<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eka Kurniawan Project &#187; Novel Grafis</title>
	<atom:link href="http://ekakurniawan.com/blog/tag/novel-grafis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekakurniawan.com</link>
	<description>Menulis dan petualangan-petualangan lainnya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 03:49:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>The Day The Dog Died</title>
		<link>http://ekakurniawan.com/blog/the-day-the-dog-died-1276.php</link>
		<comments>http://ekakurniawan.com/blog/the-day-the-dog-died-1276.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekakurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar dan Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Artwork]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Grafis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekakurniawan.com/?p=1276</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan komik kolaborasi saya (cerita) dan Agung Arif Budiman (gambar). Di masa kuliah, bersama satu teman lain (Andy Seno Aji) kami bikin kelompok komik bernama Komikaze. Komik "The Day the Dog Died" sebenarnya direncanakan agak panjang, tapi karena sama-sama sibuk, akhirnya jadi sebuah fragmen pendek. Selamat menikmati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan komik kolaborasi saya (cerita) dan Agung Arif Budiman (gambar). Di masa kuliah, bersama satu teman lain (Andy Seno Aji) kami bikin kelompok komik bernama Komikaze. Komik &#8220;The Day the Dog Died&#8221; sebenarnya direncanakan agak panjang, tapi karena sama-sama sibuk, akhirnya jadi sebuah fragmen pendek. Selamat menikmati.</p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3ndfInDtI/AAAAAAAAAWA/reWjq0kgF7c/s400/01.jpg" border="0" /><br />
<span id="more-1276"></span><br />
<img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3nYLcEleI/AAAAAAAAAV4/uRbfL5iFS8c/s400/02.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3nSEosKBI/AAAAAAAAAVw/yBdv6r5aB4E/s400/03.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3nMTeRnVI/AAAAAAAAAVo/ZUHpnLhMAyA/s400/04.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3nCpk9WVI/AAAAAAAAAVg/vjpnM3IQNt0/s400/05.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3m7fyogsI/AAAAAAAAAVY/vzREx3FQ_Ls/s400/06.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3m1qWl2aI/AAAAAAAAAVQ/WKIOGyHkx6c/s400/07.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3muaU0qcI/AAAAAAAAAVI/TBkGCS5nKKA/s400/08.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3moTQFY_I/AAAAAAAAAVA/X-0haDVGW80/s400/09.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3mfxpSLiI/AAAAAAAAAU4/Gf3v13AFGxs/s400/10.jpg" border="0" /></p>
<p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tn9p8W26Wqg/St3mYtPGcHI/AAAAAAAAAUw/WE8Vxz7hgN8/s400/11.jpg" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekakurniawan.com/blog/the-day-the-dog-died-1276.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lone Wolf and Cub: &#8220;Character that Stands Out&#8221;</title>
		<link>http://ekakurniawan.com/blog/lone-wolf-and-cub-129.php</link>
		<comments>http://ekakurniawan.com/blog/lone-wolf-and-cub-129.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 17:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekakurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Manga]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Grafis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekakurniawan.com/blog/lone-wolf-and-cub-129.php</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1569715025/ref=nosim/bumimanusia-20">Lone Wolf and Cub</a></em> pertama-tama barangkali karena karakter gambarnya yang tak jauh berbeda dengan komik silat Indonesia tahun 70an. Dengan kata lain, berbeda dengan <em>manga</em> kebanyakan yang