Estetika Kritik Populer
Sinopsis
Novel Cantik Itu Luka berlatar pada masa pendudukan Belanda di Indonesia hingga masa setelah kemerdekaan. Novel ini bercerita tentang seorang gadis Indo-Belanda bernama Dewi Ayu. Dewi Ayu adalah seorang anak yang cerdas, memiliki rambut hitam panjang, kulit putih, dan mata biru. Saat desanya, Halimunda, dikuasai tentara Jepang, Dewi Ayu dipaksa menjadi pelacur karena kecantikannya, dan pekerjaanya sebagai pelacur berlanjut hingga akhir hayatnya.
Dari pekerjaannya tersebut, Dewi Ayu dikaruniai 3 anak perempuan yang mewarisi kecantikan ibunya yang kesemuanya tidak diketahui siapa bapaknya. Dewi Ayu beserta ketiga anaknya kerap menemui tragedi dalam kehidupan mereka yang diakibatkan kecantikan yang mereka miliki. Dikarenakan hal tersebut, pada kehamilannya yang keempat, Dewi Ayu berharap anak bungsunya terlahir buruk rupa agar tidak mengalami tragedi yang sama seperti yang dialami ibu dan kakak-kakaknya, dan doa tersebut dikabulkan Tuhan; anak bungsunya terlahir buruk rupa dan ia beri nama Cantik.Walaupun terlahir buruk rupa, kehidupan Cantik tetap dipenuhi tragedi seperti yang dialami ibu dan ketiga kakaknya. Bagi Dewi Ayu dan anak-anaknya, cantik bukanlah anugerah tapi cantik itu luka.
Buku “Bi wa Kizu”
Seorang teman di Twitter, @jafrane menemukan “Cantik itu Luka” edisi terjemahan Jepang. Ayo siapa lagi yang menemukan buku langka saya (mungkin di toko buku bekas), semisal Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis edisi pertama (sampul jelek warna merah)? Atau Cantik itu Luka edisi pertama dengan sampul putih? Atau Corat-coret di Toilet, buku kumpulan cerpen pertama saya yang cuma dicetak 1200 eksemplar itu? Sila berbagi di twitter saya @ekakurniawan atau di facebook saya facebook.com/ekakurniawan.project.
Terjemahan Melayu “Cantik itu Luka”
Buat yang penasaran seperti apa novel “Cantik itu Luka” diterjemahkan ke bahasa Melayu (Malaysia), ini contoh dari pembukaan bab pertama:


