Blog Abdullah Harahap dan Pencarian 2 Novelnya

Abdullah Harahap, penulis horor Indonesia legendaris yang baru-baru ini meluncurkan serangkaian karya-karyanya kembali melalui penerbit Paradoks (Kompas-Gramedia), juga bisa ditemui di blognya: http://abdullahharahap.wordpress.com. Di blog itu beliau juga mengumumkan sedang mencari dua novel lamanya: “Primadona” dan “Panggilan dari Neraka”. Jika ada kolektor yang memiliki kedua novel itu dan hendak membantu beliau, sila berkunjung ke laman [...]

Abdullah Harahap, “Misteri Perawan Kubur”

Penerbit Gramedia, melalui imprint-nya Paradoks, akhirnya menerbitkan kembali novel-novel lama (dan baru) Abdullah Harahap. Seperti kita tahu, Abdullah Harahap merupakan penulis cerita misteri papan atas kita. Dikenal terutama di era tahun 70-80-an. Namanya memang menyurut di sekitar tahun 90-an hingga tahun-tahun belakangan. Penerbit-penerbit yang biasa menerbitkan karya-karyanya sebagian besar tutup, saya pikir karena tak siap dengan arus modernisasi di industri perbukuan. Pak Abdullah sendiri belakangan lebih sering menulis cerita untuk televisi.

Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan

oleh Sidik Nugroho, Jawa Pos

Ketiganya berusaha menampilkan horor yang lebih membumi dan berpijak pada realitas, seperti yang pernah dinyatakan filsuf Thomas Hobbes: ”All generous minds have a horror of what are commonly called ‘Facts’. They are the brute beasts of the intellectual domain.

Interupsi Horor Budak Abdullah Harahap

oleh Sica Harum, Media Indonesia

Tiga penulis itu berbagi kajian. Intan mengkaji aspek gender dalam cerita Abdullah. Adapun Ugo membahas sejarah hantu dan simbol-simbol mistis. “Aku lebih ke hubungan sosial antar-manusianya dan politik. Yang aku temukan dalam karya Abdullah Harahap ialah pranata sosial selalu tidak berfungsi. Cara penyelesaian di novel itu selalu di dunia lain,” kata Eka. Intan mengamini, masyarakat dalam kisah Abdullah mencari cara penyelesaian di luar institusi buatan negara. “Ada semacam ketidakpercayaan pada negara,” katanya.

Budak Setan Menafsir Horor

oleh Ismi Wahid, Tempo Interaktif

Selain itu, kata Intan, banyak dimensi sosial-politik yang muncul pada karya Abdullah. Penyelesaian konflik internal dalam karyanya tak melibatkan institusi, tapi mempercayakannya pada keterlibatan benda-benda gaib atau subyek yang tak lazim, seperti arwah.

Abdullah Harahap Memperkaya Diskusi Horor

Wawancara dengan Intan Paramaditha

oleh Ismi Wahid, Tempo Interaktif

Cerita-cerita pendek itu dihasilkan setelah mereka membaca dan menafsir ulang cerita-cerita horor popular karya Abdullah Harahap dari masa 1970-1980-an.

Cantik itu Luka