28 November
Foto oleh: brian glanz, Some right reserved.
Apa istimewanya tanggal 28 November? Buat saya, paling tidak, saya tahu hari itu ibu saya masak nasi kuning. Ada saya atau tidak di rumah, ia hampir selalu melakukannya. Mudah-mudahan hari ini juga, soalnya seperti tahun yang sudah-sudah, lagi-lagi saya tidak di rumah orang tua saat saya berulang tahun.
Faktanya, saya sendiri agak tak terlalu peduli dengan hari itu. Toh setiap hari umur saya bertambah tanpa harus mengingat hari lahir. Kalaupun saya mengingatnya, itu karena setiap kali mengisi formulir (membuat KTP, paspor, membuka rekening bank, bahkan sekadar membuat akun Facebook), saya harus menulis tanggal kelahiran saya. Tentu saja saya bisa menulis tanggal kelahiran palsu untuk sekadar akun Facebook atau email gratis. Tapi pertanyaannya, untuk apa? Tanggal kelahiran saya bukan suatu rahasia besar: sudah tercatat di arsip kependudukan, kan? (Ya, dengan asumsi arsip kependudukan Negara ini diurus dengan benar).