cenderung meng-karikaturkan (dengan penekanan kuat terhadap bentuk kanak-kanak di satu sisi, namun mengandung unsur sensual di sisi lain). Lebih jelasnya, saya menyukai komik ini (atau apalah namanya: novel grafis boleh, manga boleh, cergam tentu juga boleh -- buat saya tidak ada bedanya), karena karakter gambarnya yang realis di satu sisi, dan metaforis di sisi lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1569715025/ref=nosim/bumimanusia-20">Lone Wolf and Cub</a></em> pertama-tama barangkali karena karakter gambarnya yang tak jauh berbeda dengan komik silat Indonesia tahun 70an. Dengan kata lain, berbeda dengan <em>manga</em> kebanyakan yang cenderung meng-karikaturkan (dengan penekanan kuat terhadap bentuk kanak-kanak di satu sisi, namun mengandung unsur sensual di sisi lain). Lebih jelasnya, saya menyukai komik ini (atau apalah namanya: novel grafis boleh, manga boleh, cergam tentu juga boleh &#8212; buat saya tidak ada bedanya), karena karakter gambarnya yang realis di satu sisi, dan metaforis di sisi lain.<br /><span id="more-129"></span><br />Kedua, di luar kecenderungan saya untuk menyukai segala cersil (cerita silat), saya menyukai gaya naratif komik ini. Berbeda dengan kebanyakan cersil Cina yang cenderung kompleks (dengan puluhan, bahkan kadang ratusan tokoh dihubungkan dengan alur cerita yang silang-menyilang &#8212; ciri yang menurut saya juga dipakai oleh penulis kita Asmaraman S. Kho Ping Hoo), <em>Lone Wolf and Cub</em> justru hanya mengisahkan perjalanan Ogami Itto dan anaknya, Daigoro sebagai seorang pembunuh bayaran. Sebagaimana para samurai memiliki &#8220;kode samurai&#8221; atau ronin juga memiliki &#8220;kode ronin&#8221; sebagai patokan etika mereka, Ogami Itto memutuskan untuk menempuh jalan pembunuh bayaran, tentu juga dengan moralnya sendiri. Kode etik utama yang ia pegang adalah: ia harus tahu kenapa harus membunuh seseorang.</p>
<p>Begitulah komik ini sesungguhnya dibangun oleh episode-episode singkat (antara 30-50 halaman), di mana di setiap epidose Ogami Itto harus menyelesaikan misinya membunuh seseorang. Episode-episode ini jadinya serupa cerita pendek, karena di setiap misi pembunuhan, terdapat sebuah kisah mengenai latar-belakang dan motif pembunuhan tersebut. Meksipun setiap episode temanya selalu sama, yakni: hubungan antara pembunuh bayaran, pemesan dan korban, penulis <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kazuo_Koike">Kazuo Koike</a> bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang selalu berbeda dan unik di setiap episode. Kadang-kadang kita bersimpati kepada si klien, kadang kepada korban, kadang malah berpikir: yup, memang brutal sekali!</p>
<p>Di balik kisah brutal semacam itu, tak jarang secara ironik keluar sejenis filsafat hidup yang aneh tapi agak <em>make sense</em>. Sebagai contoh, Ogami Itto sering memakai kepolosan anaknya yang masih kecil untuk memancing korbannya. Banyak orang (termasuk kliennya), menganggap tindakan melibatkan anak kecil dalam pekerjaan kotor semacam itu sebagai sangat tidak bermoral. Tapi dengan enteng Ogami Itto menjawab: &#8220;Seorang ayah mengetahui hati anaknya, sebagaimana hanya seorang anak bisa mengerti hati ayahnya.&#8221; Saya yakin filosofi macam begini tak mungkin dipelajari di padepokan manapun: ini hanya bisa keluar dari seorang ayah yang hidup-mati bersama anaknya!</p>
<p>Tentu saja, di atas segalanya, daya tarik utama komik ini sebenarnya mungkin berawal dari karakter Ogami Itto sendiri. Dikisahkan sebelum menjadi pembunuh bayaran, ia sebenarnya algojo Shogun, dengan pedang datonuki di tangannya. Tugas utamanya membunuh para daimyo yang sepuku, atas nama Shogun. Belakangan ia dicurangi oleh klan Yagyu yang membunuh keluarganya, sekaligus memfitnahnya hingga menjadi kriminal dan buronan. Selama pelarian dan perjalanan penuh dendam inilah, Ogami Itto memutuskan menempuh &#8220;jalan menuju neraka&#8221;, sebagai pembunuh bayaran.</p>
