Dua Novel Isaac Bashevis Singer

Isaac Bashevis Singer, barangkali bukan nama yang dikenal umum, meskipun ia salah satu penulis yang memperoleh Nobel Kesusatraan (1978). Saya menemukan namanya secara tak sengaja melalui cerita bersambung di majalah Femina (lupa judulnya, lupa edisi kapan), dan saya diingatkan kembali ketika membaca komentar pendeknya atas karya Knut Hamsun (juga lupa di mana). Dari sana saya coba mencari tahu tentangnya, membaca di satu tempat bahwa karya-karyanya memang sangat terpengaruh oleh Knut Hamsun.

Sekali waktu istri saya menonton film “Yentl” di televisi, dan tampak kegirangan menemukan film itu. Katanya ia sudah lama ingin menontonnya. Saya tanya, apa ceritanya? Setelah ia menceritakan secara singkat, saya langsung komentar, “Itu seperti tema-tema cerita Isaac Bashevis Singer. Barangkali diangkat dari karyanya.” Intinya, kisahnya mengenai kaum Yahudi. Tapi berbeda dengan kisah-kisah Yahudi yang sering kami baca di novel atau tonton di film, ini bukan kisah Yahudi yang gelap, dikejar-kejar atau di-gheto-kan Nazi, dan sejenisnya. Tapi tentang kehidupan sehari-hari orang Yahudi, dengan roman percintaan, dan problem-problem teologis maupun sosial-agama. Saya cari di internet, dan ternyata tebakan saya benar, “Yentl” merupakan salah satu cerita pendeknya. Tentu saja ini memberi saya minat tambahan untuk mulai membaca satu-dua karyanya.

Adonis

Hujan lebat pada Senin sore kemarin, tak menghalangi niat saya untuk menempuh setengah jam perjalanan ke Komunitas Salihara. Saya sudah meniatkan kunjungan ini sejak dua minggu sebelumnya. Acara malam itu adalah ceramah umum yang akan dibawakan oleh Adonis, dengan tema “Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama“. Siapakah Adonis, sehingga saya rela meninggalkan meja kerja saya yang [...]

Dari Komentar di Posting “Orhan Pamuk: Jilbab Merupakan Tradisi”

Mas, kayanya ga usahlah bicarain seputar permasalahan agama (jilbab bukan tradisi, tapi emag kewajiban). kalo belom ada ilmunya, jadi keliatan begonya mas. jangan sok demokrasi-demokrasian, plural-pluralan, HAM-HAMan, itu semua juga masih kontradiksi mas. dalam Islam jilbab itu wajib, ya udah jangan diganggu keyakinan orang itu. katanya demokratis, kok masih turut campur masalah agama orang. itu [...]

Orhan Pamuk: Jilbab Merupakan Tradisi

Foto diambil dari orhanpamuk.net  Baru-baru ini, novelis Turki peraih Nobel Kesusastraan 2006 Orhan Pamuk memberi dukungan penggunaan jilbab di universitas. Ia menegaskan bahwa jilbab sama sekali tak berhubungan dengan fundamentalisme Islam. “Di Turki, perempuan mempergunakan jilbab secara tradisional, sebagaimana perempuan Italia melakukannya di masa lalu,” begitu pernyataannya kepada beberapa media. Ia menambahkan, “Sebagian besar perempuan [...]

Cantik itu Luka