The Day The Dog Died

Ini merupakan komik kolaborasi saya (cerita) dan Agung Arif Budiman (gambar). Di masa kuliah, bersama satu teman lain (Andy Seno Aji) kami bikin kelompok komik bernama Komikaze. Komik “The Day the Dog Died” sebenarnya direncanakan agak panjang, tapi karena sama-sama sibuk, akhirnya jadi sebuah fragmen pendek. Selamat menikmati.

Lone Wolf and Cub: “Character that Stands Out”

Lone Wolf and Cub pertama-tama barangkali karena karakter gambarnya yang tak jauh berbeda dengan komik silat Indonesia tahun 70an. Dengan kata lain, berbeda dengan manga kebanyakan yang cenderung meng-karikaturkan (dengan penekanan kuat terhadap bentuk kanak-kanak di satu sisi, namun mengandung unsur sensual di sisi lain). Lebih jelasnya, saya menyukai komik ini (atau apalah namanya: novel grafis boleh, manga boleh, cergam tentu juga boleh — buat saya tidak ada bedanya), karena karakter gambarnya yang realis di satu sisi, dan metaforis di sisi lain.

V dan Novel Grafis Gelap

Masih ingat novel terkenal karya George Orwell berjudul 1984 (Nineteen Eighty Four)? Novel itu berkisah mengenai rezim fasis di mana seluruh aktivitas warga negaranya dikontrol oleh penguasa. Tak ada tindakan yang tak terlihat, dan tak ada ucapan yang tak terdengar. Orwell merupakan penulis Inggris, dan negeri yang ditulis di novelnya itu juga mengacu kepada Inggris.

Cantik itu Luka