Dua Novel Pembunuh Bapak

oleh Aquarini Priyatna Prabasmoro, Koran Tempo

Keluarga “normal” itu sendiri dilawan dalam Cantik itu Luka sejak awal. Inses yang dipandang rendah dalam kehidupan masyarakat justru ditampilkan sebagai cinta yang agung. Maka menikahlah Henri Stamler dan Aneu Stamler, dan dari keduanya lahirlah Dewi Ayu, perempuan tiga-perempat bule yang sangat cantik. Dewi Ayu kemudian menikahi Ma Gedik yang seharusnya menjadi suami dari neneknya sendiri.

Denting Gelas Copycat, Membaca Lelaki Harimau

oleh Nuruddin Asyhadie, Media Indonesia

Memasuki lanskap Lelaki Harimau, novela Eka Kurniawan yang terbit tahun ini, kita seakan berada di tengah simpang siur dan tumpang tindihnya bahasa-bahasa Byron, Kafka, Virginia Woolf, Edgar Alan Poe, Faulkner, Marquez, hingga Morrison, tanpa suatu keinginan untuk mensintesiskannya, mengejek, bahkan menjadikannya sebagai tekstur, hanya seperti membuat sesuatu dari materi apapun yang yang ada, bricolage, interstyle. Novela ini adalah seni pastiche, meminjam idiom Jameson, penggunaan topeng bahasa, pengungkapan dalam bahasa mati.

Cantik itu Luka