The Shadow of the Wind

Beberapa waktu lalu, saya menghabiskan waktu luang dengan membaca novel Carlos Ruiz Zafon, The Shadow of the Wind. Jika kamu suka membaca buku petualangan, menyibak misteri, dengan tokoh anak belasan tahun terlibat dalam roman percintaan, buku ini akan saya rekomendasikan. Sejujurnya, buku semacam itulah yang saya baca untuk menghibur diri. Tak jauh berbeda dengan buku-buku [...]

Jose Saramago dan “Apa yang Terjadi, Jika …”

Itulah Jose Saramago. Kita mengenalnya sebagai novelis dimana novel-novelnya selalu beraroma “apa yang terjadi, jika …” Apa yang terjadi jika nama samaran menjadi tokoh sebenarnya dan pemilik nama samaran justru menjadi hantu, seperti itulah barangkali ringkasan pendek novel The Year of the Death of Ricardo Reis. Tentu saja novel-novelnya jauh melampaui sekadar “apa yang terjadi, jika …”, tapi kita tak mungkin mengabaikan fakta itu sebagai strategi prosanya.

Yang Melukai Halimunda, Kerabat Macondo Itu

oleh Berto Tukan, Kecoa Merah

Menarik membandingkan STK dan CIL. Pasalnya, dalam pembacaan sepintas pun terlihat bagaimana kesamaan antara kedua karya ini; pertama sama-sama menggunakan gaya realisme magis. Realisme magis sendiri merupakan gaya penulisan yang menggunakan surealisme dan realisme secara bersamaan dan tak terpisahkan. Istilah ini diambil dari kasanah seni lukis oleh kritikus sastra untuk mencandrakan karya Marquez, Grass (dalam novel The Tin Drum) Borges, Okri serta Eka Kurniawan.

A Short History of Tractors in Ukrainian

Ketika saya membaca bagian awal novel ini, sekonyong saya merasa suka. Pertama-tama adalah alasan personal. Persis sebagaimana pembukaan novel itu: Sekitar dua tahun lalu, nenek saya meninggal. Kakek saya, yang tinggal sendirian di desa, memutuskan untuk menikah lagi. Calon istri barunya seorang janda yang jauh lebih muda daripada kakek.

Politik itu Kitsch

Estetika di mana kotoran (tai) diabaikan dan dianggap tak ada merupakan estetika kitsch, kata Milan Kundera di bagian akhir novel The Unbearable Lightness of Being. Jika saya tak salah ingat, berkali-kali ia membicarakan hal yang sama di novel yang lain. Mungkin di The Joke atau di Life is Elsewhere. Yang jelas, gagasan (atau kemuakan) atas kitsch barangkali merupakan salah satu yang penting dalam novel-novelnya.

“Kronik Betawi”, Novel Baru Ratih Kumala

Novel terbaru karya istriku, Ratih Kumala, berjudul Kronik Betawi. Ya, benar, ini tentang masyarakat Betawi di Jakarta. Berbeda dengan kedua novel sebelumnya, gaya bahasanya lebih ringan dan, tentu saja lucu. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, mulai beredar 4 Juni 2009. Selamat membeli dan membaca.

Cantik itu Luka