Renang dan Jogging

Ketika memutuskan untuk menjadi penulis penuh waktu, saya menyadari barangkali saya akan menjalani hidup yang sangat tidak sehat. Paling tidak saya sudah menjalani hidup yang tidak sehat itu selama beberapa waktu: terlalu banyak duduk untuk menulis di depan komputer, terlalu banyak duduk untuk membaca buku, terlalu banyak aktifitas pikiran daripada aktifitas fisik, dan tentu saja sederet gaya hidup yang sama tidak sehatnya. Jelas: saya butuh berolahraga.

Ada dua jenis olahraga yang saya lakukan: jogging dan renang. Ketika masih di Yogya, tepatnya di akhir masa-masa saya tinggal di Yogya, saya sering jogging sore hari mengitari kampus UGM. Banyak orang melakukan kegiatan itu sehingga saya merasa senang, meskipun pada dasarnya saya berlari sendirian. Dari rumah biasanya saya cuma bercelana pendek, memakai sepatu kets, dan berbekal uang receh untuk membeli minuman. Setelah itu langsung lari.
Baca selengkapnya …

Surat Terbuka untuk FIFA: Bekukan Saja PSSI

Untuk Presiden FIFA yang terhormat, sebagai penggemar sepak bola Indonesia, dengan sangat memohon agar FIFA bersedia membekukan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Memang belum lama ini PSSI meraih Juara 1 Piala Kemerdekaan setelah mengalahkan tim Libya 3-1. Tapi, Tuan Presiden FIFA yang terhormat, kemenangan itu kami peroleh dengan cara yang sangat memalukan. Setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, salah seorang ofisial tim kami memukul pelatih Libya, sehingga tim Libya tak mau meneruskan pertandingan karena merasa terancam.

Saya benar-benar malu, Tuan Presiden FIFA. Lebih baik PSSI dibubarkan saja dan saya tak menonton sepakbola Indonesia, sampai waktu yang tak ditentukan, daripada saya (kami) terus-menerus dipermalukan PSSI dengan cara seperti ini. Belum lagi kalau ingat bahwa Ketua Umum PSSI (Tuan Nurdin Halid) masih mendekam di penjara. Artinya? Kriminal, Tuan Presiden FIFA! Sekali lagi saya mohon, bekukan saja PSSI. Saya sudah benar-benar malu!
Baca selengkapnya …