Adakah Kebenaran dalam Fiksi?

Saya ragu. 100% meragukannya. Memang benar, saya sering mendengar bahwa di balik kebohongan-kebohongan karya fiksi, di dalamnya terdapat kebenaran. Hah? Kebenaran macam apa? Saya ragu ada kebenaran dalam karya fiksi. Paling tidak, saya ragu ada kebenaran dalam karya-karya saya. Bahkan kemudian saya merasa yakin, penulis yang merasa karyanya mengandung kebenaran, walaupun tersembunyi (atau disembunyikan) dalam bungkus kisah rekaan, kemungkinan terobsesi untuk menjadi pengkhotbah. Bukankah memang pengkhotbah yang merasa apa yang dikatakannya merupakan kebenaran?