<p>&#8220;<em>Character that stands out</em>!&#8221; begitu memang Kazuo Koike selalu memberikan resep mengenai keberhasilannya. Bagi saya, karakter yang menonjol memang menjadi pondasi bagi alur kisah yang juga kuat. Tak ada kisah yang hebat tanpa karakter yang menonjol di dalamnya!</p>
<p>Meskipun begitu, sekali lagi, ilustrasi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Goseki_Kojima">Goseki Kojima</a> melengkapi kesempurnaan komik ini. Tanpa tangan Kojima, saya rasanya tak percaya komik ini akan sehebat yang saya kenal sekarang (Koike pernah bekerjasama dengan ilustrator lain, terutama setelah Kojima meninggal, tapi tak pernah meraih pencapaian yang diraih duet ini dalam <em>Lone Wolf and Cub</em> serta berlanjut misalnya dalam <em>Path of the Assassin</em> dan <em>Samurai Executioner</em>). Ilustrasi Kojima tak hanya filmis, tapi juga ia bisa memberi ekspresi tak hanya kepada tokoh, tapi juga kepada benda-benda. Dalam ilustrasi Kojima, tak hanya tokoh yang bisa marah, misalnya, tapi juga hujan dan sungai. Goresannya tak hanya bersifat deskriftif, sebagaimana kebanyakan komik, namun juga memberi impresi.</p>
<p>Terakhir, bagi siapa pun yang ingin membuat cerita silat dan/atau komik, menurut saya <em>Lone Wolf and Cub</em> harus menjadi salah satu referensi. Atau bahkan, jangan membuat cerita silat dan/atau komik sebelum membaca buku 28 jilid ini. Jika saya membuat daftar 100 komik yang harus dibaca sebelum mati, hmmm, barangkali daftar saya dari nomor 1 sampai 28 adalah buku ini. Dan itu, sungguh, sama sekali tak berlebihan.</p>
<p><strong>nb.</strong><br />Sila baca juga tulisan saya tentang cerita silat yang lain:<br /><a href="http://www.ekakurniawan.com/blog/sejarah-dalam-cerita-silat-kho-ping-hoo-27.php">Sejarah dalam Cerita Silat Kho Ping Hoo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekakurniawan.com/blog/lone-wolf-and-cub-129.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>V dan Novel Grafis Gelap</title>
		<link>http://ekakurniawan.com/blog/v-dan-novel-grafis-gelap-99.php</link>
		<comments>http://ekakurniawan.com/blog/v-dan-novel-grafis-gelap-99.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 17:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekakurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Grafis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekakurniawan.com/blog/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat novel terkenal karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Orwell">George Orwell</a> berjudul <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0451524934/ref=nosim/bumimanusia-20">1984</a></em> (<em>Nineteen Eighty Four</em>)? Novel itu berkisah mengenai rezim fasis di mana seluruh aktivitas warga negaranya dikontrol oleh penguasa. Tak ada tindakan yang tak terlihat, dan tak ada ucapan yang tak terdengar. Orwell merupakan penulis Inggris, dan negeri yang ditulis di novelnya itu juga mengacu kepada Inggris.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat novel terkenal karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Orwell">George Orwell</a> berjudul <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0451524934/ref=nosim/bumimanusia-20">1984</a></em> (<em>Nineteen Eighty Four</em>)? Novel itu berkisah mengenai rezim fasis di mana seluruh aktivitas warga negaranya dikontrol oleh penguasa. Tak ada tindakan yang tak terlihat, dan tak ada ucapan yang tak terdengar. Orwell merupakan penulis Inggris, dan negeri yang ditulis di novelnya itu juga mengacu kepada Inggris.</p>
