31  August  2008

Surat Terbuka untuk FIFA: Bekukan Saja PSSI

Untuk Presiden FIFA yang terhormat, sebagai penggemar sepak bola Indonesia, dengan sangat memohon agar FIFA bersedia membekukan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Memang belum lama ini PSSI meraih Juara 1 Piala Kemerdekaan setelah mengalahkan tim Libya 3-1. Tapi, Tuan Presiden FIFA yang terhormat, kemenangan itu kami peroleh dengan cara yang sangat memalukan. Setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, salah seorang ofisial tim kami memukul pelatih Libya, sehingga tim Libya tak mau meneruskan pertandingan karena merasa terancam.

Saya benar-benar malu, Tuan Presiden FIFA. Lebih baik PSSI dibubarkan saja dan saya tak menonton sepakbola Indonesia, sampai waktu yang tak ditentukan, daripada saya (kami) terus-menerus dipermalukan PSSI dengan cara seperti ini. Belum lagi kalau ingat bahwa Ketua Umum PSSI (Tuan Nurdin Halid) masih mendekam di penjara. Artinya? Kriminal, Tuan Presiden FIFA! Sekali lagi saya mohon, bekukan saja PSSI. Saya sudah benar-benar malu!

Diposting dengan kata kunci: , ,

Che dan Amerika Sampul Buku “Bulu Mata Susu”

14 Komentar untuk “Surat Terbuka untuk FIFA: Bekukan Saja PSSI”

dedy :

hahaha…mas Eka ada-ada saja. Tapi, benar juga. Sebagian pecinta bola di Makassar lebih malu lagi, Mas. Apa pasal? Karena Nurdin Halid itu orang Bugis-Makassar.
Selamat menunaikan ibadah puasa! (Mas Eka puasa tidak, ya? hehehe…)

binhad :

Sudah lama saya lupa kepanjangan PSSI. Tulisan Eka ini mengingatkan saya kembali. Tapi untuk apa. Masih banyak singkatan lain yang lebih berguna untuk saya ingat. Saya tak suka sepakbola, apalagi yang main PSSI. Aneh, 1 bola diperebutkan 20 orang bersama-sama. Saya memilih pergi ke pasar dan beli 1 bola untuk saya sendiri. Tanpa wasit dan PSSI. Asyik. Anda jangan tertawa ya. Awas!

Mulyadi J. Amalik :

Eka, bagus juga ya kalau kita bikin petisi rame-rame menyurati FIFA agar memboikot PSSI. Binhad jadi juru bicaranya. Soalnya, aku bukan cuma gibol (gila bola) nasional maupun internasional, tapi juga ex pemain bola di klub amatir di Palembang th 80-an (seusia SMP-SMA). Pelatihku mantan pemain PON Palembang th 70-an. Kami memanggilnya Kak Pardji, nama lengkapnya Supardji, suku aslinya Surabaya. Badannya besar dan lebar dan tinggi kira2 180 cm. Ada berewok lagi. Suaranya bas sehingga cukup mencekam bila ia lagi marah atas kesalahan kami di lapangan. Di luar itu semua, ia sungguh baik. Inilah kata-katanya yang paling kuingat hingga kini, “Main bola itu bukan pake kaki, tapi pake otak!” Setiap mengucap itu, ia selalu mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke keningnya. Nah, Ka, kukira PSSI itu filosofi main bolanya hanya pake kaki, bukan otak. Makanya tak heran kalau suka rusuh, berkelahi, atau baku pukul seperti kejadian waktu Timnas lawan Libya di Piala Kemerdekaan. Ya, apa boleh buat…! O ya, mungkin orang2 PSSI iri sama Chris Jon kali ya, makanya ring tinju di pindah ke lapangan bola. (Mulyadi J. Amalik)

hi, bro:
setuju aku dengan petisinya. binhad bisa jadi juru bicara, kita kumpulin orang mempergunakan network! kamu hubungi binhad, ya?
(ekakurniawan)

johan konco :

apa yang dikatakan binhad itu persis apa yang saya lakukan dulu waktu sd. saya beli bola sepak di pasar lalu main sendiri di rumah. alasannya, karena waktu itu saya tidak diajak main bola sama teman-teman. tapi jangan ditertawakan ya.

