada tulisan tentang sastra cyber dan seputarnya di Jurnal Nasional, dimana saya sempat diwawancarai untuk tulisan tersebut. Baca di blog penulisnya, Grathia Pitaloka.

“Dreamer” Knut Hamsun: Perempuan Tuh, Ya …

dreamer-hamsunDreamer barangkali bukan novel Knut Hamsun yang paling sering dibicarakan. Bahkan seringkali terlewat dalam pembahasan karya-karyanya. Tapi begitulah, Hamsun. Bahkan di novel yang awalnya tampak sederhana ini, di akhir cerita menjadi tidak begitu sederhana.

Saya cuma ingin berbagi akhir ceritanya, tapi gambaran mengenai awal cerita tentu harus diberikan: Tokoh utamanya Ove Rolandsen. Bayangkan saja dia sebagai anak muda bengal yang kerjanya merayu para gadis kesana-sini. Dia bekerja sebagai operator telegraf. Di luar pekerjaan dan hobinya merayu para gadis, ia sering mengurung diri di kamar untuk melakukan berbagai percobaan kimia.
Baca selengkapnya …

“Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya” dan “Print-on-Demand”

buku-cindil
Beberapa waktu lalu, di Facebook saya melihat sejenis pemberitahuan: Gunawan Maryanto menerbitkan kumpulan puisi (pertamanya) berjudul “Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya”. Di woro-woro itu diberitahu, buku dicetak dalam format POD (Print on Demand) dan hanya bisa dipesan lewat web penerbitnya omahsore.web.id (artinya, mungkin enggak akan ada di toko). Saya langsung memesannya dan beberapa hari kemudian, buku sudah datang.

Wow. Pertama-tama, saya kagun karena model bisnis dan penerbitan semacam ini ternyata bekerja dengan baik. Saya pesan, dan beberapa hari kemudian kurir datang mengantarkan pesanan. Sebenarnya saya ingin mengomentari, sistem kurir ini mungkin tidak terlalu efisien dan saya barangkali lebih menyarankan sistem paket atau pos. Waktu itu saya tak berkomentar banyak, masih mengagumi sistem yang hebat ini. Bagaimana tidak? Saya tidak ke toko buku, saya bahkan tidak ke ATM, tapi saya langsung memperoleh buku yang saya inginkan!
Baca selengkapnya …

We Don’t Have a World-Class Author

Let’s face it, after Pramoedya, we don’t have a world-class author the equal of Haruki Murakami, Mo Yan or Orhan Pamuk.” Itu memang komentar saya. Dikutip oleh Richard Oh untuk kolomnya di JakartaGlobe, berjudul “Why Aren’t More Indonesian Literary Works Being Published Abroad?”.

Adonis

Hujan lebat pada Senin sore kemarin, tak menghalangi niat saya untuk menempuh setengah jam perjalanan ke Komunitas Salihara. Saya sudah meniatkan kunjungan ini sejak dua minggu sebelumnya. Acara malam itu adalah ceramah umum yang akan dibawakan oleh Adonis, dengan tema “Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama“.

Siapakah Adonis, sehingga saya rela meninggalkan meja kerja saya yang selama berminggu-minggu ini menjadi sarang bagi berlembar-lembar draft akhir novel saya? Adonis bisa dibilang penyair Arab paling penting sekarang ini. Bahkan boleh dibilang, ia penyair paling kuat sebagai kandidat peraih Nobel Kesusastraan di tahun-tahun terakhir sekaligus tahun-tahun ke depan.
Baca selengkapnya …

5 Besar Khatulistiwa Literary Award 2008

Teman saya Richard Oh baru saja mengirim sms mengenai 5 (lima) besar Khatulistiwa Literary Award. Ini hasilnya. Prosa: Bilangan Fu (Ayu Utami), Rahasia Meede (ES Ito), Kaca Piring (Danarto), Hubbu (Mashuri), dan Glonggong (Junaedi Setiono). Puisi: Teman-teman dari Atap Bahasa (Afrizal Malna), Pandora (Oka Rusmini), Sajak-sajak Menjelang Tidur (Wendoko), Jantung Lebah Ratu (Nirwan Dewanto), dan Orgasmaya (Hasan Aspahani).

Sampul Buku “Bulu Mata Susu”

Hampir sebulan terakhir saya mengerjakan desain buku puisi Ramon Damora berjudul Bulu Mata Susu. Setelah mencoba beberapa kemungkinan, ini merupakan desain yang akhirnya di-approve oleh sang penyair. Di blog Ramon Damora, bisa dilihat dua versi sebelumnya, sebelum berakhir dengan desain ini. Sila menunggu bukunya di toko!

Peluncuran Bilangan Fu

Semalam dari peluncuran novel Ayu Utami, Bilangan Fu. Saya sudah beli bukunya sejak dua mingguan lalu, tapi baru baca satu halaman. Kalimat keduanya membuat saya sejenak bertanya-tanya: “Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai [...].” (cetak tebal dari saya), selebihnya saya harus kembali ke pekerjaan (*grin*).

Bilangan Fu

Baru tahu, Ayu Utami sudah mengeluarkan novel baru: Bilangan Fu. Akan di-launch tanggal 20 Juli. Kapan saya? Kapan kamu?