Nilai Politik Saya
Saya baru mengikuti Pancasila Interaktif, sebuah aplikasi yang bisa menentukan posisi nilai politik kita dengan cepat di situs Budiman Sudjatmiko. Aplikasi ini pada dasarnya berupa kuis, dimana kita menentukan sikap kita atas beberapa pilihan dalam satu dan beberapa isu/masalah. Dan setelah mengisi kuis tersebut, inilah hasil “Nilai Politik” saya terlihat dalam bagan:
Politik itu Kitsch
Estetika di mana kotoran (tai) diabaikan dan dianggap tak ada merupakan estetika kitsch, kata Milan Kundera di bagian akhir novel The Unbearable Lightness of Being. Jika saya tak salah ingat, berkali-kali ia membicarakan hal yang sama di novel yang lain. Mungkin di The Joke atau di Life is Elsewhere. Yang jelas, gagasan (atau kemuakan) atas kitsch barangkali merupakan salah satu yang penting dalam novel-novelnya.
Negara Merampas Hak Pilih Saya
Awalnya saya malas mengomentari Pemilihan Umum 2009 kali ini, tapi setelah berpikir-pikir, mungkin ada bagusnya saya mencatat kekesalan saya. Paling tidak, untuk mengingatkan saya bahwa hal ini pernah terjadi. Sejak saya memperoleh hak pilih saya, untuk kali pertama, saya tak memperoleh hak itu.
Saya merupakan warga negara yang baik. Saya belum pernah dihukum karena tindakan kriminal. Penghasilan saya dipotong pajak. Umur saya lebih dari cukup. Saya juga memiliki Kartu Tanda Penduduk yang sah. Tapi entah kenapa, negara tiba-tiba menghilangkan nama saya dari Daftar Pemilih Tetap yang berhak memilih wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat.
Apakah Para Pejabat Ditakdirkan untuk Bego?
Foto oleh: A National Acrobat, Some rights reserved. Malam ini, dengan terpaksa saya mendownload semua file yang saya simpan selama sepuluh tahun terakhir di Yahoo Briefcase. Sambil melakukan itu, saya browsing dan menemukan satu tulisan lucu di sebuah blog. Saya kutipkan kembali di sini, sebab ini mengingatkan saya kepada peristiwa yang saya alami sekitar dua [...]
Obama’s Quote
To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect. To those leaders around the globe who seek to sow conflict, or blame their society’s ills on the West — know that your people will judge you on what you can build, not what you destroy. To those [...]
Che dan Amerika
Istri saya sedang membaca buku tentang Che, tiba-tiba ia bertanya, “Amerika ini tukang invasi negara lain, ya?” Saya jawab, memang begitu. Itu negara yang enggak bisa hidup tanpa menginvasi negara lain. Lalu saya berkata berandai-andai, “Kalau Amerika menginvasi Indonesia, gimana? Aku sih kayaknya mau gerilya.” Istri saya menatap dengan cemas dan bilang, jangan mengatakan hal [...]
