Tetralogi Buru dan Novel ‘Modern’
Tetralogi Buru bisa dibilang merupakan satu upaya Pramoedya Ananta Toer untuk menjawab apa itu menjadi Indonesia. Di akhir tahun 50an, ketika perkara menjadi Indonesia sedang hangat, jika tak bisa dikatakan panas, ia mulai memikirkan satu seri novel yang bisa mencari dan melacak jejak-jejak nasionalisme Indonesia.
Janji SBY 7 November 2007 dan Iklan Wiranto
Screenshot: presidensby.info. Berawal dari iklan Wiranto di berbagai koran yang bertajuk Wiranto Masih Berharap SBY Penuhi Janji Soal BBM, polemik mulai berkembang. Menteri Sekretaris Negara, Hatta Rajasa, berkomentar atas iklan itu, “Sangat tendensius dan bisa menyesatkan kalau tidak ditanggapi. Seakan-akan Presiden berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM.” Benarkah Presiden SBY tak pernah berjanji tidak [...]
Majalah Tempo: “Indonesia yang Kuimpikan”
Telah beredar majalah Tempo edisi khusus dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional. Judul sampulnya: “Indonesia yang Kuimpikan”. Di dalamnya ada ulasan mengenai 100 buku/teks dalam seabad Indonesia (1908-2008) yang dianggap membawa pengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, serta mampu menjelaskan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Black President of America
Ngomong-ngomong, apa hubungannya pemilihan presiden Amerika dengan saya? Entahlah. Yang jelas, saya kok tampaknya lebih tertarik melihat perkembangan mereka daripada perkembangan siapa yang akan jadi presiden Indonesia. Rasa-rasanya, siapa pun presiden Indonesia, tak akan ada bedanya. Tapi presiden Amerika? Ah, pasti kerasa bedanya ke seluruh dunia.
Orhan Pamuk: Jilbab Merupakan Tradisi
Foto diambil dari orhanpamuk.net Baru-baru ini, novelis Turki peraih Nobel Kesusastraan 2006 Orhan Pamuk memberi dukungan penggunaan jilbab di universitas. Ia menegaskan bahwa jilbab sama sekali tak berhubungan dengan fundamentalisme Islam. “Di Turki, perempuan mempergunakan jilbab secara tradisional, sebagaimana perempuan Italia melakukannya di masa lalu,” begitu pernyataannya kepada beberapa media. Ia menambahkan, “Sebagian besar perempuan [...]
Bon Voyage, Mr. President
Kita tahu itu baru terjadi setahun kemudian: 1998. Selepas itu, kita semua tahu apa yang terjadi. Bagi saya: serasa tak ada yang terjadi … Sampai saat ketika di warung melihat kematiannya, saya merasa presiden Indonesia masih yang itu: Soeharto. Sepuluh tahun berlalu, tak banyak yang berubah …
