Sastra dan Cyber

Ada tulisan tentang sastra cyber dan seputarnya di Jurnal Nasional, dimana saya sempat diwawancarai untuk tulisan tersebut. Baca di blog penulisnya, Grathia Pitaloka.

Perlu Mengakrabi Sastra Mancanegara
(Wawancara di Jurnal Nasional, 9 Desember 2007)

Sebagai penulis muda yang karyanya telah dikenal luas sampai ke Jepang, bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan sastrawan Indonesia meraih Nobel?

Kalau saya sih optimistis saja. Untuk mendapatkan Nobel itu kan juga disebabkan banyak faktor. Bagi saya pribadi Nobel tidak selalu identik dengan kualitas. Kalau saya bilang optimistis itu lebih berarti kepada pemikiran kalau sastra Indonesia itu adalah bagian dari sastra dunia. Maksud saya nanti suatu saat, penulis kita bisa sejajar dengan penulis-penulis dari negara lain, bisa menjadi penulis yang enggak cuma jago kandang. Artinya kita punya potensi tapi harus diakui juga kalau pergaulan kita dengan sastra mancanegara juga belum terlalu intim. Kalau istilah petinju, kita itu kurang sparing partner. Kalau kita tidak terlalu banyak bergaul dengan sastra berkualitas dari mancanegara kita juga sulit menentukan standar estetikanya.
Baca selengkapnya …