Dian Sastro Membaca Puisi “Aku dan Tuhanku” karya Sutan Takdir Alisjahbana

Dian Sastrowardoyo membacakan puisi Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994) “Aku dan Tuhanku” pada acara 100 Tahun STA (11 Februari 2008). Pembacaan ini dilakukan di rumah peristirahatan keluarga STA di Tugu, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Trims, Dian! Trims YouTube!

Bon Voyage, Mr. President

Kita tahu itu baru terjadi setahun kemudian: 1998. Selepas itu, kita semua tahu apa yang terjadi. Bagi saya: serasa tak ada yang terjadi … Sampai saat ketika di warung melihat kematiannya, saya merasa presiden Indonesia masih yang itu: Soeharto. Sepuluh tahun berlalu, tak banyak yang berubah …

Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah

Melalui kajian puisi dan cerpen Asrul Sani yang nisbiah jarang jumlahnya dibandingkan dengan esainya, terlihat bahwa cerpen-cerpen Asrul adalah cerpen ide, puisi-puisinya sarat dengan beban ide. Dalam sepucuk esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan ungkapannya disebut sebagai generasi saya sendiri, Asrul Sani menulis: “Kita harus sampai pada puisi ’gigantis’ yang menyeluruh—sebagai imbangan dari robekan-robekan [...]

Cantik itu Luka