Lanskap “Lelaki Harimau”

Sepuluhan tahun lalu, lanskap itulah yang menginspirasi saya menulis paragraf pembuka novel “Lelaki Harimau”, dan ternyata belum banyak berubah sampai sekarang.

Kabar Baik untuk “Lelaki Harimau”

Di tengah kabar sedih mengenai bencana alam, pagi ini saya memperoleh kabar baik mengenai novel “Lelaki Harimau”. Novel itu akan diterjemahkan ke satu bahasa dan draft kontrak segera dikirim. Pembicaraan mengenai kontrak ini memang agak bertele-tele, jika tak salah ingat sudah hampir setahun. Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu seorang sutradara film yang sedang mengikuti [...]

Beli Buku Kami di Gramedia Online

Buat teman-teman yang kesulitan memperoleh buku saya (dan Ratih Kumala), sekarang bisa langsung membeli dari GramediaShop di sini untuk buku-buku saya, dan di sini untuk buku-buku Ratih Kumala.

Google Books

Dua buku saya sudah bisa dilihat preview-nya di Google Books. Dari situ kalau tertarik, bisa langsung beli ke penerbitnya. Emang Google dan Gramedia, keren deh! Kalo mau coba, sila kunjungi judul-judul ini: Lelaki Harimau, Gelak Sedih. Judul yang lain semoga nyusul. Update (19 Juli): Buku saya yang lain di Google Book: Cinta Tak Ada Mati.

Bagaimana Menulis Novel? (2)

Saya terpaksa menulis posting ini sepenggal-sepenggal karena masih di tengah proses “membereskan” novel saya. Dan saya memposting ini, sama seperti semula, juga sebagai catatan untuk mengingat-ingat.

Bagaimana Menulis Novel? (1)

Bulan lalu saya berjanji untuk menyerahkan naskah novel saya ke penerbit. Harus saya akui, saya mengurungkannya: mundur lagi. Ada beberapa hal di dalam novel itu yang harus saya perbaiki dan saya masih mencari-cari cara terbaik. Untuk itu, hari-hari ini saya kembali menggelar karpet di ruang tamu. Buku-buku referensi kembali digelar di sekeliling karpet. Begitu pula naskah yang sudah saya print-out, agar saya bisa mengecek kembali. Komputer sedia setiap saat.

Cantik itu Luka