Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah

Melalui kajian puisi dan cerpen Asrul Sani yang nisbiah jarang jumlahnya dibandingkan dengan esainya, terlihat bahwa cerpen-cerpen Asrul adalah cerpen ide, puisi-puisinya sarat dengan beban ide. Dalam sepucuk esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan ungkapannya disebut sebagai generasi saya sendiri, Asrul Sani menulis: “Kita harus sampai pada puisi ’gigantis’ yang menyeluruh—sebagai imbangan dari robekan-robekan [...]

Sejarah dalam Cerita Silat Kho Ping Hoo

“Raja yang memerintah di kerajaan Pajajaran (Pasundan) yang beribukota di Pakuan adalah Sri Baduga Maharaja yang disebut juga Ratu Dewata. Ratu Dewata memunyai seorang puteri yang terkenal sekali karena kecantikannya. Puteri ini bernama Diah Pitaloka Citraresmi …” Begitulah gaya khas Asmaraman S Kho Ping Hoo memberi latar sejarah dalam kisah fiksinya, Satria Gunung Kidul. Sudah [...]

Merayakan Pembacaan

”Aku menemukanmu dalam pelarian,” tulis Intan Paramaditha dalam pembukaan cerita pendek “Mak Ipah dan Bunga-Bunga”, (Sihir Perempuan, Kata Kita, 2005).

Perhatikan dengan saksama kalimat pembuka itu. Siapa yang sedang dalam pelarian? Aku atau kamu, atau keduanya? Kalimat yang tak memberi kepastian apa pun seperti itu dengan mudah kita temukan dalam hampir setiap buku kumpulan cerpen atau novel yang datang dari para penulis generasi paling mutakhir.

Lelaki Harimau (Review)

oleh Katrin Bandel, Kompas

Membaca Lelaki Harimau, saya teringat pada novel Belenggu karya Armijn Pane (1940). Meskipun setting kedua novel sangat berbeda, ada sebuah kesamaan, yaitu cara perselingkuhan dilukiskan. Perselingkuhan Sukartono dalam Belenggu maupun perselingkuhan Nuraeni dalam Lelaki Harimau diceritakan tanpa penilaian moral atas perbuatan tersebut, melainkan lebih berfokus kepada situasi dan keadaan batin para tokoh.

Menulis Sejarah, Membangkitkan Tokoh dari Kubur

Realisme Magis dalam Novel ‘Cantik itu Luka’

oleh Alex Supartono, Kompas

Perihal berbagai gaya dan bentuk yang diaduk jadi satu ini, CIL memang sebuah penataan berbagai capaian sastra yang pernah ada. Seluruh referensi yang ada dalam bagasi penulisnya, hadir bercampur aduk membentuk mozaik konstruksi linguistik yang dinamis. Toh, nothing new under the sun, tinggal sejauh mana jalan yang sudah dibabat sebelumnya mau diteruskan.

Cantik itu Luka