Dongeng Gajah Melintasi Eropa

Jose Saramago dikenal dengan resep “what if” yang fantastis di novel-novelnya. Meskipun tak seheboh bagaimana jika semenanjung Iberia terpenggal dan hanyut ke laut (The Stone Raft), atau bagaimana jika sosok nama pena Fernando Pessoa muncul di hari kematiannya (The Year of the Death of Ricardo Reis), atau bagaimana jika separuh penduduk kota terserang kebutaan (Blindness), kali ini sang penulis menawarkan kisah: apa yang terjadi jika seekor gajah dibawa dari Lisbon ke Vienna di tahun 1551 (The Elephant Journey). Gajah jelas bukan binatang yang umum di Eropa barat, bahkan sekarang ini pun barangkali mereka cuma melihatnya di sirkus atau kebun binatang.

Jose Saramago, R.I.P.

Tak ada yang lebih menyedihkan ketika mendengar penulis besar meninggal. Hari ini: Jose Saramago, 87 tahun. Saya pikir tak ada cara yang lebih baik untuk menghormati kepergiaan seorang penulis, kecuali menuliskan sesuatu tentangnya. Saya punya catatan pendek tentang novel-novel Saramago di sini: Jose Saramago, dan “Apa yang Terjadi Jika …”

Jose Saramago dan “Apa yang Terjadi, Jika …”

Itulah Jose Saramago. Kita mengenalnya sebagai novelis dimana novel-novelnya selalu beraroma “apa yang terjadi, jika …” Apa yang terjadi jika nama samaran menjadi tokoh sebenarnya dan pemilik nama samaran justru menjadi hantu, seperti itulah barangkali ringkasan pendek novel The Year of the Death of Ricardo Reis. Tentu saja novel-novelnya jauh melampaui sekadar “apa yang terjadi, jika …”, tapi kita tak mungkin mengabaikan fakta itu sebagai strategi prosanya.

Jose Saramago (Juga) Ngeblog

Jose Saramago, penulis Baltazar & Blimunda dan Blindness, juga peraih Nobel Kesusastraan 1998, ternyata juga nge-blog. Asli, ia sendiri yang menulisnya. Sayang blognya dalam bahasa Portugis dan Spanyol. Tapi konon edisi Inggrisnya juga akan diluncurkan. Kedua versi (bahasa) blognya mempergunakan Wordpress.

Novel Baru Saramago

Eh, ternyata Jose Saramago mengeluarkan novel baru: Death at Intervals. Semakin tua, semakin rajin ia menulis novel. Terakhir berturut-turut The Double, Seeing, semuanya masih tergeletak di rak, belum sempat kubaca. Terakhir aku baca Baltasar and Blimunda. Tapi novel Saramago yang paling aku suka adalah The Year of the Death of Richardo Reis. Barangkali karena novel [...]

Cantik itu Luka