The Unbearable Lightness of Being: Politik itu Kitsch


Estetika di mana kotoran (tai) diabaikan dan dianggap tak ada merupakan estetika kitsch, kata Milan Kundera di bagian akhir novel The Unbearable Lightness of Being. Jika saya tak salah ingat, berkali-kali ia membicarakan hal yang sama di novel yang lain. Mungkin di The Joke atau di Life is Elsewhere. Yang jelas, gagasan (atau kemuakan) atas kitsch barangkali merupakan salah satu yang penting dalam novel-novelnya.

Dan tentu saja kitsch yang paling tak disukainya adalah kitsch gaya estetika Komunis Rusia. Sudah menjadi rahasia umum, Kundera membenci hampir segala hal mengenai Rusia. Bahkan tak jarang ia menolak wawancara jika diketahuinya wartawan tertentu berasal dari Rusia. Sebagaimana umum diketahui, ia harus meninggalkan negerinya (Ceko) tak lama setelah negeri itu diinvasi tentara Rusia, dan tinggal di Paris sampai hari ini. Tema mengenai invasi itu, bahkan sudah muncul sejak novel pertamanya, The Joke.
Baca selengkapnya …

Negara Merampas Hak Pilih Saya

Awalnya saya malas mengomentari Pemilihan Umum 2009 kali ini, tapi setelah berpikir-pikir, mungkin ada bagusnya saya mencatat kekesalan saya. Paling tidak, untuk mengingatkan saya bahwa hal ini pernah terjadi. Sejak saya memperoleh hak pilih saya, untuk kali pertama, saya tak memperoleh hak itu.

Saya merupakan warga negara yang baik. Saya belum pernah dihukum karena tindakan kriminal. Penghasilan saya dipotong pajak. Umur saya lebih dari cukup. Saya juga memiliki Kartu Tanda Penduduk yang sah. Tapi entah kenapa, negara tiba-tiba menghilangkan nama saya dari Daftar Pemilih Tetap yang berhak memilih wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat.
Baca selengkapnya …

Apakah Para Pejabat Ditakdirkan untuk Bego?

Malam ini, dengan terpaksa saya mendownload semua file yang saya simpan selama sepuluh tahun terakhir di Yahoo Briefcase. Sambil melakukan itu, saya browsing dan menemukan satu tulisan lucu di sebuah blog. Saya kutipkan kembali di sini, sebab ini mengingatkan saya kepada peristiwa yang saya alami sekitar dua belas tahun lalu.
Baca selengkapnya …

Obama’s Quote

To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect. To those leaders around the globe who seek to sow conflict, or blame their society’s ills on the West — know that your people will judge you on what you can build, not what you destroy. To those who cling to power through corruption and deceit and the silencing of dissent, know that you are on the wrong side of history; but that we will extend a hand if you are willing to unclench your fist.

- Obama’s Inaguration Quote

Che dan Amerika

Istri saya sedang membaca buku tentang Che, tiba-tiba ia bertanya, “Amerika ini tukang invasi negara lain, ya?” Saya jawab, memang begitu. Itu negara yang enggak bisa hidup tanpa menginvasi negara lain. Lalu saya berkata berandai-andai, “Kalau Amerika menginvasi Indonesia, gimana? Aku sih kayaknya mau gerilya.” Istri saya menatap dengan cemas dan bilang, jangan mengatakan hal buruk. Tapi siapa tahu, kan? “Trus aku gimana?” tanyanya. “Kamu tinggal saja di kampung nenek di Tasik. Aku yakin tentara Amerika enggak tahu tempat itu,” kata saya. “Trus kamu?” Saya menjawab, “Gerilya di Bekasi.” Hehehe … perbincangan aneh antar suami-isteri, ya? Tapi soal Amerika suka menginvasi negara lain … kayaknya ini bukan suatu yang aneh. Seluruh dunia tahu itu: Kuba, Vietnam, Afghanistan, Irak, dan entah mana lagi.

Tetralogi Buru dan Novel ‘Modern’


Foto oleh: Boby Dimitrov, Some rights reserved.

