13  April  2008

Puisi 2: Kamu Selalu Keliru Membaca Warna


Foto oleh: ishrona, Some rights reserved.

kuning hijau hitam merah biru abu-abu oranye
coklat pink ungu kuning hijau
hitam merah biru abu-abu oranye coklat pink
ungu kuning hijau hitam merah biru
abu-abu oranye coklat pink ungu kuning hijau
hitam merah biru abu-abu oranye coklat pink ungu kuning

hijau hitam merah biru abu-abu oranye coklat pink
ungu kuning hijau hitam merah biru abu-abu
oranye coklat pink ungu kuning hijau
hitam merah biru abu-abu oranye
coklat pink ungu kuning hijau hitam merah biru
abu-abu oranye coklat pink ungu kuning hijau hitam
merah biru abu-abu oranye coklat pink
ungu kuning hijau hitam merah biru
abu-abu oranye coklat pink ungu
kuning hijau hitam merah biru abu-abu oranye coklat
pink ungu kuning hijau hitam
merah biru abu-abu oranye coklat pink ungu

Puisi 1: ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ Dian Sastro Membaca Puisi “Aku dan Tuhanku” karya Sutan Takdir Alisjahbana

5 Komentar untuk “Puisi 2: Kamu Selalu Keliru Membaca Warna”

danielle :

Puisi memang tidak hanya (warna) kata. I love it!

mufti :

baca tulisan lebih gampang daripada mengingat nama warna.

ekakurniawan :

danielle:
trims, ya!

mufti:
he-eh, sudah saya coba :)

Wiyono Adwi Winggunan :

keren ya cover disetiap buku karangan moe, cuma agak menyeramkan gimana gitu, tapi tetep meninggalkan kesan artistik.
suskes selalu ya…

masopang :

beyond colors ! :-)

Komentarmu