<p>Tahun 1984 sudah berlalu, dan apa yang diramalkan novel itu tak terbukti (paling tidak, tak terbukti seluruhnya). Akan tetapi ada suasana Inggris yang ditangkap oleh Alan Moore sebagaimana kemudian ditulisnya, &#8220;Sekarang tahun 1988. Margaret Thatcher memasuki jabatannya yang ketiga dan mengungkapkan keyakinannya atas kepemimpinan kubu Konservatif tanpa henti sampai abad mendatang. Putri bungsuku sekarang tujuh tahun dan pers tabloid membahas ide kamp konsentrasi bagi orang-orang penderita AIDS.&#8221;<br />
<span id="more-99"></span><br />
Di sinilah Alan Moore menulis novel grafis <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1401207928/ref=nosim/bumimanusia-20">V for Vendetta</a></em>, dengan <em>setting</em> Inggris yang fasis, tak ramah kepada kaum minoritas, serta segala tindakan warga negara dipantau oleh penguasa. Jadi, fiksi ini kurang lebih hidup di alam pasca <em>1984</em> George Orwell, dengan situasi yang sama. Perbedaannya, di <em>V for Vendetta</em> muncul tokoh hero khas novel grafis, bahkan khas komik pada umumnya, meskipun kita juga harus membedakannya pula dengan jenis-jenis hero dalam komik lainnya. Perbedaan yang paling nyata adalah munculnya bobot ideologis serta tema yang kompleks dalam <em>V for Vendetta</em>.</p>
<p>Ini pula yang biasanya dipergunakan untuk membedakan komik dengan novel grafis secara sederhana. Dalam <em>V for Vendetta</em>, selain mengenai fasisme negara, ia juga membicarakan mengenai hak-hak kaum minoritas (ada kisah mengenai seorang lesbian, misalnya), identitas (siapa V di dalam maskot yang selalu tersenyum bagaikan seorang Joker?), serta tawaran mencengangkan dari penulis akan ide mengenai anarkisme. Dalam komik umumnya, karakter cenderung hitam-putih. Ada antagonis yang jahat di satu sisi, dan pahlawan kebajikan di sisi lain. Tak pernah terungkap ideologi kebenaran apa yang melatarbelakangi karakter-karakter tersebut.</p>
<p>Dalam novel grafis, unsur kompleksitas lebih terasa, sebagaimana kita bisa memperolehnya jika membaca novel sastra. Maka dalam <em>V for Vendetta</em>, kita bagaikan menghadapi pertarungan gagasan mengenai fasisme dan anarkisme. Fasisme diwakili oleh pemerintah, dengan Suara Takdir sebagai corongnya dan anarkisme diwakili oleh V. Pembaca umumnya mungkin tak akan kesulitan untuk mengidentifikasikan karakter fasis, mengingat gambaran-gambaran stereotif mengenai ideologi ini sudah umum dikenali: kamera pengintai, patron kharismatik yang tak bisa dibantah, birokrasi yang terstruktur rapat, serta tentu saja kamp pembersihan.</p>
<p>Dalam menggambarkan karakter anarkis, <em>V for Vendetta</em> menampilkan kecerdasannya. Ide itu tak hanya muncul dari pembicaraan atau monolog karakternya, tapi bahkan diimplementasikan ke dalam cerita. Anarkisme, yang pada dasarnya ditopang oleh keyakinan individualisme dan kontrak sosial (Anda memiliki kebebasan penuh, dan satu-satunya batas kebebasan Anda adalah kebebasan orang lain), diterjemahkan Alan Moore melalui karakter yang penyendiri dan bahkan nyaris tanpa identitas. Selain itu, juga digambarkan oleh V yang selalu membuat perjanjian dengan rekannya dalam melakukan aksi. Selain itu tentu ada satu lagi karakter kuat dalam gagasan ini: adanya keperluan untuk menghancurkan apa yang buruk, untuk membangun kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Kita bisa membicarakan perdebatan antara ide-ide ini maupun dengan ide-ide besar lainnya, yang kita tahu pernah dan masih hidup di dunia kita. Pembicaraan seperti itu sering kita temui dalam esai-esai filsafat maupun sastra. Yang mengagumkan, kini hal semacam itu pun bahkan bisa kita temui dalam buku komik, tanpa harus menghilangkan karakter komik sebagai media yang sejak awal mengajak kita bertualang dan mencari hiburan. Novel grafis seperti <em>V for Vendetta</em> telah memberi jalan, peluang, untuk mengeksplorasi berbagai gagasan dalam bentuk komik.</p>
