Cinta (Tak) Ada Mati

Oleh Handewi Soegiharto, Tulisan Sederhana

Kembali saya mengulas soal judul di atas. Semata-mata karena saya sangat mengagumi pilihan kata dari teman saya, Eka Kurniawan yang suka menyulap kata-kata Indonesia sehari-hari menjadi bahasa yang maha dahsyat. Judul bukunya adalah Cinta Tak Ada Mati, berkisah tentang seorang lelaki yang sedemikian mencintai seorang perempuan, namun tak sampai akibat pernikahan sang perempuan dengan lelaki lain. Bahkan sampai akhir hayat si perempuan, si lelaki rela mencium bibir suami perempuan tersebut hanya untuk mencari sisa-sisa bibir perempuan yang ia cintai di bibir si suami.

Beli Buku Kami di Gramedia Online

Buat teman-teman yang kesulitan memperoleh buku saya (dan Ratih Kumala), sekarang bisa langsung membeli dari GramediaShop di sini untuk buku-buku saya, dan di sini untuk buku-buku Ratih Kumala.

Mencuri dari Penulis Lain

Tapi tentu saja penulis yang keren adalah penulis yang berhasil mencuri sesuatu dari karya lain, tanpa seorang pun mengetahuinya bahwa itu curian! Dalam hal ini tampaknya saya belum mencapai hal seperti itu: pencurian saya terlalu gamblang, dan bahkan sangat gamblang saya perlihatkan. Ya, seperti Zorro, kadang-kadang ada penulis seperti saya yang ingin meninggalkan jejak “Z”, seolah ingin mengatakan keras-keras: saya mencuri, lho!

Gratis 2 Buku “Cinta Tak Ada Mati”

Maaf nih, karena sibuk nulis, jadi jarang ngeblog. Sebagai gantinya saya mau kasih oleh-oleh berupa buku kumpulan cerpen “Cinta Tak Ada Mati” untuk dua orang pengunjung blog ini yang menjawab pertanyaan berikut: “Kenapa kamu suka membaca?” Pemenang tidak akan diundi, tapi akan saya pilih sendiri yang asyik buat saya. Sila jawab di bagian komentar. Komentar akan ditutup 21 Maret 2010. NB. Berlaku hanya untuk yang memiliki alamat pengiriman pos di Indonesia :-)

“Surau” Disadur Menjadi “Meunasah”

Cerpen saya, “Surau” (dari buku Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya) disadur ke dalam pementasan Teater Nol oleh sutradara Jefry TS dan dipentaskan di Universitas Syiah Kuala, Aceh. Saduran ini diberi judul “Meunasah”, yang berarti “surau” dalam Bahasa Aceh. Baca ulasannya di aamovi.wordpress.com.

Google Books

Dua buku saya sudah bisa dilihat preview-nya di Google Books. Dari situ kalau tertarik, bisa langsung beli ke penerbitnya. Emang Google dan Gramedia, keren deh! Kalo mau coba, sila kunjungi judul-judul ini: Lelaki Harimau, Gelak Sedih. Judul yang lain semoga nyusul. Update (19 Juli): Buku saya yang lain di Google Book: Cinta Tak Ada Mati.

Cantik itu Luka