Inception: Ide itu Virus
Seperti virus, ide bisa berkembang pesat di pikiran seseorang. Soal apakah itu menghancurkan atau membangun, itu perkara lain. Itulah yang ada di benak Cobb, sekaligus inti cerita dari film karya Christopher Nolan, Inception. Tapi sebagaimana virus, tentu saja ada prasyarat tertentu suatu ide bisa berkembang cepat. Menurut Cobb, salah satu yang paling utama: ide harus [...]
Eclipse: Ternyata Vampir Suka Baris-berbaris
Ya, itulah yang saya peroleh setelah nonton tiga film Twilght Saga, terakhir nonton “Eclipse”. Seringkali itu vampir-vampir berdiri berjajar. Kadang berpasang-pasangan. Berpose. Seolah-olah setiap mereka nongol, ada fotografer yang hendak memotret.
Soal berpose, si manusia serigala Jacob juga suka berpose. Bedanya kalo vampir suka bergerombol berjajar, manusia serigala sukanya memamerkan dada yang berlekuk-lekuk. “Apakah kamu selalu tak sempat pakai baju?”
Shine A Light
Ada masa-masa ketika saya malas sekali mendengar musik. Saya merasa musik-musik yang datang dari pemusik-pemusik kemudian, tak sehebat pemusik yang saya kenal sebelumnya. Itu masa-masa sulit buat saya untuk mendengarkan rekaman apa pun, atau mendengarkan radio, dengan penuh selera. Karena tidak bisa masuk ke musik yang lebih baru, saya mencoba mendengar musik dari generasi yang lebih tua dari saya. Saat itulah saya berkenalan dengan musik The Rolling Stones.
Identitas Film Asia
Majalah Time Asia, salah satunya memilih Akira Kurosawa sebagai bagian dari daftar “60 Years of Asian Hero”. Pertama-tama, tentu saja yang dimaksud adalah tokoh-tokoh Asia, berdarah Asia. Dalam daftar ini, juga terdapat animator ulung Jepang Hayao Miyajaki (sutradara Spirit Away), serta aktor Cina, Gong Li. Artikel mengenai Kurosawa di majalah itu dibuka dengan kalimat pembuka bahwa selama ini dunia tak mengenal kebudayaan Jepang selain beberapa patah kata serupa “harakiri” atau “sayonara”, hingga sebuah film Jepang memenangkan hadiah tertinggi di Festival Film Vanice: Rashomon karya Akira Kurosawa.
“Sam Kok” a-la John Woo dan Bikin Film Silat, Yuk?
Hmm, saya bukan penggemar berat John Woo, tapi saya gandrung dengan “Sam Kok”. Sebelumnya saya sudah nonton versi lain, Three Kingdom karya sutradara Daniel Lee. Sekarang John Woo datang dengan judul Red Cliff. Saya baru saja pulang menonton yang terakhir itu di Plaza Semanggi.
Nonton “The Happening”
Kemarin nonton film The Happening. Tapi kuciwa, gak seasyik film M. Night Shyamalan lainnya. Padahal minggu lalu nonton Speed Racer: keren!