BINHAD :

Teman-teman, please jangan merangsangku untuk memikirkan urusan yang bukan-bukan, apalagi perkara sepakbola. Aku masih sibuk di Korea saat ini dan ada yang lebih urgent sekarang: Indonesia sebentar lagi pemilu, sastra kita masih jauh dari Nobel, dan anak-anak muda sibuk ingin jadi presiden. Tahukah kalian, kondisi PSSI adalah bayangan manis dari wajah kita saat ini? Gawat, mencari 1 orang dari 200 juta manusia Indonesia untuk jadi presiden yang asyik saja kelabakan, apalagi menemukan 11 orang yang oke di lapangan sepak bola. Semoga rambut teman-teman tak rontok memikirkan keindahan semacam ini.

johan konco :

seandainya memang rambut bisa rontok akibat memikirkan persoalan sepak bola dan pemilu, di mana letak keindahan yang binhad maksudkan itu sebenarnya? seandainya hal itu benar terjadi, pemecahannya tentu saja dengan membeli minyak rambut firdaus.

johan konco :

tapi pertanyaan yang paling penting adalah, apakah minyak rambut firdaus dijual bebas di korea?

BINHAD :

Keindahan PSSI adalah keruwetannya, seruwet rambut keriting dalam puisi jelek. Minyak firdaus, minyak neraka, dan minyak pertamina gak bakalan sanggup meluruskannya. Bung Johan, di Korea Utara banyak nuklir, apalagi minyak rambut. Masih ada pertanyaan?

Jeffry sambuaga :

Bagus juga surat terbukanya, tapi bener ngga nyampe ke presiden FIFA, tapi yang paling utama sekarang adalah bgmn caranya agar Nurdin halid bisa diganti, sulitnya bener2 sulit banyak pagar betisnya spt. ; mafirion, nugraha besus, dll.

Jeffry sambuaga :

Aku pingin tau mukanya bung Eka dan bung Binhad, jangan2 mirip Nurdin halid dan mafirion

Jeffry sambuaga :

Tolong donk buat yang lagi baca, ini ada keanehan, punya cerita ; pada saat dahulu kala, saat dimana mafirion masih menjadi ketua pengda PSSI RIAU atau mana ya.. dia itu yang paling kencang menyuarakan tentang penolakan Nurdin Halid jadi KETUM, alih2 sekarang dia yang paling ngotot (sampai urat lehernya keluar) mempertahankan nurdin halid teteup jadi KETUM, pertanyaannya Ada apa y dengan si mafirion ini???

asepjaka :

Saya setuju dengan DIBUBARKANNYA PSSI, ternyata dari pimpinan paling atas sampai ke bawah hampir semuanya oknum ‘penjahat’, belum lama ini rame diberitakan pssi masih berutang selain ke hotel ternyata juga ke pihak transportasi (bis dan rental mobil, laundry) dan lebih parahnya lagi pengusaha bis, rental mobil dan laundry adalah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang notebene adalah pengusaha2 sederhana yang untuk melanjutkan usahanya membutuhkan dana segar yang bisa cepat ‘diputar’ lagi. Sudah 2 bulan PSSI belum membayarkan hutangnya ke UKM tersebut sejak piala kemerdekaan, kasian mereka, bahkan yang saya dengar pihak bis akan di ‘tarik’ salah satu bis nya oleh pihak leasing karena belum bisa bayar cicilan yang mana cicilan yang harusnya dibayarkan ternyata menunggu pembayaran PSSI. Wah badan tertinggi sepak bola di Indonesia ternyata keberadaanya malah merugikan banyak orang, oleh karena itu saya sangat setuju jika PSSI DIBUBARKAN saja,sudah memalukan, mari kita sama2 bersuara ke FIFA untuk meminta PEMBEKUAN bahkan PEMBUBARAN PSSI, viva UKM, viva FIFA :)

iman :

salam kenal yah

ferdyanto :

saya setuju dengan isi petisinya. Kapan Indonesia bisa maju jika tidak da revolusi(perubahan) di PSSI maupun BLI. Orang2 pssi tu hanya mementingkan kepentingan pribadi. tidak memikirkan gimana caranya sepak bola indonesia bisa bangkit. Contoh saja selama pergelaran sepak bola putaran pertama ISL terjadi keributan yg melibatkan wasit. Gimana wasitnya bisa bagus jika yg di atas buruk. Bubarkan PSSI

Komentarmu