<p>Lantas apa kelebihannya dari sastra yang kita tahu telah berumur lebuh tua dan memiliki eksplorasi yang telah lebih luas? Di sini perbedaannya sangat jelas: novel grafis mempergunakan gambar berpanel (sebagaimana komik umumnya) sebagai &#8220;bahasa&#8221;. Dalam novel grafis, selain mempertaruhkan unsur-unsur sastrawi seperti cerita, karakter, tema, pada dasarnya ia juga mempertaruhkan unsur-unsur seni rupa dan grafis. Membicarakan atau menikmati novel grafis dari sudut seni rupa pun akan membuka banyak ruang interpretasi tak terbatas.</p>
<p><em>V for Vendetta</em>, berhubungan dengan temanya, mengusung karakter grafis yang cenderung gelap. Seperti novel grafis karya Frank Miller <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1593072937/ref=nosim/bumimanusia-20">Sin City</a></em>, grafisnya sangat terpengaruh oleh gaya film noir dari Prancis yang cenderung didominasi kontras hitam dan putih. Memang gaya ini lebih konsisten dilakukan Frank Miller dalam <em>Sin City</em>, dengan grafis kontras membentuk siluet hitam-putih. Dalam <em>V for Vendetta</em>, grafisnya dikerjakan oleh David Lloyd, karakter siluet kontras itu pun muncul, namun diiringi aksen warna lain. Meskipun begitu, pilihan warna ini tidak membuat komik menjadi &#8220;ceria&#8221; bagaikan komik-komik superhero, sebab warna-warna ini justru membuat grafisnya semakin kelam. Itu terjadi karena pilihan-pilihan warna yang cenderung kelabu: biru, ungu, serta sefia.</p>
<p>Telah lama memang, komik sebagai kesenian mulai merambah ke eksplorasi yang lebih menantang. Ia, yang sejak awalnya memang lahir bersamaan dengan teknologi grafis, dan karenanya sangat terikat dengan industri, mulai memperoleh apresiasi yang lebih serius daripada sekadar media hiburan, sebagaimana film juga mulai memperoleh apresiasi yang memadai. Pada komik dan novel grafis, kesan itu memang tampak terlambat sekali. Meskipun begitu, tema-tema menantang seperti yang ditampilkan <em>V for Vendetta</em> tampaknya membuka peluang kesetaraan dengan bentuk seni lain yang telah lama diterima.</p>
<p>Selain <em>V for Vendetta</em>, juga <em>Sin City</em> yang telah saya sebut, masih banyak novel grafis atau komik yang layak untuk memperoleh apresiasi. Beberapa di antaranya bisa disebut, misalnya <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1563893673/ref=nosim/bumimanusia-20">A History of Violence</a></em> (telah diangkat ke layar lebar), <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1569715025/ref=nosim/bumimanusia-20">Lone Wolf and Cub</a></em> sebuah manga karya Kazuo Koike dan Goseki Kojima peraih Eisner Award, atau <em>Budha</em> karya Osamu Tezuka (barangkali tidak lupa, ia penulis manga <em>Astro Boy</em>). Jika kita lihat, komik-komik dengan tema dan grafis yang lebih serius ini, yang kemudian dikenal sebagai novel grafis, tak hanya muncul di Amerika, namun merebak ke seluruh dunia, termasuk Jepang yang kuat dengan karakter manganya. Atau menginginkan tema-tema yang lebih keseharian? Cobalah membaca novel grafis Marjane Satrapi (<em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/037571457X/ref=nosim/bumimanusia-20">Persipolis</a></em>, dan <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0375714677/ref=nosim/bumimanusia-20">Embroideries</a></em>).</p>
<p>Maka, selamat datang <em>V for Vendetta</em> dan selamat datang novel grafis. Untuk siapakah novel grafis ini diperuntukkan? &#8220;Cerita ini diperuntukkan bagi mereka yang tidak mematikan televisi saat acara berita,&#8221; kata David Lloyd. Tapi jangan khawatir, novel grafis tetap dihadirkan juga untuk menghibur Anda, meskipun setelahnya mengajak Anda untuk sejenak merenung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekakurniawan.com/blog/v-dan-novel-grafis-gelap-99.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

