Desain Kaos “Cantik Itu Luka”

Dalam rangka cetak ulang novel “Cantik itu Luka”, saya dan penerbit memutuskan membuat promo kecil membuat kaos oblong. Tapi saya ingin ketika orang memakai kaos ini, mereka tak merasa sedang memakai kaos promosi. Maka selama 3 hari, saya berkutat membuat desain, dan inilah hasilnya. Idenya berasal dari desain tato. Tato? Ya, bukankah tato metafor paling mendekati untuk judul “Cantik Itu Luka”?

Sampul Baru “Cantik itu Luka”, 2012

Cil_new1000

Jika tak ada halangan, “Cantik itu Luka” dengan sampul versi ketiga ini akan beredar 5 Januari 2012 31 Januari 2012. Lebih lengkap mengenai buku ini, sila baca di sini.

“Cantik itu Luka” di Badan Truk

Cantikituluka-truk

Sangat umum di Indonesia, badan truk dihiasi gambar dan tulisan. Umumnya lucu dan erotis. Barangkali merupakan ungkapan perasaan sopir truk yang harus berhari-hari berada di jalanan. Biasanya berupa ungkapan rasa rindu kepada kekasih, istri, atau harapan doa keselamatan dari ibu. Seorang teman di Twitter (@alvin_depresi) menemukan hiasan di truk bertuliskan seperti judul novel saya: “Cantik itu Luka”. Senang juga melihatnya. Saya tak tahu siapa perempuan yang dilukiskan di sana. Siapa tahu itu Dewi Ayu atau Alamanda?

Estetika Kritik Populer

Oleh Surli Tania

Sinopsis

Novel Cantik Itu Luka berlatar pada masa pendudukan Belanda di Indonesia hingga masa setelah kemerdekaan. Novel ini bercerita tentang seorang gadis Indo-Belanda bernama Dewi Ayu. Dewi Ayu adalah seorang anak yang cerdas, memiliki rambut hitam panjang, kulit putih, dan mata biru. Saat desanya, Halimunda, dikuasai tentara Jepang, Dewi Ayu dipaksa menjadi pelacur karena kecantikannya, dan pekerjaanya sebagai pelacur berlanjut hingga akhir hayatnya.

Dari pekerjaannya tersebut, Dewi Ayu dikaruniai 3 anak perempuan yang mewarisi kecantikan ibunya yang kesemuanya tidak diketahui siapa bapaknya. Dewi Ayu beserta ketiga anaknya kerap menemui tragedi dalam kehidupan mereka yang diakibatkan kecantikan yang mereka miliki. Dikarenakan hal tersebut, pada kehamilannya yang keempat, Dewi Ayu berharap anak bungsunya terlahir buruk rupa agar tidak mengalami tragedi yang sama seperti yang dialami ibu dan kakak-kakaknya, dan doa tersebut dikabulkan Tuhan; anak bungsunya terlahir buruk rupa dan ia beri nama Cantik.Walaupun terlahir buruk rupa, kehidupan Cantik tetap dipenuhi tragedi seperti yang dialami ibu dan ketiga kakaknya. Bagi Dewi Ayu dan anak-anaknya, cantik bukanlah anugerah tapi cantik itu luka.

Buku “Bi wa Kizu”

Seorang teman di Twitter, @jafrane menemukan “Cantik itu Luka” edisi terjemahan Jepang. Ayo siapa lagi yang menemukan buku langka saya (mungkin di toko buku bekas), semisal Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis edisi pertama (sampul jelek warna merah)? Atau Cantik itu Luka edisi pertama dengan sampul putih? Atau Corat-coret di Toilet, buku kumpulan cerpen pertama saya yang cuma dicetak 1200 eksemplar itu? Sila berbagi di twitter saya @ekakurniawan atau di facebook saya facebook.com/ekakurniawan.project.

Terjemahan Melayu “Cantik itu Luka”

Buat yang penasaran seperti apa novel “Cantik itu Luka” diterjemahkan ke bahasa Melayu (Malaysia), ini contoh dari pembukaan bab pertama:

Cantik itu Luka