“Jimat Sero” di Suara Merdeka

Salah satu cerpen dalam buku “Kumpulan Budak Setan”, diterbitkan di Suara Merdeka, 24 Januari 2010, berjudul “Budak Sero”.

“Kumpulan Budak Setan”

Kumpulan Budak Setan, kompilasi cerita horor Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, adalah proyek membaca ulang karya-karya Abdullah Harahap, penulis horor populer yang produktif di era 1970-1980an. Dua belas cerpen di dalamnya mengolah tema-tema khas Abdullah Harahap — balas dendam, seks, pembunuhan — serta motif-motif berupa setan, arwah penasaran, obyek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010.

Baca selengkapnya …

14 Cerita Pendek dalam 5 Tahun

Awal tahun 2010, saya mencoba menoleh apa saja yang sudah saya lakukan. Karena terakhir kali saya menerbitkan buku tahun 2005, yakni kumpulan cerita pendek “Cinta Tak Ada Mati” dan re-issue “Corat-coret di Toilet” yang bersama cerita-cerita lain menjadi “Gelak Sedih”, saya nengoknya jauh hingga 2005. Ternyata dari 2005 sampai sekarang, meskipun tentu banyak yang saya tulis, ternyata hanya menerbitkan 14 cerita pendek! Inilah cerita-cerita pendek tersebut:
Baca selengkapnya …

Cerita Pendek “Riwayat Kesendirian” di Esquire

Selamat Tahun Baru 2010. Awal tahun dibuka dengan penerbitan cerita pendek saya di Esquire Indonesia, edisi Januari 2010, berjudul “Riwayat Kesendirian”. Cerita pendek ini merupakan bagian dari antologi tiga penulis (saya, Ugoran Prasad dan Intan Paramaditha) berjudul Kumpulan Budak Setan, sebagai hasil dari proyek pembacaan kami atas karya-karya Abdullah Harahap. Buku tersebut akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010.

Cerita Pendek “Pengantar Tidur Panjang”

Cerpen terbaru saya, “Pengantar Tidur Panjang” bisa dibaca di Kompas edisi 1 November 2009, halaman 20. Selamat membaca.

Cerpen “Taman Patah Hati”

Cerita pendek saya, “Taman Patah Hati” dimuat hari ini di Kompas. Jika tertarik, silakan membacanya di situs Kompas.

“Membakar Api”

Cerita pendek terbaru saya “Membakar Api” terbit di Kompas hari ini. Ilustrasinya bisa dilihat di blog pelukisnya, Julia Sarisetiati.

“Surau” Disadur Menjadi “Meunasah”

Cerpen saya, “Surau” (dari buku Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya) disadur ke dalam pementasan Teater Nol oleh sutradara Jefry TS dan dipentaskan di Universitas Syiah Kuala, Aceh. Saduran ini diberi judul “Meunasah”, yang berarti “surau” dalam Bahasa Aceh. Baca ulasannya di aamovi.wordpress.com.

Kandang Babi, Rendez-Vous

Catatan: Sepuluh tahun lalu, ketika mencoba menjadi penulis cerpen, ini adalah salah satu cerpen yang saya tulis. Diterbitkan oleh anak-anak Balairung (dan ada cerpen Ugoran Prasad, kalo enggak salah, 2000?) di antologi anak-anak UGM, saya enggak pernah menerbitkannya kembali di mana pun. Saya temukan kembali ketika menyelamatkan file-file dari Yahoo Briefcase. Setelah membacanya kembali, hmm, penulis ini mestinya bisa diselamatkan (hahaha):

***

Edi Idiot menjaga kampus siang dan malam, tapi ia bukan satpam. Terutama kalau malam, ia adalah raja yang berkuasa di kegelapan pohon-pohon rindang, tapi sungguh, ia bukan jin Iprit. Ia seperti kita juga: suka makan, beol, bercerita, berteriak menyanyikan Obladi Oblada, atau jika ia sedang tidak bersemangat, ia akan duduk manis menatap jauh pada segerombolan gadis yang tengah duduk berkerumun: berharap satu atau dua orang tersingkap roknya.
Baca selengkapnya …

“Gerimis yang Sederhana” di Buku Kompas

Cerpen saya “Gerimis yang Sederhana” termuat di buku Cerpen Kompas Pilihan 2008 yang diluncurkan tadi malam. Yang belum sempat membacanya, sila di sini.