Tetralogi Buru bisa dibilang merupakan satu upaya Pramoedya Ananta Toer untuk menjawab apa itu menjadi Indonesia. Di akhir tahun 50an, ketika perkara menjadi Indonesia sedang hangat, jika tak bisa dikatakan panas, ia mulai memikirkan satu seri novel yang bisa mencari dan melacak jejak-jejak nasionalisme Indonesia.

Jawaban Pramoedya adalah kembali ke akhir abad 19 hingga awal abad 20. Itulah memang masa subur benih-benih nasionalisme Indonesia mulai disemai dan bertunas. Dalam hal ini, Pramoedya berhasil menemukan tokoh ideal anak kandung semangat ini: Tirto Adhi Soerjo. Bukan politikus yang kelak menjadi presiden pertama semacam Soekarno, atau aktivis kiri yang bergerak tanpa batas geografis semacam Tan Malaka, tapi seorang wartawan sekaligus penulis roman.
Baca selengkapnya …

Janji SBY 7 November 2007 dan Iklan Wiranto

 


Screenshot: presidensby.info.

Berawal dari iklan Wiranto di berbagai koran yang bertajuk Wiranto Masih Berharap SBY Penuhi Janji Soal BBM, polemik mulai berkembang. Menteri Sekretaris Negara, Hatta Rajasa, berkomentar atas iklan itu, “Sangat tendensius dan bisa menyesatkan kalau tidak ditanggapi. Seakan-akan Presiden berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM.” Benarkah Presiden SBY tak pernah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM? 

Silakan lihat di laman situsnya sendiri: presidensby.info 7 November 2007. Jika dengan ajaib halaman itu dihapus (gampang lah menghapus halaman web), saya mempunyai screenshotnya di sini. Sekarang, mari kita tunggu, apakah presiden kita tukang ingkar janji atau tidak? Atau masih mau menyangkal janji yang sudah diucapkan?
Baca selengkapnya …

Majalah Tempo: “Indonesia yang Kuimpikan”

Telah beredar majalah Tempo edisi khusus dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional. Judul sampulnya: “Indonesia yang Kuimpikan”. Di dalamnya ada ulasan mengenai 100 buku/teks dalam seabad Indonesia (1908-2008) yang dianggap membawa pengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, serta mampu menjelaskan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Saya promosikan edisi ini karena saya menulis salah satu artikel di dalamnya (he2). Saya menulis mengenai Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer dalam tulisan berjudul “Tetralogi Buru dalam Indonesia ‘Modern’”. Selamat membaca dan berjanji, mari menulis buku yang jauh lebih baik lagi, juga lebih banyak lagi, untuk Indonesia satu abad mendatang!
Baca selengkapnya …

Black President of America


Foto dari Salon.com

Saya hanya ingin menengok beberapa film yang ternyata, barangkali sudah menjadi harapan rakyat Amerika sejak lama, menampilkan presiden yang diperankan aktor hitam:

Head of State (2003)

Film komedi yang memiliki tag: “yang putih cuma rumahnya” (maksudnya, ‘white house’ yang berisi orang-orang kulit hitam). Chris Rock berperan sebagai Presiden Mays Gilliam. Ia juga menulis dan menyutradarai film ini.
Baca selengkapnya …

Orhan Pamuk: Jilbab Merupakan Tradisi


Foto diambil dari orhanpamuk.net 

Baru-baru ini, novelis Turki peraih Nobel Kesusastraan 2006 Orhan Pamuk memberi dukungan penggunaan jilbab di universitas. Ia menegaskan bahwa jilbab sama sekali tak berhubungan dengan fundamentalisme Islam.

“Di Turki, perempuan mempergunakan jilbab secara tradisional, sebagaimana perempuan Italia melakukannya di masa lalu,” begitu pernyataannya kepada beberapa media. Ia menambahkan, “Sebagian besar perempuan Turki mempergunakan jilbab, tapi bukan anggota atau pengikut partai berhaluan Islam seperti Partai Keadilan Pembangunan (AKP).”
Baca selengkapnya …