Tak Ada Yang Gila di Kota Ini

Liburan hampir tiba. Tiga orang petugas naik ke atas pick-up dan berkeliling kota, mencari orang-orang gila.

Sekitar lima tahun lalu terjadi insiden yang agak memalukan kota itu. Berawal dari segerombolan anak sekolah yang melancong dan tinggal di losmen murah, tak jauh dari muara. Itu musim liburan yang hiruk-pikuk. Mereka beruntung memperoleh losmen tersebut, meskipun keadaannya agak berantakan dan jorok, dengan beberapa kakus yang mampet dan air keruh. Gerombolan anak sekolah itu, semuanya delapan bocah lelaki, berharap menemukan kencan-musim-liburan, jauh dari orang tua. Sial bagi mereka, gadis-gadis yang bercelana pendek dengan senyum riang di bibir pantai, jika tak dijaga sedemikian rupa oleh ibu dan ayah mereka, sebagian besar digiring oleh pacar-pacar mereka.

Kelas Online Menulis Cerpen

Ada yang tertarik mengikuti kelas online menulis cerita pendek bersama saya? Rencana kelas baru mulai 14 April 2011, diadakan oleh PlotPoint. Untuk yang tertarik, sila daftar di http://tulissekarang.com. Bisa juga sebelumnya bertanya dulu dengan ngobrol via YM di tulissekarang@yahoo.com. Yang menggunakan Twitter bisa follow @_PlotPoint, yang menggunakan Facebook, sila kunjungi http://facebook.com/pages/plot-point-workshop.

Cerpen “Tak Ada Yang Gila di Kota Ini”

Sila baca cerita pendek terbaru saya, “Tak Ada Yang Gila di Kota Ini” di Majalah Esquire Indonesia, edisi ulang tahun, Maret 2011.

Apresiasi Cerpen “Pengantar Tidur Panjang”

oleh Dyah Prabaningrum, Pelangi di Mata Merpati

Di sini saya akan membagikan hasil apresiasi cerpen karya eka kurniawan yang berjudul Pengantar Tidur Panjang.

Eka Kurniawan melalui cerpennya “Pengantar Tidur Panjang” bercerita tentang aku, seorang anak sulung yang menengok Bapaknya yang sedang kritis. Ia secara tersirat mengagumi kedemokratisan, kebaikan, toleransi dan kebijaksanaan Bapaknya. Dan akhirnya Bapak “si aku “ ini meninggal dunia di malam kedua keberadaannya di rumah.

“Hachiko dan Luka yang Setia”

Hachikō pertama kali datang ke Tokyo tahun 1924, diadopsi seorang profesor dari Universitas Tokyo, Hidesaburō Ueno. Ia seekor anjing putih peranakan Akita Inu, lahir setahun sebelumnya di Odate.

Anita datang ke Tokyo tepat saat musim gugur berakhir. Dengan mantel yang tampak berat untuk tubuh mungilnya, serta sepatu boot setinggi lutut, ia keluar dari kereta dan masuk ke aliran manusia yang tumpah melalui pintu Stasiun Shibuya. Udara dingin yang berembus dari utara terasa sangat dingin. Anita mencopot earphone di telinganya, mematikan musik dan berdiri di tepi persimpangan. Tanpa maksud menyeberang.

Fiksimini: Perjumpaan dengan Tuhan

#1
Selagi umroh dia bertemu Tuhan.
“Kamu koruptor, ngapain ke rumahKu?” tanya Tuhan.
Jawabnya: “Mau nganter bagianMu.”

Cantik itu Luka