Jose Saramago, R.I.P.

Tak ada yang lebih menyedihkan ketika mendengar penulis besar meninggal. Hari ini: Jose Saramago, 87 tahun. Saya pikir tak ada cara yang lebih baik untuk menghormati kepergiaan seorang penulis, kecuali menuliskan sesuatu tentangnya. Saya punya catatan pendek tentang novel-novel Saramago di sini: Jose Saramago, dan “Apa yang Terjadi Jika …”

Selamat Jalan, Gus Dur

OMG, aku menangis mendengar Gus Dur meninggal. Ia presiden Indonesia yang keempat, dan menurutku, yang terbaik. Selamat jalan, Gus. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Obituari untuk Bapak

Hari ini, ayah saya meninggal. Guru-guru saya sering memanggilnya Pak Sanusi. Tetangga lebih terbiasa memanggilnya Pak Uci. Ia lahir empat belas hari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Meninggal 23 Juli 2009. 63 tahun menjelang 64. Ia pasti suka sekali, sebab itu juga umur Rasulullah ketika meninggal. Sebelum sakit, ia pengkhotbah Jumat di sebuah masjid. Kadang-kadang ia menuliskan [...]

Darah Juang

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur, Tuhan …

Selamat Jalan, Alex

Sebenarnya hari ini saya ingin menulis catatan jalan-jalan ke Lampung dua hari kemarin (30 April-1Mei 2008) bersama Joko Pinurbo dan Binhad Nurrohmat (serta istri saya). Tapi mendadak kemarin, di jalan pulang ke Jakarta, Binhad memberi tahu saya: Alex sudah meninggal. Waktu itu saya belum tahu, Alex mana yang dimaksudnya. Saya punya beberapa teman bernama Alex. Setelah dijelaskan Binhad, baru saya tahu, yang dimaksud adalah penjaga kedai “Warung Alex” tempat kami biasanya nongkrong di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Bon Voyage, Mr. President

Kita tahu itu baru terjadi setahun kemudian: 1998. Selepas itu, kita semua tahu apa yang terjadi. Bagi saya: serasa tak ada yang terjadi … Sampai saat ketika di warung melihat kematiannya, saya merasa presiden Indonesia masih yang itu: Soeharto. Sepuluh tahun berlalu, tak banyak yang berubah …

Cantik itu Luka